Aspid, Pistol Masa Depan Dinas Keamanan Rusia

Michael Voskresensky/Sputnik
Kementerian Dalam Negeri Rusia dan Garda Nasional akan menerima senjata generasi baru untuk melawan teroris di lingkungan perkotaan.

Pada pertengahan Februari lalu, saya berkesempatan menguji pistol Aspid kaliber 9 x 19 mm buatan pabrik senjata Rusia TsNIITochMash.

Pistol ini dinamai menurut jenis ular beracun yang hidup di daerah tropis dan subtropis (aspid berarti ular asp/aspis). Pada dasarnya, pistol Aspid merupakan kelanjutan pistol Udav kaliber 9 x 21 mm keluaran TsNIITochMash yang dikirim ke Kementerian Pertahanan Rusia tahun lalu.

Senjata baru ini digadang-gadang sebagai pengganti potensial pistol yang kini digunakan personel Kementerian Dalam Negeri dan Garda Nasional Rusia. Pistol itu pun diharapkan akan tersedia di klub-klub menembak di seluruh Rusia.

Lantas, senjata macam apa yang kemungkinan akan menggantikan pistol Makarov dan Yarygin ini?

Kesan Pertama

Dari luar, senjata baru itu lebih besar daripada pistol Makarov dan Yarygin. Aspid terasa berat di tangan karena pegangannya lebih besar, terutama jika dibandingkan dengan gagang Makarov yang “kecil” dan Yarygin yang “ringkas”.

Sebagaimana yang diakui salah satu pengembang selama pengujian, semua perancang membuat senjata sesuai keinginan mereka masing-masing. Melihat tangan rekan saya yang berbahu lebar, saya yakin senjata ini tidak dirancang untuk orang yang berperawakan seperti petinju Nikolai Valuev ....

Kalau ini pistol Glock, dan kita berada di AS, saya akan lari ke toko senjata terdekat dan membeli pegangan lain untuk saya sendiri. Namun, ini Rusia. Anda harus membiasakan diri dengan apa yang tersedia atau menunggu hingga TsNIITochMash mengeluarkan semacam add-on atau perangkat tambahan.

Desain

Bagian atas pistol (baut, laras, dan pelatuk) terbuat dari logam paduan (campuran dari logam atau sebuah campuran logam dan elemen lainnya). Breechblock geser yang halus di sepanjang frame pistol merupakan fitur yang bagus. Bagian itu pun sangat lentur, tidak seperti pendahulunya (Makarov dan Yarygin) yang membuat tangan sakit setelah menembak cukup lama.

Bisa dibilang, ini merupakan keunggulan operasional Aspid.

Bagian bawah Aspid (gagang dan frame) terbuat dari “serat karbon standar industri penerbangan”. Pegangan pistol dibuat lebar dan terasa halus di tangan saat menembak.

Bicara tentang kemudahan pengoperasian, menurut saya pribadi, senjata itu kalah dari pistol-pistol asing di pasar sipil, seperti Beretta, Glock, CZ, dll. Dengan Aspid, si penembak membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan jangkauannya. Dalam hal ini, pistol Eropa dan pistol Amerika lebih ramah pengguna.

Bagian bawah frame memiliki rel untuk memasang penanda laser (LTD) dan lampu taktis di bawah laras. Karena dimensi pistol, Anda membutuhkan kedua tangan untuk menembakkannya.

Nantinya, tim desain TsNIITochMash berencana untuk menambahkan rel Picatinny dan, tak menutup kemungkinan, alat bidik collimator.

Kontrol

Aspid memiliki kontrol dua sisi. Keduanya sama-sama cocok baik untuk tangan kanan maupun kiri.

Pistol ini memiliki penjepit keamanan tipe Makarov, tipe standar pistol Rusia, di bagian belakang laras. Sekali lagi, dua sisi.

Pelatuknya berukuran besar, sangat cocok saat mengenakan sarung tangan taktis. Terlebih lagi, mekanisme pelatuk menggunakan sistem aksi ganda.

Pistol ini tidak memiliki slide stop. Setelah magazen terisi penuh, pistol masuk ke posisi tempur dan siap menembak.

Karena rel Picatinny terletak di bawah pistol, kita bisa memasang penunjuk target apa pun pada senjata ini. Tak hanya itu, peredam pun bisa dipasang pada versi pasukan khusus, tetapi tidak pada model standar.

Pada dasarnya, opsi penyesuaian pistol tersebut habis sampai situ. Meski demikian, TsNIITochMash berjanji untuk memperbaiki kekurangan ini di masa depan.

Pistol Udav yang baru mampu menembus pelat lapis baja setebal 4 mm dari jarak 50 meter. Nantinya, pistol ini akan bersaing dengan PL-15 Kalashnikov untuk menjadi senjata dasar baru pasukan Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki