COVID-19 di Mata Para Dokter Rusia

Ramil Sitdikov/Sputnik
Rusia tengah sibuk mempersiapkan diri menghadapi penyebaran virus corona secara massal. Dokter-dokter Rusia menyampaikan pandangan mereka terhadap virus yang hingga kini telah menyerang ratusan ribu orang di seluruh dunia tersebut.

Menurut data resmi pemerintah Rusia di situs web stopkoronavirus.ru hingga Kamis (26/3),  terdapat 840 kasus COVID-19 yang terkonfirmasi dan telah menelan dua nyawa. Angka tersebut tidak semenakutkan di Tiongkok atau Italia. Namun, setiap hari, jumlah kasus yang terkonfirmasi terus meningkat. Masyarakat menimbun grechka (gandum kuda), kertas toilet dan cairan antiseptik, orang-orang yang baru pulang dari luar negeri melakukan isolasi mandiri selama dua minggu, dan rumah sakit sedang bersiap-siap untuk melakukan mobilisasi jika terjadi keadaan darurat. 

Russia Beyond mewawancarai beberapa dokter Rusia tentang COVID-19 dan berapa lama situasi ini akan berlangsung.

"Itu bohong! Anak-anak juga terinfeksi ... " – Sergey Butry, Dokter Anak Klinik Rassvet dan bloger populer Telegram  "Catatan Dokter Anak": 

"COVID-19 bertahan lebih lama dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang umum —dua hingga tiga minggu dan kadang-kadang menyebabkan pneumonia yang luar biasa. Hanya pada saat itulah intervensi medis, rawat inap, ventilasi buatan, dan hal-hal lain yang Anda takuti perlu dilakukan. Di sini aturannya sederhana, jika Anda mulai mengalami sesak napas, segera kunjungi dokter. Tidak ada obat atau strategi yang efektif yang dapat mengurangi risiko sesak napas karena COVID-19.

Ada rumor yang mengatakan bahwa anak-anak tidak terinfeksi COVID-19 sama sekali, dan bahwa virus itu tidak berbahaya bagi orang tua. Itu bohong! Anak-anak juga terinfeksi, meski dalam bentuk yang lebih ringan dan lebih jarang. Dari sudut pandang epidemiologi, untuk penyakit apa pun, penderita tanpa gejala atau dengan gejala ringanlah yang paling berbahaya (karena orang lain tidak melindungi diri dari mereka). 

Menurut penelitian terbaru, sepuluh persen dari semua kasus COVID-19 persebarannya berasal dari penderita tanpa gejala. Selain itu, tambahkan juga kebiasaan memeluk dan mencium anak-anak yang memiliki tingkat higienis yang rendah. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa anak-anak mungkin lebih berbahaya bagi orang tua daripada orang dewasa. Saya akan merekomendasikan untuk membatasi sebanyak mungkin kontak anak-anak dengan kakek-nenek mereka, demi melindungi sang kakek dan nenek. Dengan kata lain, penyebaran virus melalui anak-anak harus menjadi hal terakhir yang dikhawatirkan saat ini."

Sumber 

"Tidak ada yang menarik atau menakutkan dengan virus ini." — Andrey Besedin, Dokter Umum Klinik GMS Moskow:

"Virus corona cukup aktif dalam tubuh manusia. Pada awal epidemi, kami sangat berharap bahwa kemungkinan penularan dari orang ke orang akan sangat kecil. Namun, terbukti bahwa virus itu telah bermutasi dengan sangat baik dan menempati ceruknya.

Virus itu akan tetap menyebar di planet ini selama bertahun-tahun yang akan datang dan akan menjadi virus musiman, serta akan bergabung dengan kelompok virus musiman klasik lainnya. Total infeksi saluran pernafasan atas yang disebabkan virus corona terdahulu (sebelum COVID-19) berjumlah sekitar 10 persen dalam suatu populasi pada satu musim. Namun, kita tidak mengarantina siapa pun. 

COVID-19 adalah virus saluran pernapasan bagian atas yang umum. Tidak ada yang menarik atau menakutkan dengan virus ini. Memang benar, virus itu menyebabkan sakit parah dan kematian pada orang tua. Namun, tidak ada yang luar biasa pada wabah yang kita lihat di Tiongkok. Kurang dari 100.000 orang yang terinfeksi di kota dengan populasi 20 juta itu, dan 81 persen di antaranya hampir tanpa gejala atau dengan ISPA ringan. 

Saat ini (dan ini adalah sesuatu yang bisa dibanggakan), kecepatan penelitian dan pemahaman tentang patogenesis infeksi virus corona ini adalah bidang ilmiah yang paling cepat berkembang dan paling responsif di dunia. Pertimbangkan jumlah informasi yang kita terima dalam waktu kurang dari tiga bulan. Bagi banyak infeksi, perlu waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan jumlah informasi yang serupa. 

Secara pribadi, saya ragu prospek pembuatan vaksin melawan virus corona. Penelitian sedang dilakukan. Baik Tiongkok dan Amerika Serikat mengerjakannya secara aktif, tetapi sayangnya, kita tidak memiliki satu pun hasil terkonfirmasi dari vaksin yang dibuat untuk melawan virus serupa dari subtipe yang sama. Untuk saat ini, itu tidak memungkinkan secara teknis."

Sumber  

"Mungkin saja epidemi ini hanya dapat diperangi oleh rezim totaliter ... " — Fyodor Katasonov, seorang dokter anak dan bloger:

"Masih terlalu dini untuk mengatakan virus corona yang baru akan menjadi virus musiman, tetapi itu sangat mungkin. Pandemi akan berakhir jika orang yang rentan atau terjangkit sudah habis. Namun, orang yang terjangkit sepertinya masih akan ada karena penularan akan tetap terjadi. Satu-satunya harapan adalah vaksin. Sementara untuk orang yang rentan, sejauh yang diketahui, virus corona tidak menciptakan kekebalan seumur hidup. Setelah penurunan musiman yang disebabkan oleh cuaca panas dan sinar ultraviolet yang tidak disukai oleh virus corona, epidemi dapat terulang kembali.

Mungkin saja epidemi ini hanya dapat diperangi oleh rezim totaliter, di mana Anda akan ditembak jika terinfeksi (seperti laporan berita palsu dari Korea Utara), atau karena melanggar jam malam. Tiongkok yang dikelola dengan ketat telah mengatasi epidemi ini dengan kesuksesan besar. Hanya 3.000 kematian dalam populasi 1,3 miliar. Itu adalah keberhasilan yang luar biasa. Saya tidak yakin hal ini dapat ditiru dalam sistem liberal, yang lebih menghargai hak asasi manusia. 

Sedangkan untuk kematian, virus corona yang baru jauh lebih berbahaya daripada flu musiman pada semua kelompok umur di atas 10 tahun. Namun, di antara pasien di bawah 50 tahun, tingkat kematian masih di bawah 1 persen. Kemungkinan besar, angkanya akan lebih rendah begitu puncaknya telah berakhir dan cara baru untuk melawan infeksi telah ditemukan. Tingkat kematian akibat COVID-19 cenderung lebih dekat dengan flu musiman. Epidemi Flu Spanyol (yang disebabkan oleh virus influenza A sub tipe H1N1, sama seperti flu babi 2009 dan sebagian besar flu musiman setiap tahun) jauh lebih berbahaya daripada virus corona yang baru."

Sumber

"Sebagai dokter, saya mendukung penutupan kota." — Denis Protsenko, Kepala Dokter Rumah Sakit Kommunarka Moskow, tempat perawatan sebagian besar pasien positif dan terduga COVID-19:

"Kami memiliki pasien berusia lebih dari 65 tahun, tetapi penyakit mereka tidak parah. Moskow tidak memiliki satu pasien pun yang menggunakan alat bantu pernapasan. Sembilan orang berada dalam perawatan intensif, tetapi mereka tidak dalam kondisi kritis.

Kami tidak tahu kapan epidemi akan memuncak. Kami hanya melakukan pekerjaan kami, dan tidak ada yang berubah. Saat ini banyak yang mengkritik sistem perawatan kesehatan, tetapi kami memiliki tim yang berjalan dengan baik. Saya mengagumi para dokter saya. Mereka bekerja lembur, dan ada juga sukarelawan yang datang ke rumah sakit. Media harus mengakhiri histeria ini. Kepanikan menjadi rintangan dan hal itu menyebabkan orang-orang mendatangi ke klinik tanpa alasan yang jelas sehingga menguras sumber daya yang ada.

Orang yang sehat tidak perlu mengenakan masker, itu tidak membantu. Dokter kami menggunakan masker FFP2 bersama dengan pakaian pelindung yang menutupi seluruh tubuh. Mengenakan masker seperti itu di jalan hanya akan menciptakan lebih banyak histeria pada orang-orang. Masker sendiri tidak akan mencegah penyebaran virus. Hanya isolasi diri yang paling ampuh. Sebagai dokter, saya mendukung penutupan kota. Pertanyaannya adalah: berapa biaya yang harus dibayar dan apakah itu tidak menjadi berlebihan. "

Sumber

Pada masa lalu, orang Rusia tidak mengerti mengapa karantina sangat penting selama wabah merebak, dan sering memprotesnya dengan keras sehingga malah memperburuk situasi.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki