Untuk Pertama Kalinya, Indonesia Akan Berpartisipasi dalam Kompetisi Militer Internasional ARMY

Prajurit-prajurit TNI menggelar upacara HUT TNI di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, 5 Oktober 2019.

Prajurit-prajurit TNI menggelar upacara HUT TNI di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, 5 Oktober 2019.

ZUMAPRESS.com/Global Look Press
Pesta olahraga militer ARMY 2021 akan berlangsung mulai 22 Agustus hingga 4 September.

Untuk pertama kalinya, Indonesia akan mengikuti Kompetisi Militer Internasional (ARMY) 2021. Demikian informasi tersebut diumumkan Kementerian Pertahanan Rusia, Kamis (3/6).

“Empat negara — Burkina Faso, Indonesia, Peru, dan Arab Saudi — akan berpartisipasi untuk pertama kalinya,” kata Kementerian Pertahanan Rusia melalui siaran pers.

Menurut Kemenhan Rusia, hingga 1 Juni, sebanyak 277 tim dari lebih dari 40 negara telah mengonfirmasi partisipasi mereka dalam ARMY tahun ini yang akan berlangsung mulai 22 Agustus hingga 4 September.

ARMY 2021 akan digelar di wilayah sejumlah negara. Rusia akan menjadi tuan rumah 16 pertandingan, sementara Belarus, Tiongkok, dan Iran masing-masing akan mengadakan tiga pertandingan. Kemudian, Vietnam, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Mongolia masing-masing akan menjadi tuan rumah dua pertandingan, sedangkan Aljazair, Armenia, Serbia, dan Qatar masing-masing akan menggelar satu pertandingan.

Kini, persiapan pesta olahraga militer tahunan ini telah memasuki tahap akhir. “Pada 3 Juni 2021, konferensi pers internasional ketiga dan sekaligus yang terakhir diadakan di Balai Sidang dan Ekspo Patriot. Acara tersebut turut menghadirkan perwakilan negara-negara penyelenggara kompetisi, pihak militer, dan korps diplomatik,” kata Kementerian Pertahanan Rusia selaku penyelenggara pesta olahraga militer internasional tersebut sejak 2015.

Dalam upaya merebut Irian Barat, dukungan dan bantuan persenjataan Moskow terhadap Jakarta memaksa Belanda untuk bernegosiasi di meja perundingan. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki