Yermak, Penakluk Siberia yang Legendaris

Yermak memimpin pasukannya.

Yermak memimpin pasukannya.

Getty Images
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Lima abad lalu, Yermak menaklukkan daratan Siberia dan mati mewariskan banyak legenda. Benarkah ia memimpin “anak-anak iblis”? Apakah ia mati karena hadiah yang diberikan Ivan yang Mengerikan?

Khan Kuchum adalah seorang pemimpin yang bengis. Tanpa belas kasih, licik, dan sulit dipahami, Kuchum tak pernah ditangkap atau dikalahkan, bahkan setelah kehilangan saudara laki-lakinya, dua orang putra, dan dua cucu akibat serangan pasukan Rusia. Tanpa sadar, dialah yang “menyuburkan” eksplorasi orang-orang Rusia di Siberia. Namun, ia jugalah yang membunuh Yermak, sang penakluk pertama Siberia.

Pria Tanpa Masa Lalu

Sosok Yermak, abad XVIII, lukisan minyak di atas kanvas karya pelukis tidak dikenal.

“Pemberani, manusiawi, terkenal, bijaksana, berwajah datar, berjanggut hitam, tingginya rata-rata, kekar, dan dadanya bidang.” Begitulah satu-satunya deskripsi penampilan fisik Yermak yang ditulis Semyon Remezov (1642 – 1721) dari Tobolsk. Ayahnya mengenal kawan-kawan Yermak, yang telah menaklukkan Siberia, dan begitulah gambaran sosok ataman (pemimpin Cossack) mereka yang terkenal. Inilah semua informasi yang bisa kita ketahui tentang Yermak. Nama aslinya pun bahkan masih diperdebatkan, sementara tempat mapun tahun kelahirannya sama sekali tak diketahui. Meski begitu, para sejarawan sepakat bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 1532 dan berasal dari wilayah Arkhangelsk.

LEGENDA:

Sebuah cerita kuno dari Ural menyebutkan, Yermak adalah seorang penyihir yang menjaga anak-anak iblis sebagai pelayannya. “Ketika dia tak punya cukup banyak prajurit, dia menggunakan mereka.”

FAKTA:

Kehebatan Yermak dan rekan-rekannya menaklukkan Kekhanan Siberia dengan hanya sekitar 500 orang membuat orang Rusia kagum sehingga mengasosiasikannya dengan hal-hal mistis.

Ketika Yermak disebut sebagai seorang Cossack, itu sama sekali tak menyiratkan kebangsaan atau tempat kelahirannya. Pada abad ke-17, orang-orang yang melindungi perbatasan negara, tetapi bukan bangsawan dan tidak bertugas dalam satuan tentara, disebut Cossack.

Yermak adalah seorang komandan lapangan yang berpengalaman. Dalam Perang Livonia, ia memimpin seratus orang Cossack. Pada 1581 – 1582, ia membela Pskov dan ikut serta dalam beberapa pertempuran lainnya. Namun pada tahun itu pula, ia mengakhiri tugasnya pada pasukan tsar Moskow dan pindah ke Timur, ke Pegunungan Ural. Mengapa?

Garam Darat

Khan Kuchum melarikan diri dari Kashlyk. Ilustrasi dari Kronik Remezov, akhir abad ke-17.

Pada 1563, Khan Kuchum membunuh Yediger, seorang khan dari Siberia, dan menaklukkan daerah kekuasaannya. Tatar Siberia menganggap Kuchum sebagai penakluk asing. Pemerintahan Kuchum kejam dan penuh penindasan. Sang khan mengeksekusi banyak orang dan membebankan pajak yang sangat besar. Tak seperti Yediger, Kuchum menolak untuk membayar upeti kepada Ivan yang Mengerikan.

Pasukan Kuchum sering mengganggu keluarga Stroganov, saudagar kaya yang punya banyak tambang garam di Pegunungan Ural. Pasukan Kuchum menyerang dan menjarah desa Stroganov, membawa orang-orang Rusia sebagai tahanan. Keluarga Stroganov kemudian menyewa Yermak dan gerombolan Cossack-nya untuk melindungi tanah mereka. Yermak datang dengan 540 Cossack dan pada akhir 1582, memulai perjalanannya dari Oryol, kota kediaman Stroganov di Pegunungan Ural.

Pasukan Yermak bepergian dengan kapal perang yang penuh dengan amunisi dan persediaan makanan. Saat melewati hutan, mereka membuka jalan dengan kapak, sambil mengangkut perahu pada pundak mereka. Saat mengarungi sungai, mereka segera menyeberangi Ural dan memasuki wilayah Kekhanan Siberian.

Orang-orang Cossack menangkis serangan pasukan Kuchum, termasuk Mametkul, keponakan Kuchum dan komandan militernya yang terkemuka. Pasukan Yermak sangat kuat sehingga mereka dengan mudah menghancurkan orang-orang Tatar yang tak bersenjata dan lamban. Dalam Pertempuran Tanjung Chuvash, senjata api Yermak membuat orang-orang Tatar yang baru pertama kali melihat senjata semacam itu lari pontang-panting. Sementara itu, Mametkul nyaris lolos dari penangkapan, sedangkan Kuchum sendiri harus melarikan diri dari ibu kotanya, Kashlyk.

Kematian Sang Penakluk

“Penaklukkan Siberia oleh Yermak” oleh Vasily Surikov (1895). Lukisan minyak di atas kanvas.

Banyak yang bilang bahwa Ivan yang Mengerikanlah yang mengirim Yermak untuk menaklukkan Kekhanan Siberia. Padahal, setelah mengetahui Yermak dan pasukannya menaklukkan Kekhanan Siberia, sang tsar langsung panik. Saat itu, Perang Livonia masih berkecamuk dan Moskow lumayan kewalahan. Jadi, perang dengan Kuchum bisa menyulitkan posisi Rusia.

Ivan kemudian menulis surat kepada keluarga Stroganov. Ia meminta supaya Yermak segera pulang. Namun, saat itu Yermak malah merebut Kashlyk dan mengirim teman ataman-nya, Ivan Koltso, menghadap Ivan dengan kabar kemenangannya. Begitu mengetahui tentang penaklukkan Kashlyk, Ivan tentu merasa senang dengan keberhasilan Yermak dan mengirimkannya penghargaan, tetapi tetap memerintahkannya untuk segera pulang.

LEGENDA:

Setelah mengetahui penaklukan Yermak atas Siberia, Ivan yang Mengerikan sangat gembira dan mengirimkannya dua zirah rantai yang mahal.

FAKTA:

Ivan yang Mengerikan memang mengirimkan hadiah kepada Yermak. Namun, alih-alih zirah rantai, sang tsar mengirimkannya uang dan sehelai kain mahal.

Namun, Yermak tak berhasil pulang. Setelah beberapa waktu, jumlah pasukannya semakin berkurang, sementara rekan-rekan ataman-nya terbunuh. Pada 6 Agustus 1585, Yermak dan 50 tentaranya sedang melakukan misi pengintaian. Selagi tidur, mereka menjadi sasaran empuk orang-orang Tatar. Yermak terbunuh dalam pertempuran kecil ini. Beberapa orang Cossack yang selamat kembali ke tanah Rusia.

Kematian Yermak, 1584.

LEGENDA KEMATIAN YERMAK:

1) Zirah rantai yang dikirim Ivan yang Mengerikan kepada Yermak menjadi faktor penyebab kematian Yermak. Ketika orang-orang Tatar menyerbu kamp tempat Yermak bermalam, ia melarikan diri, berenang ke arah kapal pasukannya, tetapi tenggelam karena zirahnya yang berat.

2) Tubuh Yermak ditemukan oleh seorang nelayan Tatar beberapa hari setelah ia tenggelam. Orang-orang Tatar Siberia berkumpul untuk melihat tubuh “ataman” yang sadis itu. Mereka menikam jasadnya dengan tombak dan berdarah seolah-olah masih hidup. Selain itu, tubuh Yermak tidak membusuk. Ini membuat orang-orang Tatar terkejut dan menghormati Yermak layaknya bangsawan. Mereka kemudian menguburnya dengan upacara penuh hormat.

FAKTA:

Proses kematian Yermak tak diketahui secara pasti. Kalaupun ada, makamnya telah hilang.

Pada 1598, pasukan Khan Kuchum akhirnya hancur oleh panglima perang Rusia, Andrey Voyeykov. Kakak, putra, dan cucu Kuchum terbunuh, tetapi sang khan itu sendiri berhasil melarikan diri ke padang stepa. Hingga kini, tak ada informasi yang menjelaskan waktu atau tempat kematian Kuchum.

Meski peringatan 75 tahun kemenangan dalam Perang Dunia II baru akan diperingati tahun depan, Rusia sudah memulai perayaan tersebut. Foto-foto berikut menjelaskan bagaimana Tentara Merah membebaskan kota-kota Eropa selama Perang Dunia II.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki