Ikut Kompetisi Baca Alquran di Rusia, Peserta Indonesia Akui Dapat Pengalaman Berharga

Dari kiri ke kanan: Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia M. Wahid Supriyadi, Irfan bin Ahmad Timat, dan Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Khoirudin.

Dari kiri ke kanan: Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia M. Wahid Supriyadi, Irfan bin Ahmad Timat, dan Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Khoirudin.

KBRI Moskow
Meskipun peserta dari Indonesia tak berhasil mendapatkan prestasi terbaik, keikutsertaan pada kompetisi ini dinilai memberikan pengalaman yang sangat berharga.

Partisipasi Indonesia dalam Kompetisi Membaca Alquran Internasional Moskow Ke-18 tak hanya mempererat persaudaraan Islam, tetapi juga hubungan antarbangsa. Demikian hal itu diungkapkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia M. Wahid Supriyadi pada acara penutupan di Crocus City Hall, Moskow (8/10).

Menurut Dubes Wahid, meskipun peserta dari Indonesia tak berhasil mendapatkan prestasi terbaik, keikutsertaan pada kompetisi ini dinilai memberikan pengalaman yang sangat berharga.

Acara yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya oleh Dewan Mufti Rusia sejak tahun 2000 ini dikuti oleh 32 peserta dari 32 negara di Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia. Tahun ini, Indonesia diwakili oleh Irfan bin Ahmad Timat, seorang pemuda asal Kepulauan Riau yang sebelumnya meraih juara II kategori tilawah tingkat remaja pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 di Lombok tahun lalu.

“Meskipun tidak juara, ini pengalaman yang tak dapat dilupakan. Mohon maaf belum bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” ujar Irfan, sebagaimana yang dikutip Russia Beyond dari siaran pers KBRI Moskow.

Tahun ini, Indonesia diwakili oleh Irfan bin Ahmad Timat, seorang pemuda asal Kepulauan Riau yang sebelumnya meraih juara II kategori tilawah tingkat remaja pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 di Lombok tahun lalu.

Pada saat yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Khoirudin yang ikut mendampingi Irfan mengatakan, Indonesia selalu mengikuti kompetisi membaca Alquran tingkat internasional, terutama di Timur Tengah dan Eropa. Khoirudin menyebutkan, setiap negara yang menyelenggarakan kompetisi ini memiliki gaya dan sistem penilaian yang berbeda. Biasanya, menurut Khoirudin, Indonesia meraih peringkat terbaik atau masuk dalam tiga besar.

“Di Rusia lebih pada penilaian tajwid, bukan lagu. Sementara, di Indonesia ditekankan pada tajwid, variasi nada, dan lagu. Mungkin ini salah satu kendala untuk meraih juara, termasuk juga cuaca yang sangat dingin di Moskow memengaruhi suara peserta kita,” kata Khoirudin.

Irfan menerima piagam penghargaan.

Juara pertama diraih oleh Amir al Awal dari Iran, peringkat kedua oleh Mohamed Sameer dari Bahrain, dan peringkat ketiga oleh Ahmad Safi dari Suriah.

Antusiasme Komunitas Muslim Moskow

Masyarakat muslim Rusia ternyata sangat antusias menghadiri acara ini, terlihat dari banyaknya penonton yang memadati Crocus City Hall. Lebih dari seribu orang menyaksikan acara penutupan dan pengumuman pemenang yang berlangsung meriah dan khidmat.

“Mereka rela membeli tiket seharga 15 hingga 70 dolar AS agar dapat menyaksikan dan mendengarkan langsung ayat-ayat suci Alquran yang dilantunkan oleh para qari terbaik,” terang pernyataan pers KBRI. Pendapatan dari penjualan tiket nantinya akan disalurkan untuk membantu pihak-pihak yang membutuhkan.

Penyerahan piagam penghargaan kepada para peserta Kompetisi Membaca Alquran Internasional Moskow Ke-18.

Selain kompetisi membaca Alquran, ada pula bazar yang menampilkan produk-produk halal dan juga busana muslim dari berbagai daerah di Rusia. Produk-produk ini pada umumnya berasal dari daerah-daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Chechnya, Tatarstan, Bashkortostan, dan Dagestan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More