Apa yang Dilakukan Anak-anak Soviet di Taman Bermain?

Pulau Kunashir, Januari 1991.

Pulau Kunashir, Januari 1991.

V. Titov/TASS
Sebelum era internet dan ponsel pintar, anak-anak yang tumbuh di masa Uni Soviet harus lebih kreatif untuk menikmati waktu mereka — dan lapangan adalah oasis mereka.

Lapangan kecil yang nyaman yang terselip di antara blok-blok kota adalah alam semesta bagi kebanyakan anak-anak urban di masa Soviet dan Rusia pada tahun 1990–an. Di area semacam itu, jauh sebelum kehadiran media sosial dan dunia virtual, anak-anak membina pertemanan, bermain, berkelahi, dan nongkrong dari subuh hingga petang, atau sampai ibu mereka memanggil mereka untuk pulang. Meskipun tak ada "Kementerian Budaya Taman Bermain", anak-anak dari Kaliningrad hingga Vladivostok melakukan permainan yang hampir identik, dan walau terpisah jarak ribuan kilometer, mereka berbagi impian kanak-kanak yang serupa. Seperti apa dunia yang penuh keajaiban tersebut?

Permainan luar ruangan

Anak-anak sepulang sekolah di Gogol Bulvar, Moskow, April 1988.

Permainan yang dimainkan biasanya spesifik untuk laki-laki atau perempuan, tapi ada juga yang melibatkan keduanya. Secara umum, permainan-permainan tersebut terinspirasi dari berbagai kemampuan dan kontes. Lompat jongkok melatih kemampuan melompat, sedangkan "Cossack dan Bandit" mengajarkan anak-anak untuk main petak umpat dan berlari.

Salah satu permainan yang paling populer di kalangan anak perempuan adalah lompat Prancis (rezinochki). Tiga anak perempuan memegang sebuah tali elastis panjang yang membentuk sebuah lingkaran, dan dua pemain berdiri di tengah sementara pemain yang melompat memeragakan sejumlah gerakan yang sangat sulit. Lingkaran secara betahap naik hingga lutut, paha, dan pinggang kedua pemain, dan jika pemain yang kebagian melompat cukup cekatan tali bisa sampai dada! Jika pelompat membuat kesalahan, maka ia bertukar posisi dengan salah satu pemegang tali.

Permainan favorit lain adalah "Penjaga". Dua pemain berdiri di sisi lapangan yang berlawanan dan melempar sebuah bola, mencoba mengenai pemain lain yang bergerak untuk menghindari bola. Jika bola mengenai Anda, maka Anda harus meninggalkan lapangan. Pemain terakhir yang tersisa harus menghindari bola sebanyak angka usianya, ditambah satu. Jika gagal, Ia harus bertukar tempat dengan pemain yang mengenainya.

Anak laki-laki kerap bermain voynushka (perang), kadang melawan anak-anak dari lapangan tetangga. Terdapat jabatan yang sama seperti di dunia orang dewasa: tentara, jenderal, mata-mata, dan kriptografer (tim menciptakan kode mereka sendiri untuk berkomunikasi).

Irama aneh pengiring permainan

Anak-anak bermain dengan seekor anjing, Krimea.

Tiap permainan punya aturan dan irama pengiring. Misalnya permainan suit Gunting-Batu-Kertas. Ketika anak-anak mulai bermain, mereka berteriak “Tsu-E-Fa”. Frasa tersebut tak punya makna dalam bahasa Rusia, tapi dalam bahasa Mandarin itu berarti “Silakan, mulai” (permainan datang ke Rusia dari Tiongkok pada tahun 1920-an). Di beberapa wilayah, anak-anak mengatakan “kamano, margano, tsu-e-fa", "chi-chi-ko", "u-e-fa", (“satu-dua-tiga”). Mungkin ada ratusan cara anak-anak menggumamkan irama ini.

Ketika anak-anak harus memilih peran, mereka menghitung: “Eniki-benikieli vareniki, eniki-beniki-klyots! Vyshel Sovetskymatros” (eniki dan beniki memakan vareniki, eniki-beniki-klyots! Pelaut Soviet pergi). Demikian, bagaimana anak terakhir dipilih. Sebagian percaya bahwa “enik” dan “benik” adalah nama anak-anak, namun yang lain mengatakan ini adalah irama Latin kuno yang dimodifikasi.

