Berakhir Pekan di Perm: 48 Jam Mengagumi dan Jatuh Cinta dengan Keindahan Ural

Wisata
ANNA SOROKINA
Terletak hampir 1.450 km di timur laut Moskow, di pinggir Sungai Kama, Perm adalah sebuah pusat industri dan sekaligus salah satu pusat kebudayaan Rusia. Wilayah di sekitar kota ini, yang disebut Perm Velikaya, melestarikan sebuah warisan zaman kuno. Jadi, kemasilah koper Anda dan bersiaplah untuk menyelami kota yang menakjubkan ini!

Hari Pertama: Berjalan-jalan di Perm

Menyusuri Jalur Hijau dan Merah

Rute turis “jalur hijau” muncul sejak 2010. Rute ini dimulai dari dekat Monumen “Permyak solonyye ushi” dan berakhir di patung Beruang Berjalan. Dengan menyusuri jalur ini, Anda akan melihat 40 tempat menarik, termasuk Teater Balet dan Opera yang terkenal. Di sinilah konduktor ternama Teodor Currentzis menggelar pertunjukan yang menakjubkan. Berjalan di sepanjang rute ini memakan waktu sekitar dua jam.

Pada 2012, muncul rute lain, yakni “jalur merah” yang romantis. Dengan menyusuri rute ini, Anda akan melihat kota dari kacamata orang-orang terkenal yang pernah tinggal di sana, termasuk penulis Arkady Gaidar, Adipati Mikhail Romanov, impresario Sergei Diaghilev, dan masih banyak lagi. Tur jalan kaki selama satu jam di rute ini akan membawa Anda mengunjungi 20 tempat.

Anda bisa mengunduh peta dan panduan audio di situs resmi. Namun, sayangnya hanya tersedia dalam bahasa Rusia.

Mencicipi Hidangan Tradisional Ural

Apa yang bisa Anda santap di Perm untuk makan siang setelah berjalan-jalan? Anda akan menemukan berbagai pilihan tempat makan, mulai dari kios makanan cepat saji hingga restoran mewah. Namun, cara terbaik merasakan atmosfer lokal ialah dengan mencicipi makanan khas setempat.

Salah satu hidangan tradisional Ural ialah posikunchiki, yakni pastel goreng berisi daging cincang dan bawang. Makanan ini terlihat seperti versi kecil chebureki (gorengan isi daging). Camilan lezat ini bisa ditemukan di berbagai tempat di daerah Perm.

Shangi (atau shanezhki) terlihat seperti gabungan antara pirozhki dan vatrushki. Penganan sederhana ini terbuat dari adonan roti dengan taburan kentang, keju cottage, ikan, jawawut, atau bubur soba di atasnya. 

Selain itu, cicipi pula beef stroganoff, salah satu hidangan Rusia yang paling terkenal. Nama hidangan ini berasal dari nama keluarga pedagang dan industrialis Ural yang terkemuka. Ini bermula ketika Pangeran Aleksandr Stroganov memerintahkan pelayan-pelayannya untuk menghidangkan makanan bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di wilayahnya. Dihadapkan pada kebutuhan untuk menciptakan hidangan cepat saji yang mengenyangkan dan lezat, para koki berembuk dan menciptakan apa yang kini dikenal sebagai beef stroganoff.

Berlayar Mengarungi Sungai Kama

Pelayaran selama 1,5 jam akan membawa Anda mengarungi sungai. Kereta sungai berangkat setiap jam dari stasiun Perm 1, dan tiket bisa dibeli di stasiun sungai.

Perahu berlayar di Sungai Kama dari awal Mei hingga akhir September. Pada malam hari, Anda bisa menyusuri tanggul Kama yang baru dan indah, yang menawarkan pemandangan menakjubkan.

Hari Kedua: Menjelajahi Ural Utara

Menyentuh Lumut Putih di Taiga

Jalan menuju utara Krai Perm terbentang membelah hutan taiga. Kombinasi warna yang unik menanti Anda dalam perjalanan menuju ke sana. Misalnya, semak blueberry dengan dedaunan yang berwarna kemerahan. Namun, yang paling tak biasa adalah lumut berwarna hijau pucat hampir keputihan. Mereka kadang tumbuh di area kecil dan bisa menutupi jalan setapak seutuhnya.

Lepaskan sepatu Anda dan berjalanlah di atas lapisan lumut yang lembut. Anda tentu akan merasakan pengalaman unik saat kaki Anda tenggelam ke dalam lumut hingga di atas pergelangan kaki. Namun, sebaiknya jangan masuk terlalu jauh ke dalam hutan karena Anda bisa dengan mudah tersesat.

Melihat Berbagai Bangunan di Usolye

Kota mungil Usolye dari abad ke-17 (202 km di sebelah utara Perm) menjadi sebuah pulau setelah pembangunan PLTA Kama pada akhir 1950-an. Penduduk pulau ini direlokasi, tapi tempat ini masih memiliki beberapa struktur sejarah yang menarik, termasuk kamar Stroganov dan Gereja Transfigurasi bergaya barok.

Sebagian besar bangunan di sini adalah reruntuhan cantik yang menjulang di antara gulma. Cobalah berjalan sedikit jauh dan Anda akan menemukan Gereja Svatogo Nikolaya yang telah dipugar, yang pembangunannya dipersembahkan untuk Andrey Voronikhin, seorang pemuda setempat yang sekaligus merupakan arsitek Katedral Kazan di Sankt Peterburg.

Mengunjungi Ibu Kota Kuno Perm Velikaya

Kota kecil Cherdyn (305 km di sebelah utara Perm) adalah ibu kota Perm Velikaya pada masa Rus Abad Pertengahan (abad ke-10 hingga ke-15 sebelum ia menjadi bagian dari negara Rusia, dan pada abad ke-15 hingga ke-18). Kota ini bukan hanya pusat perdagangan dengan wilayah timur, tapi juga jantung budaya religius. Kini, gereja kayu yang unik dan lembah yang indah membuatnya terlihat seperti museum terbuka.

Bentuk arsitektur kuno dilestarikan di sini tak diubah selama berabad-abad,” kata sejarawan Mikhail Nechaev.

Pusatnya terletak di Bukit Troitsky. Pada 2003 silam, harta karun berupa piring-piring Persia abad pertengahan yang sangat langka ditemukan di sana. Hingga kini, pekerjaan arkeologi masih berlanjut demi menemukan fondasi kremlin pertama di Ural.

Pada 1933, Cherdyn terkenal sebagai tempat pengasingan bagi penyair Osip Mandelstam. Baru dua minggu tinggal di sini, ia mencoba bunuh diri.

Ia sungguh terobsesi dengan pikiran bahwa ia akan dibawa oleh NKVD (Komisariat untuk Urusan Dalam Negeri) pada pukul 06.30 pagi. Karena itu, istrinya mempercepat jam di rumahnya setiap hari,” kata pakar Museum Cherdyn Ekaterina Shishigina. “Baru ketika ia menyadari bahwa tak ada yang datang, ia menjadi tenang. Meski begitu, ia pernah melompat keluar jendela, tapi masih selamat. Setelah itu, ia diasingkan ke Voronezh dan hidupnya berakhir di kamp-kamp,” terangnya.

Meski ini adalah tempat pengasingan, Mandelstam kemudian ingin kembali. Ia sangat terkesan dengan alam dan masyarakat setempat, katanya. Banyak keluarga tertindas lain tinggal di Cherdyn dan sekitarnya, bahkan setelah mereka direhabilitasi oleh pemerintah. Barang-barang dan cerita mereka dipajang di museum setempat, berkat bantuan keturunan mereka dan orang-orang yang masih mencari jawaban.

Pada akhir Agustus 2015, patung berhala Shigir Raksasa dinobatkan sebagai patung kayu terkenal tertua di dunia. Penemuan ini membuat ilmuwan yakin bahwa pengembangan budaya Eurasia tak hanya datang dari Timur Tengah, tapi juga dari Ural.