Pembangunan Kilang Minyak Tuban Menyerap 50 Ribu Tenaga Kerja

Pembangunan kilang minyak ini juga akan membantu perkembangan ekonomi mikro di daerah sekitar proyek dan menekan angka pengangguran.

Pembangunan kilang minyak ini juga akan membantu perkembangan ekonomi mikro di daerah sekitar proyek dan menekan angka pengangguran.

Reuters
Kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar membuat pemerintah berharap masyarakat bisa ikut andil dalam pembangunan kilang minyak di Tuban.

Pembangunan kilang minyak perusahaan Rusia Rosneft di kota Tuban, Jawa Timur, membutuhkan sekitar 50 ribu pekerja proyek, demikian disampaikan Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussien, Kamis (28/07), seperti dilansir situs resmi pemerintah kota Tuban.

Kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar tersebut membuat pemerintah Tuban berharap masyarakat bisa ikut andil dalam pembangunan kilang minyak itu. Hal itu, menurut Noor, juga akan membantu perkembangan ekonomi mikro di daerah sekitar proyek dan menekan angka pengangguran.

”Kami berharap keberadaan proyek kilang minyak ini dapat mengurangi angka pengangguran. Masyarakat berkesempatan mendirikan berbagai usaha kecil di sekitar proyek, seperti tempat makan, kos-kosan, dan berbagai usaha lain,” tutur Noor.

Saat ini, Rosneft masih melakukan uji kelayakan dan proses pembebasan lahan terkait proyek ini. Berdasarkan keterangan resmi di situs pemerintah Tuban, sang wakil bupati berharap warga tidak mempersulit pihak investor dalam pembebasan lahan.

Untuk memulai pembangunan kilang minyak, mereka butuh lanah yang statusnya memang sudah jelas bersih. Jika pembebasan lahan belum benar-benar tuntas, Rosneft belum bisa memulai proyek mereka,” terang Noor yang menjabat sebagai wakil bupati periode kedua.

Rosneft dan Pertamina akan menggunakan lahan milik Perhutani untuk proyek pembangunan kilang minyak Tuban yang berada di pinggir Pantai Utara, wilayah Wadug dan Mentoso, Kabupaten Tuban.

Rosneft menyebutkan kapasitas produksi minyak mentah utama kilang minyak Tuban dapat mencapai 15 juta ton per tahun. Proyek tersebut termasuk pembangunan unit pemecah bahan bakar katalis besar dan kompleks petrokimia. Diperkirakan, kompleks ini mampu menerima kapal tanker dengan kapasitas hingga 300 ribu ton.

Berdasarkan jadwal, pembangunan tersebut akan selesai pada 2021.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More