Rusia Tetap Gelar Parade Hari Kemenangan 9 Mei di Tengah Pandemi Corona

Alexander Vilf/Sputnik
Namun, hanya Angkatan Udara yang akan berpartisipasi.

Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan lampu hijau untuk pelaksanaan parade udara pada perayaan Hari Kemenangan 9 Mei, dalam rangka memperingati ulang tahun ke-75 tahun berakhirnya Perang Patriotik Raya (1941 – 1945). 

Sang pemimpin Rusia itu juga berjanji, parade di Lapangan Merah yang melibatkan lebih dari 14.000 tentara dan 300 peralatan militer, serta prosesi Resimen Abadi akan dilangsungkan ketika situasi pandemi virus corona (COVID-19) sudah membaik. 

Apa yang akan ditampilkan dan di mana menyaksikannya?

Parade udara diperkirakan akan berlangsung pada pukul 10.00 waktu Moskow (14.00 WIB). Berhubung swakarantina masih berlangsung, orang-orang yang tinggal di sepanjang lintasan parade udara di Moskow bisa menyaksikan dari jendela apartemen mereka. Sedangkan yang lain, dapat menyaksikannya melalui situs web dan saluran YouTube Kementerian Pertahanan Rusia. 

Sebanyak 75 pesawat dan helikopter direncanakan akan ambil bagian dalam parade udara.

Helikopter tempur dan transportasi dari pabrik utama helikopter Rusia Mil akan melintas di atas Lapangan Merah. Pawai udara dibuka oleh Mi-8 dan didampingi Mi-26 yang banyak digunakan oleh militer Rusia dan asing dalam operasi di seluruh dunia. Di belakangnya akan mengekor skuadron Mi-28s (Havocs), helikopter serang modern segala cuaca, yang dapat melakukan tugas pertempuran sambil terbang rendah dengan kecepatan tinggi. 

"Monster-monster udara" lain yang juga akan bergabung adalah Ka-52 'Alligator' atau yang dijuluki NATO sebagai helikopter serbu 'Hokum B', produksi pabrik helikopter Kamov. Helikopter-helikopter ini mengantongi reputasi sebagai satu-satunya helikopter yang dapat melakukan aksi dan aerobatik. Di Rusia, Ka-52 dan pendahulunya Ka-50 'Black Shark' telah dipilih sebagai helikopter pendukung pasukan khusus, sedangkan Mi-28 dipercaya sebagai helikopter tempur utama. 

Di belakangnya, menyusul pesawat jet pengangkut udara strategis terbesar di dunia An-124 Ruslan ('Condor'), yang seharusnya didampingi beberapa pesawat sistem peringatan dini dan kontrol udara A-59 ('Mainstay'). 

Jet tempur terbaik Rusia, MiG-29, Su-30SM dan Su-35S akan menutup parade udara yang telah dimprovisasi ini, dengan diakhiri aksi enam jet Su-25 yang akan menggambar bendera Rusia dengan semburan asap warna-warni. 

Jika situasi pandemi corona segera membaik, pelaksanaan Parade Hari Kemenangan secara keseluruhan kemungkinan akan digelar pada Juni. Namun, jika pada Juni keadaan masih belum normal, maka akan ditunda hingga September. Baca selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki