Lima Hal tentang Orang Rusia yang Tidak akan Dimengerti Orang Amerika

Alexander Kislov
Di dunia generalisasi, daftar ulasan adalah raja. Jadi, berpegang eratlah pada keraguan Anda, saat kami melakukan generalisasi menyeluruh tentang orang Rusia.

1. Jangan Berharap Siapapun Tepat Waktu

Setelah 10.000 jam dari jumlah gabungan waktu yang saya habiskan menunggu orang Rusia, saya merasa saya berhak mendapatkan sebuah medali untuk keahlian saya akan masalah ini. Suatu ketika, ketika saya sedang menunggu, muak, saya membuka ponsel saya dan bertanya kepada Google, "Mengapa orang Rusia selalu terlambat ?" dan Google menanggapi dengan sebuah artikel tentang bagaimana budaya yang berbeda memandang waktu secara berbeda pula, sehingga menyebabkan beberapa budaya sering kali terlambat menurut standar barat.

Yang bisa saya simpulkan dari hal ini adalah ketika saya berdiri dan melihat jam tangan, saya menyadari bahwa teman yang saya tunggu sudah terlambat sepuluh, lima belas, lima puluh dua menit,  sementara teman saya itu sendiri mungkin melihat jam tangannya seperti seekor merpati, sebatang sabun, atau mungkin seekor ikan — mungkin seekor ikan.

2. Jika Anda Ramah, Anda Kemungkinan akan Mengikuti Saya Pulang, Membunuh, dan Memakan Saya

Jika Anda berjalan di belakang seorang wanita tua di jalanan Rusia dan Anda perhatikan bahwa dia terus menatap Anda, mengerutkan kening, mempercepat langkah, dan akhirnya berhenti untuk membiarkan Anda lewat, jangan khawatir. Alasan dia melakukan itu hanya karena dia mungkin menganggap Anda seorang psikopat yang hendak mengikutinya ke rumah untuk memotong-motongnya dan memakannya.

Kecurigaan itu bisa menjadi lebih besar lagi ketika Anda mencoba berlaku ramah kepada orang asing di suatu tempat. Di Amerika, saya akan sering berada di sebelah orang yang tak saya dan mengatakan sesuatu seperti "apa kabar?" "Apakah Anda mendengar tentang Perubahan Iklim?" Atau, "Untuk apa Anda membutuhkan semua tali itu?"

Tetapi di Rusia berbeda. Saya berdiri dalam antrian dengan menderita bersama orang lain, menunggu giliran untuk dimarahi karena tidak memiliki uang kembalian yang cukup. Dan, jika seseorang di sebelah antrian saya memulai percakapan, saya akan merasa canggung dan semakin menjauh karena mereka mungkin seorang psikopat yang hendak mengikuti saya ke rumah untuk memotong-motong saya dan memakan saya.

3. Siapa yang Butuh Target jika Anda Memiliki Kayu lapis dan Paku?

Ketika ibu saya datang ke Rusia dan melihat dapur saya penuh dengan kursi-kursi yang tidak serasi dan meja yang telah goyang dan bernoda, dia bertanya: "Nah, di mana Target Rusia?"

Jika Anda belum pernah ke Amerika, Target (hypermarket) pada dasarnya adalah Walmart namun dengan kemeja berkerah, dan Walmart sendiri adalah latar belakang untuk setidaknya 50 persen dari foto-foto yang Anda lihat tentang orang Amerika gemuk yang mengendarai mobil melalui lorong-lorong makanan cepat saji dan perhiasan palsu.

Masalahnya, orang Rusia tahu cara membuat sesuatu agar dapat bertahan lama dan tidak akan membuang sesuatu hanya karena sesuatu itu rusak. Ini adalah kualitas yang sangat saya kagumi. Dalam dunia yang penuh dengan pemborosan yang terus berkembang, Rusia menghemat apa yang mereka miliki dan membuat segala sesuatunya berfungsi tanpa habis masa pakainya sehinnga tak perlu lagi membeli meja, kursi, sofa, tempat tidur, dan bahkan presiden berikutnya.

4. Rusia Memahami Anda Meski Anda Tidak Menyadarinya

Orang Amerika yang menonton berita akan sering melihat Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara bahasa Rusia saat menggunakan penerjemah bahasa Inggris meskipun ia mengerti bahasa Inggris dengan sempurna. Ada sejumlah alasan mengapa presiden dapat memilih untuk melakukan ini, tetapi itu lumrah dan  banyak dilakukan oleh orang Rusia yang saya temui (kecuali jika orang-orang Rusia itu kebetulan mabuk.)

Terkadang saya menemukan diri saya berbicara kepada sekelompok orang Rusia di mana seseorang akan mendengarkan saya berbicara bahasa Inggris dan kemudian menanggapi dalam bahasa Rusia kepada teman mereka, yang kemudian akan menerjemahkannya kepada saya. Atau orang Rusia mungkin hanya duduk diam dan mendengarkan dan tidak mengatakan apa-apa sama sekali.

Jika Anda menganggap mereka tidak mengerti, itu adalah kesalahan bodoh. Banyak orang Rusia mengerti bahasa Inggris dengan baik, tetapi tidak suka berbicara karena mereka malu dengan aksen mereka atau khawatir membuat kesalahan, serta mungkin mereka hanya menunggu Anda untuk mengungkapkan diri Anda sebagai psikopat yang ingin mengikuti mereka ke rumah untuk memotong mereka kecil-kecil dan  memakannya.

(Hal ini juga berlaku untuk Rusia yang pergi ke luar negeri dan berpikir tidak ada orang di sekitar mereka yang bisa berbahasa Rusia. Ya slyshu tebya [Aku bisa mendengarmu].)

5. Orang Rusia Punya Obsesi Aneh dengan Teh

"Apakah kamu ingin saya membeli sesuatu untuk minum teh?"

Saya belajar tentang Rusia dan teh sejak dulu di Thailand ketika saya bertemu dengan seorang Rusia dengan ketel air portabel yang memberi tahu saya, "Orang Rusia suka teh."

Dan saya berkata: "Seperti orang Inggris?"

Dan dia berkata: "Persetan dengan Inggris"

Jika Anda membawa orang Rusia ke apartemen Anda, bersiaplah dengan teh dan sesuatu yang menyertainya, seperti kue kering, kue, dan lain sebagainya. (Secara umum, ketika Anda mengunjungi rumah orang Rusia, bawalah sesuatu.) Bahkan jika seseorang hanya mampir ke apartemen saya, saya akan sering menawarkan teh atau kopi, seperti yang terjadi setiap kali saya mengunjungi seorang teman. Orang Rusia minum teh ketika mereka bahagia atau sedih, ketika mereka berusaha untuk menyadarkan diri, setelah makan siang, setelah makan malam, dan sebelum tidur. Dan saya membayangkan bahwa jika Anda menemukan orang Rusia yang mengikuti Anda pulang untuk memotong-motong Anda dan memakan Anda, mereka kemungkinan akan menikmati Anda dengan secangkir teh.

Benjamin Davis adalah seorang jurnalis Amerika dan penulis The King of Fu yang tinggal di St. Petersburg, Rusia. Sekarang, ia terutama menulis cerita fiksi magis-realisme kilat tentang budaya Rusia, kecelakaan yang mencela diri sendiri, dan babushkas: benjamindaviswriter.com.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki