Debat Soal Stalin di Radio, Dua Jurnalis Rusia Berkelahi

Komsomolskaya Pravda network
Acara radio tersebut sebetulnya tengah mengulas film ‘The Death of Stalin’ sebelum akhirnya berubah menjadi ring tinju.

Nikolai Svanidze — seorang sejarawan, pembawa acara televisi, dan penyiar radio — dan wartawan pro-Kremlin Maksim Shevchenko, pemimpin redaksi situs web Kavpolit, berdebat sengit ketika membahas mengenai peran Josef Stalin selama Perang Dunia II.

Acara radio tersebut sebetulnya tengah mengulas film Armando Lannucci, The Death of Stalin. Namun di tengah siaran, situasi tiba-tiba menjadi tidak terkendali ketika Svanidze menyebut Shevchenko “bajingan” dan memperingatkannya, “Saya akan memukul kepala Anda jika Anda mendekat!”

“Silakan, saya di sini. Bangun dan pukullah, kau pengecut,” balas Shevchenko.

“Anda benar-benar mau dipukul, pengecut?” Kata Svanidze sebelum akhirnya menampar Shevchenko sehingga mendorongnya untuk membalas pria berusia 62 tahun itu dan memukulnya di lantai.

Tahukah Anda bahwa Rusia kemungkinan akan memblokir aplikasi pengirim pesan instan Telegram karena dapat disalahgunakan teroris? Berikut pembahasan beberapa kasus dari masa lalu ketika para elite Soviet melarang publik mengakses berbagai macam sumber informasi.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki