Pemberontakan Pugachyov: 5 Pertanyaan tentang Pemberontakan Terbesar dalam Sejarah Rusia

Sejarah
ALEXÉI TIMOFÉICHEV
Pemberontakan yang dipimpin oleh seorang Kosak bernama Yemelyan Pugachyov, yang juga dikenal sebagai Perang Petani, sempat mengguncang Kekaisaran Rusia pada akhir abad ke-18. "Hantu Pugachyov" ini seakan-akan terus membayang-bayangi Kekaisaran Rusia hingga kejatuhannya pada 1917. Rusia Beyond mencoba menjawab lima pertanyaan utama yang berkaitan dengan revolusi ini.

1. Apa istimewanya pemberontakan yang dilakukan Pugachyov?

Pemberontakan Pugachyov dimulai pada September 1773 dan secara cepat menyebar dari wilayah tengah Rusia hingga ke Siberia. Lebih dari satu juta orang tercatat telah terlibat dalam pemberontakan melawan pihak penguasa Kekaisaran Rusia, sehingga bangsa Bashkir, Tartar dan bangsa-bangsa lainnya bersatu karena akibat yang sama. Pemberontakan terakhir mereka karena menentang perubahan yang diterapkan pada cara hidup lama mereka. Di Rusia sendiri belum pernah terjadi kerusuhan yang begitu luasnya sampai adanya dua revolusi yang terjadi pada awal abad ke-20 yang menyebabkan kejatuhan Kekaisaran Rusia.

Pada saat puncak-puncaknya, pemberontakan Pugachyov berhasil mengumpulkan tentara dengan 100.000 kekuatan tentara yang terorganisasi dengan baik dengan dipimpin oleh seorang Kosak bernama Yemelyan Pugachyov, merapatkan barisannya menuju Moskow dan membuat pemerintah Kekaisaran Rusia harus mempertahankan kota dengan banyak meriam.

Saat itu, Rusia yang berada di bawah kendali Yekaterina II harus mencari jalan keluar yang lebih cepat untuk menyelesaikan perang antara Rusia dan Turki (yang pada saat bersamaan juga sedang memuncak) sehingga Yekaterina II harus memindahkan pasukan terbaiknya untuk menekan pemberotakan di dalam negeri. Seorang sastrawan besar Rusia, Aleksandr Pushkin pun turut terpukau dengan keberadaan Pugachyov ini, sampai-sampai ia menulis dua karya yang menceritakan tentang pemimpin pemberontakan ini.

2. Siapakah Pugachyov?

Pugachyov adalah seorang yang berhasil mengguncangkan Kekaisaran Rusia hingga ke inti-intinya, hingga melibatkan orang-orang Kosak di wilayah sungai Don. Pugachyov awalnya bergabung dengan ketentaraan Rusia. Ia menjadi tentara yang pemberani yang kemudian membelot. Sebagai buronan, ia pernah tertangkap beberapa kali oleh tentara pemerintah, namun ia selalu menemukan cara untuk melarikan diri. Pada Desember 1773, ia menjadi pemicu pemberontakan kecil di wilayah Kosak Ural dan melakukan pembuatan undang-undang sendiri.

Orang-orang Kosak yang awalnya menikmati status khusus di Rusia karena kewajiban militer mereka dan dikenal sebagai kelompok masyarakat yang terlatih untuk menjadi pejuang teramping dan menakutkan. Namun beberapa hak istimewa mereka dicabut orang pemerintah pusat sehingga mereka memberontak. Pemberontakan ini dipelopori oleh Pugachyov dan ia segera mengumumkan diri sebagai Imperator Pyotr II (tsar yang terbunuh beberapa dekade sebelumnya). Pugachyov berhasil menyatukan kelompok Kosak yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah saat itu.

3. Mengapa pemberontakan tersebut berhasil?

Pemberontakan berlangsung bahkan lebih dari setahun dan menghasilkan semacam efek bola salju karena pihak berwenang meremehkan kelompok yang mendukung gerakan mereka. Akhirnya, pemerintah terpaksa menfokuskan banyak sumber daya untuk menghentikan gerakan tersebut. Sayangnya, pemberontakan mereka masih terus ada, bahkan semakin menyebar.

Terlepas dari kenyataan bahwa pasukan pimpinan Pugachyov mengalami kekalahan dalam sebagian besar pertempuran melawan pasukan Yekaterina II, tetap saja banyak orang yang bergabung dengan pasukan Pugachyov di setiap wilayah yang dilaluinya. Sebagian besar orang yang bergabung berasal dari golongan tani.

Pada abad ke-18, kehidupan para petani semakin memburuk karena menguatnya praktik perbudakan. Sejarawan prarevolusi Vasily Semevsky berpendapat bahwa dengan adanya gerakan Pugavhyov, para petani semakin menunjukkan keinginannya, yakni kebebasan dan tanah milik untuk diri mereka sendiri.

4. Apa saja rencana Pugachyov?

Aspirasi yang diwujudkan Pugachyov dalam manifesto pada Juli 1774 oleh para sejarawan dianggap sebagai puncak pemberontakannya. Atas nama Imperator Pyotr III, ia menyatakan bahwa para petani memiliki hak atas tanah yang mereka tanami. Ia juga membebaskan para petani dari pajak dan bea. Manifesto yang dibuat Pugachyov tersebut memberi petani status yang sama dengan orang Kosak.

Namun hal tersebut hanya bagian pertama dari dokumennya yang terkenal itu. Di sisi lain, ia juga mendesak pendukungnya untuk "menangkap, mengeksekusi dan menggantung" setiap bangsawan yang menentang kebijakannya. Para pendukung Pugachyov segera mematuhi perintahnya. Banyak yang kehilangan nyawa saat terjadi pemberontakan tersebut. Di salah satu wilayah, pernah tercatat bahwa sebanyak 348 dari 1425 bangsawan tewas terbunuh. Para pemberontak memburu korbannya secara brutal. Misalnya saat mereka menduduki wilayah Tatishchevksaya, mereka menguliti komandan lawan yang tertangkap, menikam istrinya, dan memerkosa serta membunuh anak perempuannya.

5. Bagaimana pihak berwenang menangani para revolusioner?

Pasukan pemerintah tak kalah kejamnya dengan pasukan Pugachyov. Demi menekan pemberontakan, mereka tak segan-segan membunuh ribuan orang. Banyak di antara tahanan yang diberi cap "pencuri" dengan besi panas di dahi mereka sebelum pada akhirnya dikirim ke penjara yang mengerikan di Siberia.

Pugachyov dan pendukungnya akhirnya berhasil dikalahkan dan ditangkap pada Agustus 1774. Namun ia berhasil lolos (seperti biasanya) bersama beberapa pengikutnya. Nahas baginya karena ia dikhianati dan kembali berhasil ditangkap dan dikirim ke Moskow di dalam jeruji kayu kecil. Petugas yang bertanggung jawab atas transportasi pengiriman Pugachyov adalah komandan yang terkenal Aleksandr Suvorov.

Di Moskow, Pugachyov mendapatkan hukuman pancung. Pugachyov tetap tenang dan berani saat menghadapi algojo yang siap memancung kepalanya. Sebelum dipancung, ia berlutut dan meminta agar rakyat Rusia memaafkannya.

Pemerintah Kekaisaran Rusia mencoba menghapus namanya dari sejarah. Rumah Pugachyov dibakar dan desa tempat kelahirannya diganti namanya. Bahkan sungai tempat ia memulai pemberontakan pun diganti dari Yaik menjadi Ural. Pada saat yang sama, pemikir liberal Rusia Pyotr Struve pernah menulis bahwa Pugachyov membuka jalan bagi upaya penghapusan perbudakan yang pada akhirnya dilaksanakan oleh Tsar Aleksandr II hampir seabad setelahnya, tepatnya pada tahun 1861.