Ada pula irama yang lebih sederhana untuk memilih pemain: “Di beranda Emas duduk. Tsar, anak tsar, raja, anak raja, pembuat sepatu, penjahit. Akan menjadi siapakah kamu?”

Pemainan rima “Angsa,” mirip di berbagai negara, namun perbedaannya di Rusia ialah permainan tersebut menggunakan puisi. Seorang anak berdiri di tengah lingkaran pemain-pemain yang berpegangan tangan, dan tiap anak menyebut satu kata dari kalimat “Seekor angksa terbang ke langit biru membaca koran nomor lima” (atau nomor lain) Seorang anak menyentuh anak lain, dan anak terakhir berupaya agar tidak disentuh.

Mengunyah bunga

Apa yang dilakukan anak-anak Rusia saat mereka ingin mengunyah sesuatu? Bukan, bukan permen karet — benda itu baru datang ke Rusia pada tahun-tahun terakhir Uni Soviet. Mereka malah mengunyah bunga, dan beberapa memiliki cita rasa yang sangat enak.

Lungwort (Pulmonaria Obscura) memiliki rasa manis dan mengingatkan pada rasa selai. Lilac berkelopak lima dipercaya memiliki kekuatan magis, serta diburu dan dipetik dalam jumlah banyak.

Di musim dingin, anak-anak bermain salju dan serpihan es, menciptakan banyak hal yang luar biasa. “Saat saya masih kecil, terdapat banyak salju di musim dingin,” kata seorang manajer pemasaran, Valentina Pakhomova dari Sankt Peterburg. “Ketika ada salju tebal, saya dan kakak saya serta teman-temannya membuat benda-benda dari salju di depan taman kami. Mereka membuat meja, tempat tidur, bahkan sebuah kulkas. Dan kami senang bermain di sana. Kami tak punya kegiatan lain di musim dingin, dan orangtua kami selalu menyuruh kami keluar untuk menghirup udara segar.”

“Saya dan teman saya mengumpulkan shadberry dan berpura-pura menjadi tuan putri,” kata Tamara Grigorieva, seorang guru dari Moskow. “Menghabiskan waktu bersama teman-teman di lapangan jauh lebih menyenangkan dibanding gawai masa kini. Permainan dan komunikasi di dunia nyata selalu memberi pengalaman yang lebih kaya untuk kehidupan dibanding di dunia virtual.”

Tak mau pulang

Anak-anak bermain di luar ruangan.

Para ibu akan mengawasi anak-anak mereka dari jendela dan berteriak saat waktunya untuk pulang makan siang, kata Tamara. “Tetangga saya, Bibi Luba, sering duduk bersama saya. Ia tinggal di lantai 5 dan berteriak dari atas, tapi saya terlalu pemalu untuk berteriak balik.”

“Kami bermain di taman dengan gadis tetangga dan orang tua saya akan mengawasi saya dari rumah karena mereka bisa melihat kami dari jendela,” kenang blogger dari Moskow Daria Sokolova. “Nenek saya membolehkan paman saya bermain bola di lapangan; mereka tinggal di lantai 12 dan ia terlalu malas untuk berteriak, maka ia biasanya menggantung bendera merah untuk memberi sinyal bahwa sudah waktunya pulang.”

Semua anak di lapangan saling mengenal satu sama lain. Anak-anak bermain dan remaja berpacaran, sementara lansia duduk di kursi dan membicarakan para remaja. “Di masa kanak-kanak, semuanya tampak penuh sihir, bahkan di lapangan Anda,” kata Tamara. “Kemudian, saat tumbuh besar, saya baru sadar bahwa pacar saya punya telinga yang aneh, leluconnya bodoh, dan sihir itu entah bagaimana menghilang.”

Apakah Anda merindukan taman bermain Anda di masa kanak-kanak? Beritahu kami di kolom komentar.

Tentu pada era Uni Soviet banyak permen yang menjadi favorit bagi anak-anak masa itu. Tahukah Anda permen apa saja itu?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki