Turki Minta Maaf, Gazprom Siap Lanjutkan Dialog Pembangunan Turkish Stream

Gazprom telah membuka peluang dialog terkait pembangunan Jalur Pipa Gas Turki yang terbentang di Laut Hitam.

Perusahaan gas Rusia Gazprom siap melanjutkan dialog dengan Ankara terkait pembangunan ‘Turkish Stream’ (jalur pipa gas Turki) setelah Moskow menerima surat permintaan maaf dari presiden Turki atas penembakan pesawat tempur Rusia di Suriah. Demikian hal tersebut diberitakan RT.

Pada Senin (27/6) lalu, Juru Bicara Gazprom Sergey Kupriyanov mengatakan bahwa perusahaannya telah membuka peluang dialog terkait pembangunan jalur pipa gas Turki yang terbentang di Laut Hitam.

Gazprom dan perusahaan gas Turki Botas telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pembangunan ‘Turkish Stream’ sejak 2014 lalu.

Jalur pipa sepanjang 1.100 kilometer tersebut akan memiliki empat saluran dan berkapasitas hingga 63 miliar meter kubik (bcm) gas.

Berdasarkan pada MoU tersebut, sekitar 16 bcm akan ditujukan untuk memasok kebutuhan Turki, sementara 47 bcm sisanya akan didistribusikan ke Eropa melalui perbatasan Turki-Yunani.

Namun, Moskow sempat menunda negosiasi proyek ini sebagai sanksi atas penembakan pesawat tempur Rusia oleh AU Turki di wilayah udara Suriah pada 24 November 2015.

Pada Senin (27/6) lalu, Kremlin menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima surat permintaan maaf dari Presiden Erdoğan atas insiden penembakan pesawat bom Rusia oleh AU Turki yang menewaskan satu pilot Rusia.

Dalam surat tersebut, Erdoğan menyebut Rusia sebagai “teman dan mitra strategis” bagi Ankara.

Sejak awal ketegangan hubungan kedua negara, Moskow telah menjelaskan bahwa upaya perbaikan hubungan dengan Ankara tidak akan terwujud jika Turki tak meminta maaf. Namun, perlu waktu lebih dari setengah tahun hingga Turki mau meminta maaf pada Rusia dan memulai pemulihan hubungan bilateral.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.