Soviet Pasca-Stalin: Dari De-Stalinisasi hingga Eksplorasi Ruang Angkasa

AP
Pada 1950-an, Uni Soviet memasuki era liberalisasi parsial. Akibatnya, penyensoran lebih longgar dan korban-korban penindasan direhabilitasi secara massal. Ini merupakan terobosan besar setelah era Stalin yang brutal.

Militer Soviet pada Perang Korea

Foto kamera senjata MiG-15 diserang F-86 Sabre AS selama Perang Korea pada 1952 – 1953.

Meski tak terangan-terangan mengaku, Uni Soviet secara aktif mendukung Korea Utara dalam perang melawan tetangganya, Korea Selatan. Selain memasok senjata dan peralatan militer, Uni Soviet mengirim banyak tenaga ahli dan pilot militer untuk melindungi objek-objek strategis Korea Utara dari serangan pesawat musuh.

Uni Soviet ikut Olimpiade

Atlet Soviet, pemenang medali perunggu cabang estafet 4 x 100m: Boris Tokarev, Lev Kalyayev, Levan Svanidze, dan Vladimir Sukharev.

Pada 1952, Uni Soviet untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam Olimpiade. Pada Olimpiade Musim Panas XV di Helsinki, kontingen Soviet memenangkan 71 medali (22 emas, 30 perak, dan 19 perunggu). Dalam peringkat tim tak resmi, Uni Soviet bertengger pada posisi kedua, di bawah AS.

Kematian Stalin

Prosesi pemakaman Josed Stalin melalui kamera asisten atase tentara AS Mayor Martin Manhoff dari balkon kedutaan.

Pemakaman Josef Stalin, yang meninggal pada 5 Maret 1953, dihadiri puluhan ribu orang. Selama prosesi tersebut, terjadi kerusuhan besar-besaran yang berujung pada kematian ratusan orang. Meski begitu, jumlah korban yang sesungguhkan tak pernah dipublikasikan.

Pembentukan KGB

Pada 1954, Komite Keamanan Negara yang terkenal, dengan lambang “pedang dan perisai Partai Komunis”, didirikan. Disingkat KGB, dinas keamanan Soviet ini dikenal secara internasional dan selalu dikaitkan dengan Rusia hingga akhir kejayaan Uni Soviet.

Peluncuran PLTN pertama Soviet

Pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di dunia milik Akademi Ilmu Pengetahuan Uni Soviet (Obninsk). Panel kendali.

Pada 1954, PLTN pertama Uni Soviet diluncurkan di kota Obninsk, 96 km dari Moskow. PLTN itu juga merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di dunia yang diintegrasikan ke dalam jaringan listrik komersial.

Kampanye jagung Nikita Khrushchev

Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev di Ladang Pertanian Kolektif Stalin di Nevinnomyssk, Stavropolsky Krai, 1958.

Pada pertengahan 1950-an, Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev meluncurkan kampanye jagung besar-besaran di Uni Soviet. Jagung dianggap bisa mengatasi masalah kelangkaan pakan ternak. Tanpa memperhatikan kondisi atau kesesuaian iklim, jagung ditanam di mana-mana, bahkan di ladang-ladang yang biasanya ditanami gandum. Akibatnya, Uni Soviet malah kekurangan daging, susu, dan bahkan roti.

Pendirian Pakta Warsawa

Delegasi Soviet hadir untuk penandatanganan Pakta Warsawa pada 14 Mei 1955.

Soviet tidak bereaksi terhadap pendirian NATO hingga Republik Federal Jerman (FRG, alias Jerman Barat) bergabung dengan aliansi tersebut pada 1955. Bergabungnya Jerman Barat adalah pelanggaran langsung terhadap Perjanjian Potsdam. Padahal, perjanjian itu sepakat melucuti dan mendemiliterisasi Jerman. Pada 9 Mei, Jerman Barat secara resmi menjadi anggota NATO. Lima hari kemudian, 14 Mei, negara-negara sosialis menandatangani Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Bersama, yang umumnya dikenal sebagai Pakta Warsawa. Sejak itu, lahirlah “NATO Soviet”.

Awal de-Stalinisasi dan Pencairan Khrushchev

Kongres Partai Komunis yang ke-20.

Selama pidatonya pada Kongres Partai Komunis yang ke-20, Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev dengan keras mengecam pemujaan terhadap kepribadian dan kediktatoran Josef Stalin. Ini adalah titik balik dalam sejarah Uni Soviet. Negara itu memasuki era liberalisasi parsial dalam kehidupan politik, sosial, dan budaya, penyensoran yang lebih longgar, rehabilitasi dan pembebasan tahanan GULAG, dan hidup berdampingan secara damai dengan Barat. Era ini yang dikenal dengan istilah Pencairan Khrushchev.

Pemberontakan Hongaria

Tank-tank lapis baja Soviet di Budapest, 1956.

Pada 1956, muncul demonstrasi anti-Soviet besar-besaran di Hongaria yang didukung dinas-dinas keamanan Barat. Pada 1 November, pemerintah Hongaria yang baru mengumumkan pengunduran diri dari Pakta Warsawa. Tak tinggal diam, Soviet segera memadamkan api berbahaya di jantung Eropa.

Festival Pemuda dan Pelajar Sedunia di Moskow

Warga ibu kota menyambut para tamu dari Amerika Selatan pada Festival Pemuda dan Pelajar Sedunia yang ke-6 di Moskow.

Festival Pemuda dan Pelajar Sedunia (WFYS), yang diadakan di Moskow pada 1957, menarik 34.000 anak muda dari 131 negara. Selama dua minggu musim panas, Moskow menggelar banyak konser dan aneka pertunjukan, pemutaran film, pameran seni, seminar ilmiah dan budaya, kuliah umum dan berbagai pertemuan, kontes intelektual, dan kompetisi olahraga. Festival ini memperkenalkan orang-orang Soviet pada celan jin dan rock 'n' roll.

Satelit buatan pertama Bumi

Salinan satelit buatan pertama yang diluncurkan Uni Soviet pada 4 Oktober 1957.

Pada 4 Oktober 1957, Uni Soviet memulai era eksplorasi ruang angkasa. Satelit buatan pertama Bumi diluncurkan ke orbit bumi rendah. Selama 92 hari mengorbit, Sputnik 1 memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari kepadatan atmosfer bagian atas, yang tak pernah diketahui sebelumnya.

Kasus Boris Pasternak

Meski negara memasuki era liberalisasi parsial, pemerintah Soviet tak membiarkan terlalu banyak kebebasan. Boris Pasternak adalah contoh kasus yang sempurna. Ketika pada 1957 ia berusaha menerbitkan novelnya, “Dokter Zhivago”, yang berlatarkan peristiwa selama Revolusi Rusia, Pasternak harus menghadapi kampanye intimidatif yang dirancang untuk melawannya. Diterbitkan di Barat, novel itu justru disambut hangat. Pada 1958, sang penulis bahkan dianugerahi Hadiah Nobel untuk Sastra berkat karyanya itu.

Kunjungan pertama pemimpin Soviet ke AS

Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev tersenyum ketika ia memegang seekor kalkun putih besar pada 16 September 1959 di Beltsville, Maryland, AS.

Pada 15 September 1959, untuk pertama kalinya dalam sejarah seorang pemimpin Soviet berdiri di tanah Amerika. Selama dua minggu kunjungan, Nikita Khrushchev melihat kota New York, Los Angeles, Washington, Pittsburgh, dan San Francisco. Lebih dari 5.000 jurnalis melaporkan kunjungannya, sebuah rekor untuk masa itu.

Stilyagi

Stilyagi adalah kaum hipster, dandy, beatnik, dan Teddy Boy Soviet. Mereka mewakili kelompok budaya alternatif pertama di Uni Soviet. Dengan pandangan apolitis dan kekaguman terhadap gaya berpakaian Amerika, mereka bercita-cita untuk memakai label asing dan mendengarkan musik Barat. Masyarakat Soviet memperlakukan Stilyagi dengan buruk: mereka dikritik, diejek, dan bahkan sering kali diringkus polisi.

Selama beberapa dekade, Pakta Warsawa terlihat sangat kuat dan solid. Namun, “kaki” raksasa aliansi militer Blok Timur itu ibarat terbuat dari tanah liat dan dengan cepat runtuh tanpa serangan dari luar.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki