Su-57 vs F-35: Lebih Unggul Mana?

Tekno&Sains
IGOR ROZIN
Pesawat-pesawat ini merupakan mahakarya abad ke-21, yang keunggulannya telah terbukti pada pertempuran melawan pasukan teroris di Suriah.

Kedua jet tempur ini diciptakan untuk mengungguli sistem pertahanan udara terbaru dari musuh potensial dan juga memenangkan pertempuran udara melawan pesawat musuh.

Kemampuan Su-57

Su-57 dapat berakselerasi ke kecepatan supersonik saat menggunakan daya dorong kering (dry thrust) dan dapat mempertahankan kecepatan ini selama penerbangan.

“Pesawat ini dapat melaju dengan kecepatan Mach 1,6, (1,6 kali kecepatan suara) atau sekitar 2.600 km/jam, tergantung pada sifat lokasi yang diterbangi. Mesinnya juga akan mempertajam penampang radar khas Su-57 yang rendah berkat penggunaan bahan komposit baru,” kata profesor dari Akademi Ilmu Militer Rusia Vadim Kozyulin.

Perusahaan Sukhoi telah menyelesaikan pengembangan radar udaranya dan juga telah mengetahui seluk-beluk desain badan pesawat, yang menurut ahli merupakan yang termutakhir di antara semua pesawat generasi kelima.

Tentu saja, pesawat paling mutakhir harus dilengkapi dengan senjata termutakhir juga. Dengan demikian, selain rudal udara ke udara, rudal udara ke permukaan dan meriam 30 mm, pesawat ini juga dilengkapi dengan berbagai macam bom, yang tidak akan tergantung di bawah sayap, tetapi disembunyikan di dalam badan pesawat untuk meminimalkan kemungkinan untuk terdeteksi pada radar musuh.

Apalagi, selama operasi militer di Suriah, pasukan Rusia menguji beberapa persenjataan yang akan dipasang pada pesawat tempur generasi kelima itu. Dengan demikian, bom udara pembakar fragmentasi berdaya ledak tinggi OFZAB-500 dan bom udara peledak bahan bakar udara ODAB-500PMV kini tengah dipertimbangkan untuk Su-57. 

Pada saat yang sama, pengujian semua versi persenjataan untuk Su-57 sedang berlangsung dan sang felon ‘penjahat’, sebagaimana NATO menjulukinya, yang yang akan dipersenjatai dengan berbagai senjata termutakhir ini akan segera bergabung dengan Angkatan Udara Rusia. Sejauh ini, Kementerian Pertahanan telah memesan 76 Su-57.

Kelebihan dan Kekurangan Su-57 Dibandingkan dengan F-35

“Dengan desain aerodinamisnya yang canggih dan kemampuan untuk mengontrol vektor dorong, Sukhoi sangat mementingkan kemampuan jelajah supersonik dan kemampuan manuver super. Sementara, konsep F-35 ditujukan untuk memastikan serangan sebelum musuh mendeteksi keberadaannya,” tulis Komsomolskaya Pravda, mengutip pernyataan Wang Yongqing, Kepala Perancang Institut Penelitian Teknik Pesawat Shenyang (Tiongkok).

Menurutnya, saat rudal Amerika meluncur ke arah Su-57, sang pilot akan memiliki banyak waktu untuk menghindari serangan dengan bantuan radar baru yang dapat melacak peluncuran rudal dari jarak jauh.

Pakar penerbangan Rusia Dmitry Smirnov juga mengamini pernyataan Yongqing. Dia memusatkan perhatian pada fakta bahwa di Amerika Serikat, teknologi siluman terus berubah dan volume penggunaannya pada pesawat baru menurun, termasuk pada F-35.

“Untuk teknologi siluman, kita harus membayar untuk kerusakan penerbangan dan sifat taktis pesawat dengan peningkatan biaya yang sangat besar: F-35 menelan biaya $100—120 juta, sedangkan Su-57 Rusia sekitar $ 3540 juta,” jelas sang pakar. 

Kekurangan F-35 dibandingkan dengan Su-57 adalah senjata yang lebih lemah, jangkauan terbatas, kecepatan jelajah subsonik, dan yang terburuk adalah jika terdeteksi, pesawat itu akan hancur karena tidak dapat menghindari serangan. Ini memberikan peluang taktis terbaik untuk saingan utamanya, Su-57.

Pada gilirannya, para ahli Amerika mengatakan bahwa kelemahan utama Su-57 adalah visibilitas radarnya. Namun, masih belum ada informasi yang terpercaya mengenai permukaan reflektif kedua jet tempur generasi ke-5 itu.

Bertaruh dapat mendaratkan pesawat dengan mata tertutup, pilot Soviet Aleksandr Klyuev menyebabkan kecelakaan yang menewaskan sebagian besar penumpangnya.