2035, Rusia Tingkatkan Pasokan Minyak Dua Kali Lipat untuk Asia Pasifik

Perusahaan Rusia Zarubezhneft tengah mencari celah untuk mengakuisisi aset perusahaan Malaysia Petronas.

Rusia akan meningkatkan pasokan dan produk minyak untuk negara-negara Asia Pasifik sekitar 1,8 – 2,2 kali lipat pada 2035, demikian disampaikan Menteri Energi Rusia Alexander Novak, Jumat (20/5).

Wilayah Asia Pasifik saat ini merupakan pengendali pertumbuhan konsumsi sumber day energi, tutur Novak. "Hal ini objektif. Sejumlah besar konsumen berada di sana. Terkait pasokan sumber daya energi, strategi energi nasional mengasumsikan pengiriman ke wilayah Asia Pasifik akan meningkat 1,8 – 2,2 kali lipat dibanding saat ini. Hal tersebut berlaku secara relatif untuk minyak dan produk minyak. Jumlah pasokan LNG akan meningkat dari tujuh hingga sembilan kali lipat, termasuk India," kata Novak.

Sementara, perusahaan Zarubezhneft mungkin akan mengakuisisi aset Petronas Malaysia.

"Zarubezhneft tertarik pada aset Petronas. Kedua pihak masih menegosiasikan hal tersebut," tuturnya.

Menurut Novak, Zarubezhneft tengah mempelajari peluang untuk memasuki proyek di Malaysia. Zarubezhneft sangat berpengalaman dalam meningkatkan efektivitas ladang yang sudah ada, serta menawarkan jasa dan partisipasinya.

Perusahaan migas Malaysia Petronas memiliki wewenang untuk mengembangkan dan memproduksi minyak dan gas alam di seluruh wilayah negara tersebut.

Petronas merupakan salah satu perusahaan energi terbesar di Asia Tenggara dengan jumlah pegawai sebanyak 40 ribu orang.

Kilang Minyak di Indonesia

Sang menteri juga menyampaikan bahwa teknologi Rusia akan digunakan dalam pembangunan kilang minyak di Indonesia.

"Kita bicara mengenai penggunaan teknologi Rusia, terutama di bidang konstruksi pabrik. Hal ini menguntungkan Rusia dari sisi ekspor perangkat Rusia dan ekspor teknologi Rusia. Selain itu, terdapat pula kemungkinan pengiriman bahan mentah Rusia," tuturnya.

Novak menyebutkan saat ini telah tercapai kesepakatan untuk membangun kilang minyak di Indonesia bekerja sama dengan perusahaan minyak milik pemerintah Rusia, Rosneft.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More