Pakar: Rusia dan ASEAN Punya Pemahaman Bersama dalam Kebijakan Regional

"Saat ini, kita perlu menempatkan fondasi ekonomi di bawah pemahaman politik satu sama lain dengan ASEAN," kata Rektor MGIMO.

Rusia telah mencapai level pemahaman yang tinggi dengan ASEAN di bidang kebijakan regional dan urusan keamanan, demikian disampaikan Rektor Institut Negeri Hubungan Internasional Moskow (MGIMO) Anatoly Torkunov pada TASS.

"Selama dua dekade bermitra dengan Rusia, negara-negara Asia berkembang dengan basis prinsip ASEAN sebagai pemeran utama," kata Torkunov, yang merupakan akademisi Russian Academy of Sciences dan Kepala Kelompok Cendekiawan Rusia-ASEAN menjelang KTT Rusia-ASEAN.

"Di sekeliling asosiasi tersebut, situs interaksi multilateral, seperti Forum Regional ASEAN untuk Keamanan (ARF), Konferensi Asia Timur (EAS), serta Rapat Plus Kementerian Pertahanan ASEAN (ADMM-Plus) dibangun," tuturnya.

"Dalam kerangka kerja format-format tersebut, ASEAN memainkan peran sebagai koordinator untuk menetapkan agenda, sementara Rusia bepartisipasi penuh dan mendukung asosiasi tersebut sebagai moderator," kata Torkunov.

Ia menyebutkan, peran tersebut tak dipercayakan pada ASEAN secara kebetulan.

"Kelompok negara tersebut menampilkan keinginannya akan hegemoni, mereka tak takluk atas tekanan informasi, psikologis, maupun kekuatan," kata Torkunov.

Pertemuan Rusia dengan negara-negara anggota ASEAN akan digelar di Sochi pada 19 – 20 Mei mendatang dan merupakan acara internasional terbesar Rusia pada 2016.

ASEAN terdiri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar dengan populasi lebih dari 600 juta jiwa. Asosiasi ini bertujuan mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya, serta memperkuat perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara.

Rusia telah menjadi mitra dialog ASEAN sejak Juli 1996. Pada Desember 2005, pertemuan Rusia-ASEAN pertama digelar di Kuala Lumpur. Saat ini, anggota pertemuan menandatangani deklarasi kerja sama dengan Rusia.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More