Tujuh Perangkat Militer Terbaru yang Akan Tampil pada Parade Hari Kemenangan

Tekno&Sains
IGOR ROZIN
Monster-monster lapis baja ini sudah dikerahkan untuk melindungi kedaulatan Rusia. Kelak, mereka akan menggilas Lapangan Merah untuk pertama kalinya pada Parade Kemenangan tahun ini.

Lebih dari 14 ribu tentara dan 300 peralatan militer akan berpartisipasi dalam Parade Kemenangan bulan depan. Sebagaimana yang diumumkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, 20 sistem persenjataan baru dan yang dimodernisasi akan unjuk gigi melintasi alun-alun utama negara itu pada 9 Mei mendatang.

1. Sistem rudal darat ke udara Buk-M3

Sistem rudal taktis segala cuaca ini diciptakan sebagai “benteng pertahanan udara terakhir.” Sistem ini melindungi objek-objek vital dari jarak dekat jika, entah bagaimana, pesawat atau rudal musuh berhasil menghindari sistem pertahanan S-400 dan Pantsir-S1.

Buk-M3 mampu menembak jatuh semua target udara pada jarak 45 kilometer.

2. Sistem pertahanan pesisir Bal

Sistem Bal adalah perisai pesisir utama Rusia.

Setiap kompleks terdiri hingga empat peluncur yang dipersenjatai rudal jelajah Kh-35/Kh-35U. Masing-masing rudal tersebut mampu mengenai kapal musuh pada jarak 260 kilometer. Tak hanya itu, hulu ledaknya yang berbobot 140 kg mampu menghancurkan kapal induk hingga berkeping-keping.

3. Sistem pertahanan rudal S-350 Vityaz

S-350 adalah perisai pertahanan udara terbaru keluaran perusahaan senjata Almaz-Antey, yang seharusnya tak hanya membuat musuh waswas, tetapi juga kompetitor di pasar pertahanan udara jarak pendek.

Para perancang S-400 percaya bahwa sang “adik” lebih efektif dalam mengatasi serangan rudal, bom, dan pesawat musuh yang mendekat, serta memberi insentif kepada produsen sistem Tor, Buk, dan Pantsir SAM baik di dalam maupun luar negeri.

Sistem S-350 memiliki jangkauan antara 30 hingga 60 kilometer, dan mampu menembak ke 16 target sekaligus.

4. Sistem pertahanan udara Derivatsiya

Derivatsiya adalah senjata antipesawat yang berbasis platform Armata dan dirancang untuk mengeliminasi drone musuh. Ini adalah alat yang relatif murah dan efektif untuk menangani target udara kecil dengan bahan peledak, seperti yang digunakan kelompok militan di Timur Tengah.

Sistem ini memiliki senapan artileri otomatis 57 mm, senapan mesin berat 12,7 mm, dan sistem rudal antitank Kornet.

Derivatsiya memiliki radius serangan 200 – 6.000 meter.

5. Tank T-90M Proryv

Perbedaan utama antara T-90M Proryv dan T-90 versi terdahulu terletak pada modul turetnya yang dimodernisasi, yang dirancang ulang untuk peperangan abad ke-21. Dilapis perisai baja, tank ini memiliki unit penyimpanan amunisi yang terletak di luar kompartemen pertempuran dan meriam 2A82-1M 125 mm (dari T-14 Armata).

Alat berat ini dilengkapi dengan sistem kendali penembakan superotomatis Kalina dan senapan mesin antipesawat MT Kord 12,7 mm yang dikendalikan dari jarak jauh.

Proryv sebenarnya adalah versi murah T-14 Armata untuk negara-negara yang menginginkan tank terbaik di dunia, tetapi uangnya pas-pasan.

6. Kendaraan tempur infanteri BMP-3

BMP-3M Dragun dilengkapi dengan sistem kendali penembakan terbaru. Kendaraan ini bisa dilengkapi dengan meriam 57 mm, 100 mm, atau 125 mm (yang satu ini dapat menembus lapis baja tank modern mana pun).

Di dalam, semua fungsi vital dipantau secara saksama — mulai dari melacak pergerakan kendaraan hingga mencatat data sistem kendali penembakan. Sistem kendali ini menggunakan kecerdasan buatan (AI). Dengan demikian, sistem tersebut bisa mengidentifikasi, mengunci, mengikuti target darat dan udara, dan bahkan menembaknya secara mandiri.

7. Kendaraan penyapu ranjau Listva

Listva adalah kendaraan lapis baja ringan dengan sasis pengangkut personel lapis baja (APC). Bodinya dilapisi pelindung yang mampu menahan serangan langsung senapan AK dan melindungi dari serpihan granat.

Kendaraan ini memiliki tiga kompartemen tempur. Yang pertama menampung komandan dan pengemudi; yang kedua untuk operator radio, yang mencari ranjau dan memindai daerah sekitarnya; yang ketiga untuk regu penyapu ranjau jika sewaktu-waktu mereka perlu mematikan ranjau secara manual.

India, Tiongkok, dan Turki bersedia menanggung sanksi yang dikenakan AS demi memiliki S-400. Jadi, ia pasti senjata yang bagus. Bacalah selengkapnya!