Tujuh Fakta Menarik tentang Musim Panas Siberia

Wisata
ELEONORA GOLDMAN
Pantai es dan salju yang terhampar meski suhu di luar mencapai 30 derajat Celsius, serta gerombolan nyamuk haus darah yang siap menyerang siapa saja, itulah sedikit gambaran tentang musim panas di Siberia.

Siberia adalah wilayah luas yang memiliki hampir semua jenis lanskap, seperti hutan taiga, tundra, pegunungan, dan danau. Musim panas di Siberia sangatlah singkat, tetapi sangat penting bagi warganya. Itu adalah masa ketika hewan liar meninggalkan habitat alami mereka dan bertemu dengan manusia. Jadi, inilah beberapa fakta menarik tentang musim panas Siberia yang perlu Anda ketahui.

1. Nyamuk Siberia yang legendaris

Apakah Anda melihat awan kecil yang bagus itu? Ya, lebih baik jangan terlalu dekat karena awan yang tampak polos itu sebenarnya adalah segerombolan nyamuk haus darah yang sangat besar. Nyamuk Siberia adalah pemangsa darah yang paling kurang ajar di negara ini. Tak ada yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan diri dari serangan mereka. Mulai dari penggunaan lotion anti nyamuk yang paling modern hingga mengenakan  pakaian anti nyamuk, semuanya sia-sia. Mereka dengan mudahnya bisa menggigit melalui pakaian Anda. Lama-kelamaan, Anda akhirnya menyerah dan mulai menganggap mereka sebagai bagian dari kekhasan lokal.

“Pada awalnya, setiap gigitan akan membuat Anda gatal-gatal dan menimbulkan bentol 4 — 5 sentimeter. Namun, setelah beberapa hari, Anda akan terbiasa untuk itu dan dapat mengatasinya dengan lebih baik,” ujar salah seorang warga setempat.

Dalam video yang diambil di Yakutia ini Anda dapat melihat bagaimana dinding-dinding dipenuhi hewan pemangsa darah yang tengah menunggu mangsa.

2. Bukan hanya nyamuk, tetapi ada juga lalat kecil dan lalat kuda yang keji

Di Rusia, kawanan serangga kecil ini disebut gnoos yang berarti keji. Nama itu sangat cocok dengan karakternya, terutama ketika mereka menyerang orang-orang di taiga. Gigitan mereka bahkan lebih buruk daripada nyamuk karena apa yang kami sebut gnoos sebenarnya terdiri dari beberapa spesies penghisap darah berbeda, yang menyerang Anda secara bersamaan.

“Setiap kali mereka menggigit, rasanya seperti digigit di ujung saraf, dan itu sangat menyakitkan. Anda tidak bisa membiasakan diri dengannya, atau membutuhkan waktu yang lebih lama dari musim panas yang berlangsung di wilayah utara itu," aku seseorang yang pernah berurusan dengan makhluk-makhluk keji itu.

3. Anda bisa berjemur di atas gletser

Musim dingin di Siberia sangat dingin dan beku, dan wilayah ini memiliki daerah permafrost (lapisan tanah yang membeku). Selain itu, dua daerah berpenghuni terdingin di bumi terletak di sini, yaitu Oymyakon dan Verkhoyansk. Musim panas bisa menjadi sangat panas, misalnya di Sochi. Ini terutama berlaku untuk Siberia selatan (Krasnoyarsk, Abakan, Kemerovo), yang memiliki cuaca panas selama berminggu-minggu. Sementara itu, di bagian tengah dan utara Siberia, cuaca dapat berubah dengan sangat cepat. Terkadang, hari yang panas datang tiba-tiba ketika semua salju belum sempat mencair.

Di Yakutia, ada gletser yang tidak meleleh bahkan pada cuaca panas. Salah satu yang paling terkenal adalah gletses Buluus, tempat Anda bisa bersantai dan berjemur di atas es. Selama musim panas, tempat-tempat ini berubah menjadi tempat rekreasi bagi wisatawan. Meski jauh dari gambaran ideal pantai berpasir dengan orang-orang yang bersantai di bawah sinar matahari, di sini Anda bisa bermain dengan bola salju pada cuaca yang panas.

4. Namun, Anda tetap harus selalu membawa jaket

Siberia selatan mencakup wilayah yang luas, dan musim panas dapat berlangsung selama tiga bulan penuh dan seringkali sangat panas. Ini memungkinkan untuk menanam gandum dan banyak tanaman lainnya di sana. Namun, musim panas di Siberia utara sangat singkat, yang berlangsung dari sebulan hingga hanya beberapa hari saja. Perubahan cuaca terjadi dengan cepat. Pada siang hari, cuaca bisa mencapai 30 derajat Celsius sehingga banyak orang yang pergi ke pantai, tetapi pada malamnya suhu bisa terjun ke 10 derajat. Inilah sebabnya mengapa penduduk setempat memanfaatkan setiap kesempatan untuk menikmati momen musim panas yang cepat berlalu dan selalu membawa pakaian hangat bersama mereka.

Seorang warga Moskow membagikan pengalaman tentang perjalanannya ke Yamal sebagai berikut: “Saya tiba dari Moskow pada 1 Juni, dengan mengenakan jaket dan sepatu. Ketika saya berdiri di tangga pesawat dan  sejenak mengamati pemandangan, serta menghirup udara Siberia, tiba-tiba serpihan salju berhembus ke wajah saya. Jari-jari saya langsung membeku dan wajah saya mati rasa karena kedinginan. Tiga jam kemudian, salju di jalanan  telah mencair, burung-burung bernyanyi, dan matahari kembali bersinar saat saya menyetir. Nah, saya pikir sudah saatnya berhenti untuk sekedar meregangkan kaki. Saya pun melepas jaket, keluar dari mobil, dan berdiri di sana menikmati hidup. Tak lama kemudian, saya mendengar suara "ZZZZ" dan merasakan digigit nyamuk. Saya tidak tidak tahu pasti di bagian mana saya digigit, tetapi rasanya seperti di sekujur tubuh. Tiga detik kemudian, mereka telah meminum 10 liter darah saya dan melahap 5 kilogram daging saya.”

5. Tidak ada waktu untuk tidur

Selama musim panas, siang menjadi lebih panjang dan malam semakin pendek. Semakin jauh ke utara, semakin pendek pula malamnya. Pada garis lintang 60 derajat, bahkan ada fenomena Malam Putih, yaitu ketika matahari turun di bawah cakrawala hanya beberapa jam, dan malam yang tak benar-benar gelap. Di luar Lingkaran Arktik, Anda bahkan bisa menjalani malam kutub sepanjang waktu selama musim panas.

6. Anda dapat mengunjungi teman-teman Anda naik feri

Salah satu masalah Siberia adalah memiliki banyak sungai dan beberapa jembatan. Masalahnya, karakter aliran sungai Siberia tidak memungkinkan untuk membangun jembatan jalan yang kuat di atasnya. Oleh karena itu, orang-orang harus memutar jauh untuk bisa mencapai kota tetangga yang terletak tepat di seberang sungai. Jaraknya pun bisa mencapai beberapa ratus kilometer. Beberapa kota, seperti Salekhard atau Yakutsk misalnya, memiliki bandara di satu sisi sungai dan stasiun kereta api di sisi lain. Pada musim dingin, penduduk setempat menyeberangi sungai di atas es dan pada musim panas dengan feri.

7. Satwa liar datang berkunjung

Banyak kota Siberia dikelilingi oleh hutan taiga atau tundra, itulah mengapa hewan liar sering berkeliaran ke kota untuk berkunjung. Pernahkah Anda mengalami kebun tomat Anda diinjak-injak oleh rusa, atau rubah Arktik mencuri ikan yang baru saja Anda tangkap? Lalu apa yang akan Anda katakan atau lakukan jika Anda mengalaminya?

Jadi, Siberia tidak melulu soal cuaca dingin ekstrem dan berton-ton salju, bukan! Inilah sepuluh foto yang menggambarkan Siberia.