Menlu Turki Bantah Siap Beri Izin Rusia Gunakan Markas Incirlik

Sang menteri menyatakan Turki siap bekerja sama dengan Rusia dalam memerangi ISIS, namun isu penggunaan markas udara Incirlik belum dibahas.

Turki siap bekerja sama dengan Rusia dalam memerangi kelompok teroris ISIS, tapi isu kemungkinan penggunaan markas udara Incirlik oleh Rusia belum dibahas, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu dalam rapat kabinet, Senin (4/7).

"Kami mengatakan bahwa kami mau bekerja sama dalam memerangi ISIS. Misalnya, kami sudah menyediakan markas Incirlik bagi pesawat dan pasukan negara-negara koalisi (yang dipimpin AS)," kata Çavuşoğlu.

"Kami juga mau bekerja sama dengan Rusia untuk menumpas ISIS, tapi saya belum bicara tentang izin penggunaan markas udara Incirlik bagi militer Rusia. Media Turki salah paham tentang ini (pernyataan sebelumnya yang disampaikan sang menteri -red.) dan hal itu juga terjadi pada media Rusia," katanya menjelaskan.

Çavuşoğlu mengatakan, Presiden Turki Tayyip Erdoğan "sudah mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan sebelum insiden pesawat (penembakan pesawat pengebom Rusia oleh AU Turki pada November 2015 -red.) untuk bekerja sama menggempur ISIS."

Juru bicara Kemenlu Turki sebelumnya menyampaikan pada Senin lalu di stasiun televisi TRT, menyinggung pergulatan melawan ISIS dan penggunaan markas udara Incirlik.

"Kami bersedia bekerja sama dengan semua pihak yang memerangi ISIS. Kami membuka markas Incirlik bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan pertempuran langsung. Mengapa tak bekerja sama dengan Rusia dengan cara serupa?" katanya, mengacu pada kerja sama dalam perang melawan ISIS.

Menurut Çavuşoğlu, kata-kata tersebut diintepretasikan secara salah oleh media Turki dan Rusia sebagai kesiapan Ankara menyediakan markas udara Incirlik untuk pesawat Rusia. 

Saat ini, Ankara baru mengizinkan AS, Jerman, Inggris, Qatar, dan Arab Saudi untuk menggunakan markas Incirlik.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS. 

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More