Tsar Macam Apakah Nikolay II?

Getty Images
Nikolay II, tsar terakhir Rusia, adalah seorang pria aneh dan unik dengan sisi kepribadian yang kelam.

1. Nikolay mendapatkan pendidikan terbaik semasa kecil

Nikolay II berseragam tentara Rusia ketika berusia 13 tahun, sekitar tahun 1980.

Sebagai seorang anak tsar, Nikolay mengenyam pendidikan selama 13 tahun. Delapan tahun pertama pendidikannya difokuskan pada ilmu humaniora dan bahasa. Lima tahun berikutnya, ia mempelajari ilmu militer, hukum, dan politik. Selain bahasa Rusia, Nikolay bisa berbicara bahasa Prancis, Jerman, dan Inggris.

Namun, pendidikan sang putra mahkota tidak biasa. Walau mengikuti kelas, Nikolay tidak pernah lulus ujian. Menurut tradisi bangsawan Rusia, tidak ada yang bisa memerintah anak tsar menjawab ujian atau pertanyaan dengan benar dan menegurnya jika ia salah. Jadi, apakah Nikolay sebetulnya seorang yang betul-betul berpendidikan atau tidak hingga kini masih diperdebatkan.

2. Nikolay dibesarkan dalam kesederhanaan

Kaisar Aleksandr III (kanan) bersama Permaisuri Maria Fyodorovna. Nikolay berdiri tepat di sebelah kiri.

Aleksandr III membesarkan anak-anaknya, termasuk Nikolay, dengan penuh disiplin supaya mereka tidak tumbuh manja. Meski begitu, perlakuan sang ayah tampaknya menorehkan kenangan buruk. Olga Aleksandrovna, adik bungsu Nikolay, menulis bahwa anak-anak Aleksandr sering kelaparan. Ketika keluarga tsar berkumpul di meja makan, anak-anak baru mendapatkan jatah mereka saat makan malam usai. Ketika kaisar berdiri, semua orang harus menyelesaikan makanan mereka, sehingga anak-anak tidak punya cukup waktu untuk makan dengan benar. Selain itu, anak-anak tak boleh mencamil di antara jam makan, sementara meminta makanan dari pelayan pun dilarang.

Ketika muda, Nikolay bahkan pernah memakan isi salib pembaptisannya. Semua anak dalam keluarga kerajaan diberikan salib pembaptisan. Salib itu berisi sepotong Salib Sejati yang tertancap pada lilin damar wangi. Nikolay yang lapar membuka salib tersebut dan memakan isinya, termasuk potongan Salib Sejati.

3. Nikolay menyukai mistisisme

Putra mahkota Nikolay Romanov di Nagasaki, Jepang.

Meski ia seorang Ortodoks, Nikolay masih percaya pada mistisisme, ramalan, dan nasib. Selama kunjungan ke Jepang pada 1891, ia mengunjungi seorang biarawan terkenal bernama Terakuto yang mengaku bisa melihat masa depan. Biarawan itu menubuatkan masa depan Nikolay yang kelam. Kemudian, saat berkunjung ke Inggris pada 1896, Nikolay bertemu Kayro (Luis Khamon), seorang pembaca garis tangan dan peramal terkenal. Dia juga meramalkan kematian tragis dirinya dan keluarganya.

Namun, kisah yang paling terkenal adalah tentang Nikolay yang membuka surat dari kakek buyutnya, Pavel I dari Rusia. Ketika masih hidup, Pavel I secara pribadi menyegel surat tersebut, yang berisi ramalan seorang biarawan terkenal bernama Habel. Setelah membacanya, suasana hati Nikolay langsung memburuk untuk waktu yang lama. Kabarnya, surat itu meramalkan kematiannya dan kejatuhan kekaisaran.

4. Nikolay bosan menjadi tsar

Pengunduran diri Nikolay II, 2 Maret 1917.

Nikolay memiliki ingatan yang kuat. “Dia tahu banyak orang yang bertugas di satuan Penjaga, dia ingat prestasi perang orang-orang dan resimen tertentu, dia tahu jumlah dan nama setiap resimen di pasukannya …,” kata Menteri Perang Kekaisaran Rusia Jenderal Aleksandr Roediger (1905 – 1909) .

Namun, sebagaimana yang dikatakan beberapa psikolog, ingatan yang kuat terkadang diimbangi dengan tingkat intelektual yang buruk. Setidaknya, begitulah kesan yang ditinggalkan dari buku harian sang tsar. Buku itu berisi sedikit atau bahkan nihil informasi tentang politik, hubungan internasional, atau intrik kekaisaran, alias hal-hal yang seharusnya menarik bagi seorang tsar selama salah satu periode paling sulit dalam sejarah Rusia. Sebaliknya, sekitar 90 persen isi buku harian itu berisi rutinitas hariannya.

Misalnya, pada 9 Januari 1905, yang juga dikenal sebagai Minggu Berdarah dan hari yang menandai awal Revolusi 1905, Nikolay menulis, “Di Sankt Peterburg terjadi kerusuhan. Banyak orang terluka dan terbunuh. Ya Tuhan, betapa menyakitkan! Mama mengunjungi kami hari ini. Sarapan bersama semua orang, lalu berjalan-jalan bersama Misha (Mikhail, salah satu adik Nikolay -red.). Mama menginap malam itu.” Ketika Menteri Plehve terbunuh, dia menulis, “Saya kehilangan kawan saya, Plehve yang baik hati.” Kemudian pada halaman yang sama, ia menuliskan lebih banyak hal kecil tentang kehidupan sehari-harinya, sepeti, “Bibi Marusya sarapan bersama kami ... Berjalan-jalan dengan Mama ... Berjalan-jalan dengan Misha ….”

Banyak orang yang hidup sezaman dengan Nikolay mencatat bahwa ia bersikap acuh tak acuh terhadap pemerintahannya dan nasib Rusia. Jenderal Dmitry Dubensky, yang hadir pada saat pengunduran diri Nikolay, berkata, “Sikapnya sangat fatal, Anda bahkan tak bisa membayangkannya. Dia mengundurkan diri dari takhta seolah-olah seperti baru saja kehilangan komando atas resimen.”

“Apakah kita berurusan dengan orang normal?” tulis Aleksandr Guchkov, politikus lain yang juga hadir saat pengunduran diri sang tsar. “Saya selalu meragukan ini, tapi peristiwa ini meyakinkan saya bahwa orang ini, Nikolay II, sama sekali tidak paham apa yang dia lakukan ….”

5. Nikolay memiliki banyak hobi

Hasil buruan Nikolay II, sekitar tahun 1910-an.

Meski ia kurang menunjukkan minat dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang tsar, Nikolay II memiliki banyak hobi, terutama berburu. Sama seperti Tsar Alexis dari Rusia, tsar kedua di Dinasti Romanov, Nikolay II memiliki sebuah badan negara, bagian dari Kementerian Administrasi Kekaisaran, yang disebut Perburuan Kekaisaran, yang dibuat untuk mengakomodasi hobi berburunya.

Antara 1884 dan 1909, sang tsar dan para bangsawan membunuh 638.830 ekor hewan dan burung. Selama salah satu perburuan (yang berlangsung berhari-hari), Nikolay secara pribadi menembak lebih dari 1.400 burung pheasant. Angka-angka ini tak hanya mengerikan karena menunjukkan kekejaman yang tidak masuk akal terhadap hewan, tetapi juga karena sang tsar seharusnya menyalurkan energinya kepada hal-hal yang lebih penting.

Nikolay II bersama putrinya, Tatiana, setelah bermain tenis.

Begitulah caranya bersenang-senang. Dialah tsar pertama yang bersepeda. Dia memiliki lahan parkir mobil terbesar di Eropa (dan sejak 1906, dia berburu dengan naik mobil). Dia mencintai tenis dan memainkan olahraga itu dengan rajin bersama keluarganya. Dia juga seorang fotografer amatir yang suka berswafoto, sementara nasib kekaisaran berada di ujung tanduk. Lembar tagihan terakhirnya kepada tukang reparasi sepeda bertanggal 10 Mei 1917, sedangkan pertandingan tenis terakhirnya berlangsung pada bulan yang sama.

Dari mana kata ‘tsar’ berasal? Apa makna ketsaran bagi orang Rusia, dan bagaimana kaisar-kaisar Rusia dinobatkan? Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki