Terkait Suriah, Rusia-AS Memiliki Pertentangan Konseptual yang Sangat Tajam

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

TASS
Amerika tak bisa merusak seluruh dunia, kata wamenlu Rusia.

Moskow dan Washington memiliki “pertentangan konseptual yang sangat tajam” terkait krisis di Suriah, demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov kepada Sputnik.

“Saat ini kami sedang dalam tahap pertentangan konseptual yang sangat tajam dengan orang-orang seperti perwakilan AS untuk PBB yang mencoba untuk menggaungkan aspek moral tanpa memiliki pembenaran untuk hal itu,” kata Ryabkov.

Ryabkov menyebut kehadiran AS di Dewan Kemanan PBB kian memperburuk tragedi di Suriah demi mengejar tujuannya sendiri, mengingat situasi diplomatik yang sulit ini juga didorong oleh penolakan dunia atas tujuan AS.

“Ini merupakan trauma besar dan masalah mendasar untuk pembangunan Amerika secara keseluruhan. Mereka tidak dapat mengatasinya sendiri, dan untungnya mereka tidak dapat merusak seluruh dunia. Ini merupakan sumber latar belakang kesulitan emosional yang harus kami hadapi,” tutur Ryabkov.

Komentar tersebut disampaikan beberapa hari setelah pejabat AS bicara mengenai kemungkinan penangguhan kerja sama dengan Rusia dalam menyelesaikan konflik Suriah. AS menuduh Rusia gagal mencegah serangan tentara Suriah di Aleppo, sementara Rusia menganggap AS gagal menaati kesepakatan bulan lalu untuk memisahkan teroris dari kelompok moderat dan kelompok oposisi.

Pada 9 September lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengumumkan rencana perdamaian baru untuk mengatasi konflik di Suriah. Perjanjian gencatan senjata tersebut kemudian gagal karena berbagai macam pelanggaran, dan memicu pertempuran besar antara pemerintah Suriah dan kelompok militan di Aleppo. Pemerintah Suriah kemudian mengumumkan berakhirnya gencatan senjata.

Kerja Sama Rusia-AS di Suriah Belum Berakhir

AS belum menangguhkan kerja sama dengan Rusia terkait konflik Suriah, namun AS dapat melakukan langkah tidak terduga kapan saja, terang Ryabkov.

Sementara, mengomentari kemungkinan kontak selanjutnya dengan AS, Ryabkov mengatakan bahwa prospek tersebut tidak pasti, namun Rusia mendorong untuk terus memperjuangkan akses bantuan kemanusiaan, melawan kelompok teroris, dan memastikan proses penyelesaikan politik di Suriah.

“Kami meminta AS untuk bekerja seperti yang dilakukan militer kami, yang tetap menjaga hubungan dengan AS, menghubungi orang-orang yang dapat mengamankan akses bantuan kemanusiaan yang penting dengan peta dan dengan pemahaman atas apa yang sedang terjadi,” tutupnya.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More