Foto-Foto Stalin yang Dulu Terlarang Dilihat Orang Soviet

Getty Images, Archive photo, Russia Beyond
Kehidupan Stalin disembunyikan begitu rapat dari rakyatnya. Hal itu terlihat jelas setelah arsip-arsip Bolshevik dideklasifikasikan. Sensor tersebut mencakup banyak foto yang tidak pernah terlihat sebelumnya.

Kehidupan Pengasingan pada Masa Lalu 

Selama hidupnya sebagai seorang pengobar revolusi, tidak kurang dari lima kali Joseph Stalin dikirim ke pengasingan di Siberia, tempat ia menghabiskan lebih dari sepuluh tahun masa hidupnya. Ia pernah ditangkap beberapa kali dan hidup dengan bergonta-ganti wanita. Sekali waktu, sang diktator pernah dipukuli karena menodai gadis petani berusia 14 tahun. Ia kerap menjalin hubungan hingga memiliki anak-anak tak sah. Setelah menjanjikan untuk menikahi pasangannya, ia pun melarikan diri ke kota-kota lain, tempat ia melanjutkan kegiatan revolusionernya.

Semua penangkapan dan pengasingan didokumentasikan dalam berkasnya, lengkap dengan foto-fotonya. Namun, setelah Stalin manaiki tampuk kekuasaan, foto-foto itu dianggap tidak menguntungkan. Stalin yang tak tersentuh dan diidealkan tanpa akhir memang menghadirkan citra seorang pengobar revolusi yang berantakan, tetapi juga masih mirip dengan penjahat biasa.

Namun demikian, ada sejumlah kecil pejabat di Partai Komunis yang secara aktif mencari dan mengumpulkan foto-foto dari periode kehidupan yang sangat ingin dikubur Stalin. Namun, begitu memulai, mereka malah berakhir di pengadilan militer dan menjemput ajal didepan regu tembak. Setelah itu, berkas-berkas Stalin ditarik dari berbagai arsip daerah dan diamankan di Kremlin. Rakyat Soviet baru bisa melihat secara sekilas tentang Stalin yang diasingkan setelah kematiannya. 

Kehidupan Pribadi

Keluarga Stalin, terutama anak-anaknya, sangat penting. Arsip rumahnya sangat terlarang bagi hampir semua orang.

Stalin dengan putrinya Svetlana, 1936.

Surat kabar tidak pernah menerbitkannya dan tidak ada yang pernah melihat arsip itu selain orang-orang dalam lingkaran politik terdalam sang pemimpin. Pada 1930-an – 40-an, setiap rekaman kehidupan Stalin di luar pesta selalu ditandai ‘Sangat Rahasia’. 

Stalin bersama putrinya Svetlana dan Sergei Kirov.

Stalin terutama tidak senang ketika sebuah foto tertentu jatuh ke tangan wartawan, yang bahkan lebih buruk bahwa foto itu jatuh ke tangan wartawan asing. Itu adalah foto Yakov, putranya, yang ditangkap oleh Nazi. Foto putranya yang dipenjara dan tampak kurus kering dilihat oleh seluruh dunia. Mesin propaganda Jerman bahkan mengedarkan desas-desus bahwa Yakov setuju untuk bekerja sama dengan mereka. Akan tetapi, tetap saja tidak ada seorang pun di Uni Soviet yang melihat foto itu. Akses ke setiap foto itu dijaga ketat di bawah kendali negara. Hal yang sama berlaku untuk putra tertua Stalin, yang fotonya belum pernah dilihat sama sekali oleh rakyat Soviet. 

Yakov terlibat konflik berkepanjangan dengan ayahnya. Dia pernah mencoba menembak dirinya sendiri di salah satu pertengkaran mereka, tetapi gagal. Sejak saat itu, Stalin kerap mengejek Yakov dengan selalu mengatakan, "Ha, kamu meleset!"). Dalam memoarnya “Dvadsat pisem k drugu' (Dua Puluh Surat untuk Teman), satu-satunya anak perempuan Stalin, Svetlana Allilluyeva, mengenang, “setelah Pertempuran Stanlingrad, dalam salah satu pertemuan kami yang jarang  pada musim dingin 1943 -- 44, ayah memberi tahu saya: ‘Orang Jerman menawarkan untuk menukar Yakov dengan salah satu orang mereka ... mereka kira saya akan bernegosiasi dengan mereka. Tidak! Perang adalah perang!'”

Wajah Stalin yang Tak Diedit

Kulit Stalin tertutup bekas luka akibat cacar yang ia derita saat berusia tujuh tahun. Sementara itu, setiap warga negara Soviet benar-benar yakin bahwa sang pemimpin terlihat sempurna (terutama untuk orang seusianya). Foto-foto resmi menggambarkan wajahnya yang halus, segar, dan rambutnya halus serta terawat. Semua foto-foto itu telah banyak dipoles dan diperbaiki. Kulitnya yang tidak rata disembunyikan dan usianya dimudakan sekitar sepuluh tahun. 

Pekerjaan memperbaiki foto yang melelahkan sering dilakukan di hadapan Stalin, termasuk banyak foto-foto lain, selain potretnya.

Pesaing yang Terhapus

Belakangan, foto-foto kelompok juga menjadi sasaran pemolesan. Kapan pun Stalin hendak menindas sekutu atau lawannya, ia menyebut mereka sebagai "musuh rakyat" dan membuang mereka dari foto. 

Praktek ini dilakukan dengan menggunakan bahan kimia. Anggota partai yang tidak diinginkan dihapus sedemikian rupa dari negatif foto sehingga tidak ada yang akan mengira bahwa mereka pernah ada di dalam foto. Sementara foto-foto lain yang sempat dicetak sebelumnya, terlarang untuk dilihat.

Ini terjadi pada foto-foto bersama Trotsky, Bukharin, Tukhachevsky, Yezhov dan banyak tokoh utama politik lainnya. 

Ejekan adalah cara yang efektif untuk melawan Stalin di Barat. Mengejek dianggap bisa mengurangi rasa takut terhadap sang diktator Soviet yang perkasa. Klik di sini untuk membaca selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki