Rusia Dilarang Ikut Olimpiade, Jagat Maya Sontak Heboh

Upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2014 di Rusia.

Upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2014 di Rusia.

AP
Media sosial menjadi rusuh setelah Rusia dilarang berpartisipasi pada Olimpiade Musim Dingin. Para pengguna Twitter saling melontarkan lelucon seputar bendera netral Olimpiade.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah melarang Rusia untuk berpartisipasi pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan atas tuduhan penggunaan doping. Atlet Rusia yang bersih memang tetap dapat berkompetisi, tapi tidak di bawah bendera Rusia, melainkan bendera netral. Keputusan tersebut sontak menimbulkan berbagai rekasi di media sosial. Orang-orang, tentu saja, merasa pesimis.

Beginilah reaksi orang-orang terhadap berita tersebut.

“Dengar ... saya selalu mengira bendera Rusia cukup netral!”

“Warna bendera Rusia: merah berarti gagah dan berani, biru melambangkan kesetiaan dan kejujuran, sedangkan putih untuk netralitas”

“Kami akan ke Olimpiade di bawah bendera Wangsa Targaryen”

Seorang pengguna Twitter bahkan memutuskan untuk melarang IOC.

“Komite Olimpiade Internasional (diakui sebagai organisasi teroris dan dilarang masuk ke wilayah Rusia)”

— Kita tak bisa bersama lagi.

— Sayang!

— Tidak, aku tidak akan tidur denganmu. Kamu pembohong. Kamu sudah menikah!

— Dapatkah aku bersamamu di bawah bendera netral?

Seorang warganet menawarkan untuk menggunakan Tor atau VPN (peladen anonim) supaya Rusia bisa berpartisipasi, tapi kemudian berkelakar bahwa orang Rusia akan melihat pesan di layar mereka yang berbunyi, “Maaf, partisipasi Olimpiade tak tersedia di wilayah Anda.”

“Berbaring di sofa di bawah bendera netral”

“Membuka bir di bawah bendera netral”

“Saya berhenti mengunjungi gym 15 tahun yang lalu. Sepertinya saya tahu bahwa kita akan dilarang mengikuti Olimpiade”

“Bendera netral Rusia di Olimpiade”

Sebenarnya, seperti inilah bentuk bendera netral Olimpiade....

Bendera netral Olimpiade.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More