Putin Perintahkan Pencabutan Bertahap Swakarantina Mulai 12 Mei

Presiden Rusia Vladimir Putin saat memimpin pertemuan dengan para kepala daerah melalui konferensi video di kediaman negara Novo-Ogaryovo, Moskovskaya oblast, Selasa (28/4).

Presiden Rusia Vladimir Putin saat memimpin pertemuan dengan para kepala daerah melalui konferensi video di kediaman negara Novo-Ogaryovo, Moskovskaya oblast, Selasa (28/4).

Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, pencabutan swakarantina COVID-19 di Rusia dapat mulai dilakukan pada pertengahan Mei, dengan catatan jika masyarakat terus mematuhi aturan yang berlaku saat ini. Hal itu ia sampaikan dalam pidato video terbarunya, ketika ia memerintahkan perumusan strategi untuk mengembalikan Rusia ke fungsi normal, Selasa (28/4).

Putin juga menyatakan bahwa puncak pandemi corona di Rusia masih berada di depan.

“Kita telah belajar dengan cepat dari berbagai kesalahan dan sekarang tengah menghadapi tantangan baru,” ujar Putin.

Sang presiden juga mengumumkan beberapa hal penting lainnya dan mengeluarkan perintah lebih lanjut untuk menangani pandemi.

  1. Produksi Ventilator, respirator, dan tempat tidur khusus melebihi kuota, terkadang sepuluh kali lipat dibanding awal tahun. Produksi ventilator Rusia pada Januari berkisar 60 – 70 unit per hari, sedangkan pada April jumlahnya meningkat menjadi 800 unit. Peningkatan produksi respirator juga tumbuh dari 800.000 menjadi lebih dari 8,5 juta per hari. Produksi pasokan medis juga meningkat sembilan kali lipat. Jika sebelumnya Rusia hanya bisa memproduksi 2500 alat tes virus corona, sekarang jumlahnya naik menjadi lebih dari 150.000. Meski demikian, Putin mengakui bahwa kekurangan peralatan medis masih terjadi.
  1. Daerah-daerah ditugaskan untuk membuat 95.000 tempat tidur pada Pada 28 April. Beberapa daerah mengirimkan lebih dari kuota yang ditetapkan, sementara yang lain tidak dapat memenuhinya. “Solusi kemarin mungkin tidak cukup untuk menyelesaikan masalah besok,” ujar presiden, ketika dia memerintahkan setiap daerah dan sektor untuk tidak menghentikan produksi meski kuota mereka telah tercapai. “Kita harus bekerja secara preventif, saya ulangi. Kita juga harus siap untuk memberlakukan tindakan baru dan meningkatkan kesiapan kita untuk hasil apa pun,” tegas Putin.
  2. Rusia telah berhasil membendung aliran kasus harian berkat upaya jutaan warga negara yang mendengarkan pihak berwenang, tetapi upaya itu tidak boleh berhenti sampai di situ. Menurut Putin, Rusia saat ini tengah menghadapi tahap pandemi yang paling sulit sehingga ketertiban dan pengaturan harus diperhatikan di tingkat nasional selama masa yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Secara tak terduga, sang pemimpin Rusia mengungkapkan rencana untuk membawa negara yang dipimpinnya keluar dari mode darurat secara bertahap, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari tiap wilayah. Untuk itu, ia menguraikan langkah-langkah baru berikut:

  1. Penambahan hari nonkerja yang digaji selama tiga hari di sela hari libur nasional Hari Buruh Internasional(1 – 5 Mei) dan Hari Kemenangan (9 11). Dengan demikian, pemberlakuan hari nonkerja akan berlangsung hingga 11 Mei.
  2. Kepala daerah harus mempertahankan kekuatan mereka sehingga dapat bereaksi terhadap situasi virus corona di daerah masing-masing dan membuat keputusan secara terpisah dari daerah lain.
  3. Yang paling penting, sementara pencabutan masa swakarantina tidak dapat dilakukan di seluruh wilayah sekaligus, presiden telah memerintahkan lembaga pengawas konsumen 'Rospotrebnadzor' untuk bekerja bersama dengan kelompok kerja dewan negara mengembangkan serangkaian langkah untuk membawa negara kembali ke fungsi normal secara bertahap mulai 12 Mei. 

Putin menekankan, draf awal dari rencana itu harus sudah ada di mejanya sebelum 5 Mei.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal itu hanya dapat dilakukan jika jumlah kasus saat ini dapat dibendung dan tidak ada tantangan baru yang tidak terduga. Saat ini, di Moskow saja, rata-rata penambahan jumlah kasus COVID-19 lebih dari 2.000.

“Yang terpenting, kita harus belajar dari situasi yang belum pernah terjadi ini, menyesuaikan pelajaran yang didapat dengan kehidupan setelah pandemi corona berlalu, dan membuat perbaikan berkelanjutan pada cara hidup kita,” ujar sang pemimpin Rusia itu. 

Semasa pandemi virus corona (COVID-19), penjualan senjata api, amunisi, pisau dan stik bisbol di Rusia meningkat berkali-kali lipat. Apa yang sebenarnya terjadi? Baca selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki