Apa Saja Dampak Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia?

Serigala Zabivaka, maskot Piala Dunia 2018 di Rusia.

Serigala Zabivaka, maskot Piala Dunia 2018 di Rusia.

TASS
Piala Dunia sudah usai, Prancis jadi juara. Kali ini Russia Beyond akan mengulas apa saja dampak yang dirasakan masyarakat Rusia selama menjadi tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia ini.

1. Mendorong Pariwisata

Menjadi tuan rumah Piala Dunia tentu membutuhkan dana yang sangat besar. Meski pembangunan infrastruktur di mana-mana, apakah manfaatnya sebanding dengan biaya yang dikeluarkan? Moskow sendiri telah melihat peningkatan turis asing yang berdatangan dari seluruh dunia. Karena itu, manfaat ekonomi dari Piala Dunia paling dirasakan oleh pengusaha ritel, penyedia jasa akomodasi, seperti hotel, dan restoran.

Yang jelas, dunia tak hanya menyorot Moskow dan Sankt Petersburg, tetapi juga beberapa kota lain yang lebih kecil dan jarang dikunjungi di Rusia, seperti Volgograd, Samara, Saransk, Ekaterinburg, dan kota-kota lainnya yang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Kota-kota yang lebih kecil dengan identitas yang kuat ini berhasil menarik banyak pengunjung yang ingin tahu lebih banyak tentang Rusia.

2. Pembangunan Infrastruktur yang Mahal

Piala Dunia kali ini tak hanya menjadi yang terbesar, tapi juga disebut sebagai salah satu yang termahal jika dilihat dari besarnya biaya yang dikeluarkan negara tuan rumah untuk infrastruktur, transportasi, dan sebagainya. Tak heran, banyak orang Rusia mengkritik pemerintah karena anggaran yang dikeluarkan untuk mempersiapkan Piala Dunia terlalu besar. Tak sedikit yang beranggapan bahwa dana sebesar itu lebih baik digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengatasi masalah sosial yang lebih luas.

Apalagi, sebelumnya pemerintah juga mendapat banyak kritik saat menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin 2014 di kota Sochi. Saat itu, Rusia memang mengeluarkan biaya yang sangat besar demi menjamu tamu-tamunya. Sementara, pengeluaran dana yang besar untuk membangun infrastruktur olahraga itu bertepatan dengan krisis ekonomi yang menghantam Rusia. Sejak 2014, nilai rubel anjlok akibat penurunan harga minyak serta sanksi yang dijatuhkan negara-negara Barat. Akibatnya, Rusia terperosok ke dalam krisis ekonomi.

Karena itu, banyak orang yang mengkritik pengeluaran besar-besaran pada acara olahraga seperti ini, mengingat krisis yang masih mempengaruhi perekonomian sebagian besar masyarakat. Masalah-masalah umum lainnya, seperti ketidaksetaraan, kurangnya perumahan, pengangguran, dan berbagai masalah sosial lainnya, juga menjadi perhatian khusus sejumlah pihak yang menganggap penyelenggaraan Piala Dunia sebagai "pemborosan uang".

3. Peningkatan Ekonomi yang Bersifat Sementara

Terdorongnya sektor pariwisata akibat Piala Dunia berdampak baik pada ekonomi Rusia. Di samping itu, bandara Moskow juga ikut ‘kecipratan’ karena fasilitas yang ditingkatkan akan mendukung arus penumpang yang lebih tinggi, bahkan setelah turnamen itu. Akan tetapi, ini belum cukup untuk menumbuhkan ekonomi secara jangka panjang karena kebanyakan keuntungan yang didapat selama berlangsungnya Piala Dunia hanya bersifat sementara.

Beberapa sektor lain, seperti industri makanan, hotel, telekomunikasi, dan transportasi mengalami peningkatan pendapatan, tapi juga hanya untuk sementara. Namun menurut Moody’s, Piala Dunia tak terlalu berdampak signifikan pada ekonomi Rusia. Mengingat durasi pelaksanaan Piala Dunia dan ukuran ekonomi negara yang sangat besar, dampak di tingkat nasional secara keseluruhan sangat terbatas.

4. Piala Dunia Mengikis Stereotip Tentang Rusia

Acara bergengsi ini bukan hanya menjadi ukuran kehebatan sepak bola Rusia, tapi juga menjadi kesempatan langka untuk menampilkan sisi lain negara itu yang kerap diselubungi berbagai mitos. Jutaan orang asing berkunjung untuk menonton Piala Dunia di negara terbesar di dunia ini dan banyak yang mengatakan turnamen itu telah membuat mereka melihat sisi Rusia yang berbeda, yaitu sisi yang lebih lembut.

Tak hanya di ibu kota, di kota-kota lain, seperti Samara, penduduk setempat mencoba berbicara dan belajar tentang para pengunjung dan negara mereka meskipun masih ada kendala bahasa.

Turnamen yang berakhir pada 15 Juli lalu ternyata berakhir dengan sangat baik. Kekhawatiran akan rasisme dan kekerasan hooligan terbukti keliru. Sebagian besar penggemar justru banyak yang mendapatkan pengalaman menyenangkan selama mengunjungi Rusia.

Meskipun manfaat ekonominya masih diperdebatkan, Piala Dunia terbukti mengangkat semangat banyak orang. Kebanggaan masyarakat Rusia terhadap tim nasional mereka meningkat, sementara orang-orang bergembira dalam pesta sepak bola sebulan penuh.

Menjadi tuan rumah Piala Dunia terbesar ini sudah memberi harapan bagi masyarakat Rusia yang mungkin berharap suatu hari nanti negara mereka tak akan lagi dikaitkan dengan intrik, konflik, dan ancaman internasional lainnya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki