'Jembatan Es': Jalur Berkendara untuk Menyeberangi Sungai Beku di Siberia

Suasana latihan penyelamatan mobil yang terperosok di es, di Distrik Verkhny Uslon, Tatarstan, Januari 2018.

Suasana latihan penyelamatan mobil yang terperosok di es, di Distrik Verkhny Uslon, Tatarstan, Januari 2018.

Yegor Aleyev/TASS
Di utara, orang benar-benar berkendara di sungai yang beku. Bukankah lebih mudah membangun jembatan? Belum tentu!

Warga Salekhard dan Labytnangi melakukan perjalanan antar kota secara terus-menerus. Salekhard memiliki bandara, bioskop dan klub malam, sementara Labytnangi memiliki stasiun kereta api dan harga makanan yang lebih murah. Kedua kota Semenanjung Yamal yang terletak berhadapan dan dipisahkan oleh Sungai Ob ini terlihat sangat dekat satu sama lain. Namun, menyeberangi sungai itu adalah petualangan yang nyata bagi penduduk setempat, karena tidak ada jembatan di sana.

Salekhard pada musim panas.

Di musim panas, penduduk setempat menyeberangi sungai menggunakan kapal feri. Namun, di musim dingin, mereka beralih menggunakan "jembatan es". Penyeberangan seperti ini dapat ditemukan di hampir setiap wilayah utara Rusia, dari Arkhangelsk oblast hingga ke Yakutia.

Proses Pembuatan Penyeberangan Es

Penyeberangan es, atau zimnik (jalan musim dingin) bukan sekedar jalan di atas air beku, melainkan jalur kendaraan yang dilengkapi dengan peraturan lalu lintas. Batas kecepatan maksimum di atas es adalah 40 km/jam. Pembangunan jembatan es biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu sejak sungai ditutupi lapisan es yang cukup tebal. 

Untuk membangunnya, papan diletakkan di sepanjang jalur penyeberangan dan  kemudian dibanjiri dengan air yang akan membeku di sekitarnya sehingga memberikan kekuatan ekstra pada papan. Proses ini disebut 'penguatan es'. Air didapat dari lubang yang dibuat dengan cara dibor di beberapa tempat. Air yang telah dituangkan ke papan kemudian diratakan menggunakan traktor, atau secara manual, agar membeku dengan merata. Setelah itu, barulah rambu-rambu dan penerangan jalan dipasang (tetapi tidak di semua titik karena membutuhkan kabel listrik).

Jalan es antara Salekhard dan Labytnangi.

Ketika ketebalan es sudah lebih dari 20 cm, penyeberangan sudah aman dilewati oleh pejalan kaki. Sedangkan untuk mobil, hanya boleh melintas ketika ketebalan es sudah lebih dari 38 cm. Jika tebal es sudah mencapai 50 cm, maka penyeberangan juga terbuka untuk truk dengan berat maksimum 30 ton.

Penyeberangan Salekhard memiliki tiga jalur, masing-masing selebar 30 m dan panjang 1.700 m. Dari Salekhard, terdapat satu jalur untuk semua kendaraan. Sedangkan dari Labytnangi, tersedia dua jalur, satu untuk mobil dan yang lainnya untuk truk yang mengangkut barang yang tiba dengan kereta.

Jalan es antara Salekhard dan Labytnangi.

”Penyeberangan hanya membutuhkan waktu 15 menit,” kata warga setempat Tatyana Mokhnova. “Di musim dingin, itu tidak menakutkan sama sekali, karena jalan itu dilengkapi rambu-rambu jalan, pos polisi lalu lintas, kamera, dan hari-hari ini, Anda dapat memeriksa kondisi jalan secara online dari rumah.”

Pekerja jalan memonitor ketebalan es secara terus menerus, melakukan penebalan berulang-ulang jika diperlukan, sampai pencairan dimulai. 

Periode Terburuk

Setelah mencair atau saat es belum cukup kuat, kondisi penyeberangan es menjadi jauh lebih tidak aman. Tatyana masih mengingat dengan jelas bagaimana pertama kalinya dia melintasi penyeberangan es itu, sehari sebelum ditutup. Baginya sekali sudah lebih daripada cukup merasakan petualagan yang menegangkan itu.  

“Saya perlu menjemput kontainer berisi barang-barang dari Labytnangi. Apabila penyeberangan ditutup, maka saya harus menunggu lama untuk bisa melakukannya. Saya menemukan seorang sopir truk KAMAZ yang setuju menyeberangkan saya. Jadi, kami pun melintas di atas es yang sudah mencair. Itu benar-benar menakutkan! Air naik hingga ke jendela. Kami benar-benar mengambang. Namun, sang sopir berusaha meyakinkan saya: 'Apa yang Anda takutkan? Anda bukan yang pertama, bukan juga yang terakhir.' KAMAZ yang membawa kami berhasil menyeberang dengan selamat.”

Biasanya, saat peralihan musim, hovercraft digunakan untuk orang-orang yang akan menyeberang. Namun, penumpang tidak dapat membawa banyak barang di hovercraft. Paling tidak seukuran koper kecil. Itulah sebabnya mengapa penduduk setempat menantikan pembukaan penyeberangan es.

Sebuah hovercraft, di Chita.

“Sampai es menjadi cukup tebal, semua toko di Salekhard hanya menyimpan makanan dengan umur simpan yang panjang. Produk susu menghilang, hanya pasta dan daging kalengan yang tersisa di rak. Jadi, ketika produk susu muncul kembali, kami tahu bahwa jalan es sudah beroperasi,” jelas Tatyana.

Di penyeberangan kecil yang terletak di Sungai Dvina Utara, es sudah mulai bergerak dan penyeberangan sudah ditutup untuk mobil. Sementara, perahu juga belum bisa beroperasi. Alhasil, orang-orang terpaksa menyeberangi sungai dengan berjalan kaki. 

Sungai Dvina Utara di musim semi.

Menurut informasi, para pengemudi sering mengabaikan peringatan dari layanan jalan dan berkendara di jalan seperti ini dengan risiko sendiri. Akibatnya, kendaraan mereka mungkin berakhir di dasar sungai.

“Pada peralihan musim, tidak mungkin mengangkut kargo apa pun dari Yakutsk, semuanya terakumulasi di tepi kanan, oleh stasiun kereta Nizhny Bestyakh,” kata Nikita Tananaev, seorang penduduk setempat. “Saya tidak pernah menyeberang setelah penyeberangan es ditutup, tetapi beberapa orang melanggar (aturan) dan kemudian muncul masalah. Sopir yang nekat sering kali menyebabkan truk mereka tenggelam dan kemudian meminta penduduk setempat untuk membantu menemukannya. Masih banyak kontainer yang berada di dasar sungai.,” jelasnya.

Mengapa Tidak Membangun Jembatan?

Pada akhir 1940-an dan awal 1950-an, memang ada rencana untuk membangun beberapa jembatan di Yamal dan Yakutia, di mana pemerintah Soviet ingin mengimplementasikan proyek Kereta Api Transpolar dari Salekhard ke Igarka (sekitar 1.300 km di atas tanah rawa, di sepanjang Lingkaran Arktik). Beberapa bagian dari rel berhasil dibangun, dan seharusnya dihubungkan oleh jembatan untuk menyeberangi sungai. Saat itulah rencana itu kandas, karena pembangunannya ternyata terlalu mahal dan sulit.

Jadi, apa masalahnya? Sungai Ob tampaknya tidak seluas itu. Sungai-sungai utara ternyata sangat berubah-ubah: pertama, mereka cenderung mengubah arahnya, dan dalam beberapa tahun mendatang, jembatan mungkin berakhir di tempat yang sama sekali berbeda. Kedua, dasar sungai rumit dan “tidak stabil”. Pemilihan tempat yang tepat untuk membangun jembatan sangatlah penting, sehingga ketika es mulai bergerak, itu tidak akan merusak pilar-pilar jembatan. Ketiga, kita berbicara tentang permafrost (tanah beku), sehingga ketika meleleh di musim panas, jembatan berpotensi melayang pergi!

Jalan es di Yakutia.

Orang-orang di Yakutsk sangat ingin memiliki jembatan, meskipun kondisinya bahkan lebih sulit: Sungai Lena memiliki lebar sekitar 3 km dan bersama-sama dengan akses jalan, lebar jembatan setidaknya harus sekitar 10 km. Itu sulit dan mahal. "Selain itu, pada musim semi kami sering mengalami kemacetan es: permukaan air naik, es pecah dan menumpuk di kelokan sungai  sehingga menghalangi air dan menyebabkan banjir," kata Nikita Tananaev.

Namun demikian, ada rencana baru untuk membangun jembatan di Salekhard, Yakutsk dan beberapa kota besar utara lainnya selama lima tahun ke depan, yang mana desainnya telah disetujui.

Menyeberangkan tank melintasi sunggai raksasa selebar 500 meter bukan hal yang mustahil bagi pasukan Zeni Rusia. Dengan menggunakan “feri apung”, monster logam seberat 40 ton diseberangkan ke garis depan pertahanan musuh tanpa kesulitan. Baca selengkapnya di sini!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki