Senjata-Senjata Pelindung Garis Pantai Rusia

Tekno&Sains
IGOR ROZIN
Perisai rudal pesisir Bastion dan Bal dirancang untuk melindungi seluruh garis pantai Rusia dari serangan musuh.

Pada 2027, Rusia berencana mempersenjatai kembali kekuatan pesisirnya dengan sistem rudal Bastion dan Bal yang baru, guna melindungi garis pantai dari serangan musuh.

Peningkatan pertahanan pesisir era 1970-an adalah prioritas nasional utama, mengingat luasnya garis pantai Rusia yang hampir dua pertiga dari total perbatasan negara.

Untuk melindungi daerah seluas itu, perancang senjata menciptakan sistem pertahanan pesisir generasi berikutnya, Bastion K-300, yang dipersenjatai dengan rudal antikapal supersonik Oniks.

Bastion K-300 dengan Rudal Oniks

Sistem ini dibuat khusus untuk memusnahkan skuadron angkatan laut pada jarak hingga 300 kilometer, sementara rudal antikapal oniks P-800 dirancang untuk menghindari sistem radar kuat yang dipasang pada kapal musuh.

"Semua kapal dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik yang dapat membutakan rudal yang mendekat. Data tentang objek segera dimuat setelah rudal dengan kecerdasan buatan mengunci target. Setelah itu, pelacakan melalui satelit tidak lagi diperlukan. Rudal itu kemudian dapat terbang ke sasaran secara mandiri, bahkan dalam kondisi peperangan elektronik," ujar analis militer Dimitry Savonov kepada Russia Beyond.

Kejutan tak menyenangkan untuk kapal musuh adalah kemampuan interaktif dari Rudal Oniks, yang dapat bertukar informasi tentang target dan mengarahkan ulang target jika diperlukan. Setiap rudal dapat meluncur dengan kecepatan 2.600 kilometer per jam dan membawa 200 kilogram bahan peledak, cukup untuk menghasilkan kerusakan serius dari lapis baja dan kapal perang modern mana pun.

Unit tembak Bastion mencakup empat peluncur yang hanya membutuhkan waktu lima menit untuk siap digunakan melawan armada yang mendekat. Tiap unit memiliki 24 rudal Oniks, termasuk proyektil cadangan di kendaraan pemuat.

Pada 2016, sistem Bastion dikirim pada tur tugas ke Suriah. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, di sana mereka menyaksikan aksi Bastion, termasuk penghancuran target darat.

"Rusia tidak memiliki musuh di perairan Suriah, oleh karena itu rudal berbasis kapal ditembakkan ke sasaran darat untuk menguji kinerja dan mengumpulkan data serangan. Karena tidak ada intruksi yang diterima untuk mendesain ulang atau meningkatkan rudal, dapat diasumsikan bahwa semua orang puas dengan hasilnya," jelas Savonov.

Bal dengan Rudal X-35

Sistem rudal pesisir Bal adalah "tambahan" untuk bastion. Sistem ini dapat beroperasi pada jarak dekat hingga 120 kilometer. Bal dilengkapi dengan rudal antikapal subsonik ketinggian rendah dengan hulu ledak untuk menghancurkan kapal-kapal yang perpindahannya tidak lebih dari 5.000 ton.

Menurut Savanov, perbedan utama antara kedua sistem adalah jenis targetnya. Bastion diciptakan untuk menghancurkan kapal perusak besar, sedangkan Bal untuk melindungi garis pantai Rusia dari pasukan pendaratan kelas korvet.

Unit tembak Bal memiliki hingga empat peluncur, dua pos komando dan kontrol, dan sejumlah transloader dengan proyektil cadangan.

Tiap unit memiliki 64 rudal X-35, yang merupakan senjata segala cuaca dan dapat dioperasikan kapan saja, baik siang atau malam, hujan atau angin, serta dapat mengatasi gangguan elektronik.

Berkat sistem panduan modernya, Bal dapat menembak hingga enam target laut secara bersamaan. Rudal dapat diluncurkan dari balik penghalang alami atau buatan hingga setinggi 1 kilometer, seperti tebing pantai atau pegunungan. Artinya, sistem ini dapat ditempatkan di daerah terlindung, jauh dari intelijen musuh.

Menurut Institut Internasional untuk Studi Strategis, Angkatan laut Rusia memiliki lebih dari 40 sistem Bal yang ditempatkan di sekitar infrastruktur laut utama. Beberapa tahun terakhir, sistem ini telah memperkuat persenjataan aktif unit pertahanan pesisir di Arktik, Krimea, dan Timur Jauh Rusia.

India, Tiongkok, dan Turki bersedia menanggung sanksi yang dikenakan AS untuk memiliki sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Ini alasannya.