Petenis Maria Sharapova Kemungkinan Bisa Bermain pada Olimpiade 2020

Maria Sharapova berbicara pada awak media selama sesi konferensi pers yang mengonfirmasi bahwa sang petenis Rusia telah gagal dalam tes doping setelah turnamen Australia Terbuka, di LA Hotel Downtown, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Selasa, 8 Maret 2016.

Maria Sharapova berbicara pada awak media selama sesi konferensi pers yang mengonfirmasi bahwa sang petenis Rusia telah gagal dalam tes doping setelah turnamen Australia Terbuka, di LA Hotel Downtown, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Selasa, 8 Maret 2016.

AP
Sharapova diyakini dapat memenangkan emas pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Bintang tenis Rusia Maria Sharapova kemungkinan dapat bermain pada Olimpiade 2020 di Tokyo, kata Presiden Federasi Tenis Rusia Shamil Tarpishchev kepada TASS

"Sharapova dapat bermain untuk tim Rusia dan bisa memenangkan emas pada Olimpiade 2020," kata Tarpishchev.

Sang petenis Rusia kini telah memenuhi syarat untuk kembali ke lapangan tenis mulai 26 April.
Pada awal Maret 2016, Sharapova mengumumkan bahwa tes dopingnya menunjukkan adanya obat peningkat performa meldonium di sistem tubuhnya. Ia kemudian dilarang untuk berpartisipasi dalam segala aktivitas yang berhubungan dengan tenis.

Pada 9 Juni 2016, Sharapova mengajukan permohonan banding pada Pengadilan Arbitrasi Olahraga Lausanne Swiss terkait penangguhannya selama dua tahun, yang ditetapkan pada 8 Juni oleh Federasi Tenis Internasional (ITF) akibat pelanggaran antidoping.

Pada Oktober 2016, Pengadilan Arbitrasi Olahraga mengonfirmasi pernyataannya bahwa mereka menetapkan pemotongan sanksi bagi bintang tenis Rusia Maria Sharapova dari 24 menjadi 15 bulan. Dengan demikian, Sharapova kini bisa secara resmi kembali ke lapangan tenis mulai 26 April tahun ini.

"Pada akhir April, Sharapova akan kembali berpartisipasi dalam turnamen. Kita akan melihat seberapa cepat ia mampu mengembalikan performanya. Dunia olahraga sangat dinamis, tapi kita semua tahu bahwa Sharapova adalah seorang profesional dan semuanya kini tergantung pada dirinya," kata Tarpishchev.

Akibat skors yang dijatuhkan, Sharapova, peraih medali perak Olimpiade 2012 di London, harus melewatkan Olimpiade Musim Panas 2016 yang diadakan pada Agustus lalu di Rio de Janeiro, Brasil.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.


Perjalanan kasus doping Sharapova

Maret 2016, hasil tes doping terbukti positif

Juni 2016, diskors selama dua tahun

Karena diskors, Sharapova sempat mendaftarkan diri di Harvard

Oktober 2016, sanksi dikurangi dari 24 bulan menjadi 15 bulan

Sharapova kemungkinan besar bisa bermain di Prancis Terbuka 2017

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.