Diduga Lakukan Pencucian Uang, Warga Rusia Ditangkap di Thailand

Penangkapan tersebut dilakukan atas perintah FBI.

Seorang warga Rusia bernama Dmitry Ukrainsky ditangkap di Thailand atas perintah FBI karena dituduh melakukan penipuan dan pencucian uang, demikian dilaporkan TASS, Rabu (3/8).

"Berdasarkan hasil investigasi awal, Ukrainsky melakukan pencurian senilai lebih dari 7,5 juta rubel (112.057 dolar AS) di Moskow pada periode April – Mei 2013, dengan modus penipuan. Ia beraksi bersama kelompok kriminal terorganisir," kata perwakilan Kantor Kejaksaan Umum Rusia. Selain itu, ia diduga melakukan pencurian sebesar 28,5 juta dolar AS dengan mengirim malware ke email korban dan malware tersebut menginformasikan nama pengguna dan kata sandi akun bank online di AS, Australia, Jepang, Inggris, Italia, dan Jerman.

Penahanan Ukrainsky dilakukan pada 15 Juli lalu di dekat rumahnya di Pattaya, Thailand, dan ia langsung dibawa ke markas tahanan kepolisian imigrasi di Bangkok. Menurut pihak kepolisian Thailand, ia mungkin diekstradisi ke AS berkaitan dengan keputusan pengadilan setempat. Namun, Kantor Kejaksaan Umum Rusia dan Kementerian Luar Negeri Rusia telah menghubungi pemerintah Thailand untuk melindungi hak dan kebebasan warganya serta mencegah ekstradisi yang tak adil ke Amerika. Kedutaan Rusia di Thailand juga mengajukan protes pada Kementerian Luar Negeri Thailand yang menyatakan bahwa ekstradisi warga negara Rusia ke AS tak bisa diterima dan isu tersebut harus diselesaikan secara eksklusif dalam kerangka kerja hukum.

Pada Senin (1/8), Wakil Jaksa Umum Rusia Viktor Grin menandatangani dokumen yang membahas prosedur ekstradisi dan kemungkinan deportasi Ukrainsky ke Rusia.

Menurut juru bicara Kantor Kejaksaan Umum Rusia Alexander Kurennoi, yang saat ini berada di Thailand mendampingi delegasi Rusia, Dmitry Ukrainsky dituduh melanggal Pasal 159, Ayat 4 dalam Kode Kriminal Rusia.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More