Mulai 18 Maret, Rusia Berlakukan Larangan Masuk Sementara bagi Orang Asing

Discover Russia
PANCA SYURKANI
Demi mengurangi risiko penyebaran infeksi virus corona lebih lanjut, pemerintah Rusia akan menerapkan pembatasan masuk sementara bagi warga asing mulai Rabu (18/3).

“Berdasarkan keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin, rancangan peraturan pemerintah tentang pemberlakuan pembatasan masuk sementara bagi warga asing, termasuk warga Belarus telah disiapkan demi melawan ancaman penyebaran infeksi virus corona lebih lanjut,” ujar Layanan Pers Pemerintah Federasi Rusia, Senin (16/3).

Setelah melakukan pembicaraan telepon dengan perdana menteri Belarus, Azerbaijan, Armenia, Kazakhstan, Kirgiztan, Tajikistan, dan Uzbekistan pada 15 – 16 Maret, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menyampaikan bahwa pembatasan masuk bagi warga asing ke wilayah Rusia akan diberlakukan mulai 18 Maret 2020 pukul 00.00 waktu setempat hingga 1 Mei 2020 pukul 00.00. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan negara, melindungi kesehatan masyarakat, dan mencegah penyebaran infeksi virus corona.

Meski begitu, peraturan tersebut tak berlaku bagi pegawai kedutaan besar dan konsulat yang bekerja di Rusia, anggota delegasi resmi, awak pesawat, kapal laut dan sungai; kereta api dan lokomotif layanan kereta api internasional, serta orang yang memiliki izin tinggal atau mengikuti pemakaman kerabat dekat.

Rusia telah membatasi lalu lintas udara dengan Eropa dan Asia secara drastis. Pengeluaran visa turis bagi warga Italia, Tiongkok dan Iran juga sudah diberhentikan. Sementara, warga Rusia yang kembali dari luar negeri diminta untuk mengisolasi diri di rumah selama 14 hari.

Wakil Perdana Menteri Rusia Tatiana Golikova mengatakan, jumlah kasus COVID-19 di Rusia telah mencapai 93 kasus, sebagaimana dilansir Kantor Berita Rusia TASS.

“Sampai sekarang, sesuai statistik hari ini, ada 93 kasus di Rusia. Empat di antaranya telah pulih dan dipulangkan,” ujar Golikova pada rapat dewan koordinasi pencegahan virus corona, Senin (16/3).

Keempat pasien tersebut adalah dua warga Tiongkok, satu warga Italia, dan satu warga Rusia.

Bagaimana penanganan virus corona di Rusia? Baca selengkapnya di sini!