2019, Rusia Operasikan Satu-satunya Reaktor Nuklir Terapung di Dunia

Akademik Lomonosov saat meninggalkan Sankt Peterburg.

Akademik Lomonosov saat meninggalkan Sankt Peterburg.

Anton Vaganov/TASS
Reaktor ini akan beroperasi sebagai unit pengisi daya di wilayah utara dan Timur Jauh Rusia.

Beberapa negara telah mencoba membangun reaktor nuklir terapung, termasuk Tiongkok dan AS, tetapi Rusia saat ini memimpin dengan kapal Akademik Lomonosov yang berdaya 70 megawatt.

Dibangun oleh Rosatom, satu-satunya reaktor terapung di dunia itu berlayar dari Sankt Peterburg sebelum melewati pantai Norwegia dalam perjalanan ke Murmansk, di mana ia akan diisi dengan bahan bakar, kemudian menuju destinasi berikutnya: okrug otonom Chukotka. Ia akan berakhir di Kutub Utara dekat kota Pevek, di mana ia akan memasok listrik ke sebuah pabrik desalinasi air dan tempat pengeboran minyak.

Konstruksi kapal ini dimulai pada 2009, dengan sumber yang berbeda memperkirakan biaya pembuatan sekitar 232 juta dolar AS. Rosatom awalnya berencana untuk mengisi bahan bakar reaktor di Sankt Peterburg, tetapi beberapa negara Baltik, bersama dengan Greenpeace, menentang gagasan itu sehingga Murmansk dipilih sebagai gantinya.

Greenpeace khawatir akan bahaya dari pembangkit listrik tenaga nuklir mengambang ini dengan menyebutnya sebagai potensi "mimpi buruk" atau "Chernobyl" mengambang, tetapi Rosatom menegaskan bahwa keamanan reaktor mengambang ini berdasarkan pada teknologi generasi baru, membuatnya sulit dihancurkan.

Akademik Lomonosov dilengkapi dengan dua reaktor KLT-40S dan menghasilkan hingga 70 megawatt energi, yang menurut estimasi sebenarnya sangat rendah. Beberapa kapal induk AS membutuhkan hingga 700 MW. Ide memiliki pengisi daya nuklir yang mengambang air bukanlah hal baru.

Akademik Lomonosov direncanakan untuk mengganti pembangkit listrik tenaga nuklir Bilibinskaya dan pembangkit listrik tenaga air Chunskayayang sudah usang, dan akan mulai beroperasi pada 2019.

Pembangkit listrik tenaga nuklir terapung pertama adalah MH-1A buatan AS, pertama beroperasi pada 1960-an hingga dinonaktifkan pada 2014. Reaktor air itu adalah bagian dari program Angkatan Darat AS untuk mendistribusikan energi ke daerah-daerah terpencil.

Kami pernah membahas mengenai penggunaan reaktor nuklir ini oleh Rusia. Klik tautan ini untuk mengetahui lebih dalam.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki