Akankah ‘Terminator’ Menjadi Robot Sepenuhnya?

Tekno&Sains
NIKOLAY LITOVKIN
Insinyur-insinyur militer tengah sibuk meningkatkan kemampuan ‘Terminator 2’. Beberapa sistemnya kini dikendalikan dari jarak jauh sehingga membuatnya lebih mematikan dari sebelumnya.

Insinyur-insinyur Rusia telah mulai mengerjakan versi baru kendaraan tempur pendukung tank ‘Terminator-2’. Dalam beberapa tahun terakhir, kemunculan ‘Terminator 2’ memang telah membuat heboh dunia militer. Versi baru kendaraan tempur itu disebut-sebut sebagai salah satu teknologi yang paling dinanti untuk meningkatkan kemampuan militer Rusia dalam waktu dekat.

‘Terminator-2’ diciptakan sebagai unit pendukung tank untuk pertempuran perkotaan jarak dekat. Senjata ini bahkan telah berhasil melakukan debutnya di Suriah dalam pertempuran melawan ISIS. Namun, versi baru kendaraan tempur ini, ‘Terminator 3’, dapat membawa hingga empat peluncur rudal Ataka 9M120, dua meriam meriam otomatis 2A42 30 mm, dua peluncur granat AG-17D, dan satu senapan mesin koaksial PKTM 7,62 mm.

Terminator-3

Insinyur-insinyur Uralvagonzavod, yang menciptakan ‘Terminator’, saat ini tengah bereksperimen untuk mengintegrasikan teknologi tanpa awak ke dalam unit pendukung tank tersebut.

“Saat ini, Kementerian Pertahanan Rusia telah memesan satu set ‘Terminator’ lima awak. Namun, para perancang juga memiliki versi kendaraan tiga awak, yang sejumlah fungsinya dioperasikan oleh komputer yang bisa mengubah ‘Terminator-2’ menjadi turret kendali jarak jauh di medan perang,” kata Dmitry Safonov, mantan analis militer surat kabar Izvestia, kepada Rusia Beyond.

Menurut Safonov, sementara pengendali jarak jauh mengoperasikan persenjataan ‘Terminator’, para awak dapat fokus mengoperasikan kendaraan tempur itu, mengurangi visibilitasnya dari pasukan musuh, dan akhirnya menghancurkan musuh dengan senjata-senjata beratnya.

Para insinyur bahkan mempertimbangkan untuk membuat ‘Terminator-3’ sepenuhnya robotik, tetapi ini tak akan terjadi dalam waktu dekat. “Ini bukan hanya masalah teknologi, tetapi juga masalah yuridis. Proyek ini akan dikerjakan dalam beberapa tahun mendatang,” kata Safonov menambahkan.

Kini, para insinyur juga tengah berupaya mengintegrasikan sistem pertahanan udara tambahan karena kendaraan tempur itu rentan terhadap serangan helikopter tempur yang mampu menembakkan rudal dari jarak hingga lima kilometer.

“Semua modifikasi dan model baru ini akan diungkap kepada publik dalam dekade mendatang. Untuk saat ini, kita akan melihat apa yang baru ditambahkan ke ‘Terminator’ selama pameran militer Army 2018 mendatang di pinggiran Moskow,” kata sang pakar menyimpulkan.

Militer Rusia tak pernah berhenti berinovasi. Pada Parade Hari Kemenangan bulan lalu, misalnya, ada setidaknya tiga peralatan militer yang tampil untuk pertama kalinya di hadapan publik.