Sedikit Masjid dan Minim Fasilitas: Tantangan Komunitas Muslim Moskow Selama Perayaan Idul Adha

Tak seperti di Indonesia, perayaan Hari Raya Idul Adha di Rusia tahun ini dirayakan pada hari Selasa, (21/8).

Tak seperti di Indonesia, perayaan Hari Raya Idul Adha di Rusia tahun ini dirayakan pada hari Selasa, (21/8).

Andrey Nikerichev/Moskva Agency
Meski menyandang status sebagai salah satu masjid terbesar di Eropa, Masjid Agung Moskow tetap tak mampu menampung seluruh jemaah yang hendak melakukan salat Id selama Hari Raya Idul Adha.

Tak seperti di Indonesia, umat Islam di Rusia telah lebih dulu merayakan Hari Raya Idul Adha di Rusia pada Selasa, (21/8).

Meski populasi muslim di ibu kota hampir mencapai tiga juta jiwa, fasilitas beribadah (khususnya masjid) di Moskow masih jauh dari cukup.

Ada empat masjid yang bisa Anda kunjungi di kota Moskow: Masjid Agung, Masjid Historis, Masjid Memorial, dan Masjid Yardem. Yang terbesar adalah Masjid Agung Moskow.

Masjid Agung Moskow selesai direkonstruksi dan resmi dibuka pada malam Hari Raya Idul Adha tiga tahun lalu. Setelah sepuluh tahun menjalani rekonstruksi, luas masjid ini meningkat hampir 20 kali lipat.

Masjid itu kini dapat mengakomodasi sekitar 10 ribu jemaah. Sementara selama hari raya, area sekitar masjid dapat menampung hingga 20 ribu jemaah.

Bangunan baru masjid tersebut memiliki enam lantai dengan puncak kubah setinggi 46 meter dan tinggi menara mencapai 72 meter.

Di tengah-tengah masjid terdapat kubah berlapis emas. Masjid itu juga dilengkapi dengan tujuh elevator, pendingin udara, dan fasilitas bagi penyandang cacat.

Namun, Masjid Agung Moskow pun tak mampu menampung seluruh jemaah. Karena itu, orang-orang akan memenuhi jalan-jalan di sekiar masjid ketika hendak melaksanakan salat Id. Sementara, udara pagi hari lumayan dingin.

Situasi seperti ini memang bukan pemandangan yang baru. Puluhan ribu warga muslim ibu kota terbiasa beribadah di tengah jalan, sambil menahan udara panas atau dingin.

Ini bukan hanya terjadi setiap perayaan besar Islam saja, melainkan juga selama pelaksanaan ibadah salat Jumat setiap minggunya.

Di sisi lain, fasilitas berwudu juga kurang memadai. Karena sebagian besar jemaah salat di luar, mereka harus membawa air dari rumah untuk berwudu. Mereka tak mungkin berwudu di dalam masjid karena untuk bergerak dan berpindah tempat pun lumayan sulit.

Pada akhir 2016 lalu, sempat tersiar kabar mengenai rencana pembangunan masjid baru di Moskow. Menurut laporan media, sejumlah sponsor siap membiayai pembangunan masjid baru di Moskow.

Kepala Majelis Spiritual Muslim Rusia Albir Krganov mengatakan, kompleks itu akan dilengkapi dengan pusat budaya dan pendidikan Islam dan masjid yang dapat menampung hingga seribu jemaah di wilayah Novaya Moskva.

Meski begitu, belum ada kabar terbaru mengenai proyek tersebut. Sebelumnya, Kepala Majelis Spiritual Muslim Rusia Bagian Asia Sheikh Nafigulla Ashirov pernah bercerita pada Russia Beyond mengenai kondisi umat Islam di Rusia saat ini.

Menurut Ashirov, kondisi umat Islam di Rusia saat ini jauh lebih baik daripada selama masa Uni Soviet.

Namun, masyarakat muslim masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti sulitnya mendapatkan izin pembangunan masjid.

Ashirov percaya bahwa masalah semacam itu dapat diselesaikan dengan berdialog dan meningkatkan toleransi antarumat beragama.

Diperkirakan ada lebih dari 20 juta muslim yang bermukim di Rusia. Berikut kami kisah tiga perempuan Rusia yang memutuskan untuk menjadi seorang muslim.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki