Pakar: Media Barat Ciptakan Stereotip Baru Terhadap Rusia

Media Barat telah menciptakan dan sekaligus mengembangkan stereotip baru terhadap Rusia di dunia

Media Barat telah menciptakan dan sekaligus mengembangkan stereotip baru terhadap Rusia di dunia. Demikian hal tersebut disampaikan Direktur Pusat ASEAN Institut Negeri Hubungan Internasional Moskow (MGIMO) Victor Sumsky kepada RBTH Indonesia seusai pertemuan Konferensi Regional Klub Diskusi Valdai, di Jakarta, Jumat (27/11).

"Memang sebagian negara (di Asia) masih punya stereotip atau mengasosiasikan Rusia seperti Uni Soviet dulu. Namun, sekarang ada stereotip baru terhadap Rusia yang berkembang dan diciptakan oleh media Barat," ujarnya.

"Media yang objektif dalam membuat pemberitaan mengenai Rusia memang sangat dibutuhkan."

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Komite Nasional Rusia atas Riset BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) Georgy Toloraya. Menurutnya, Rusia harus mengembangkan lebih banyak upaya untuk membuat citra positif negaranya sekaligus untuk memahami mentalitas Asia demi melawan stereotip negara tersebut di Asia.

"Kami sering kali tidak mengerti pandangan masyarakat Asia terhadap isu global. Saya pikir, hal ini harus diperbaiki (dari sisi Rusia). Kami harus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, tak hanya ekonomi dan politik. Tak lupa, Rusia juga harus terus mempromosikan kebijakan 'soft power' di Asia," kata Toloraya.

Berbagai cendekiawan dari Rusia, Indonesia, dan negara-negara Asia lainnya berkumpul di Jakarta untuk membicarakan prospek kerja sama Rusia dan Asia Pasifik. Dengan tema, "Apa Tujuan Asia di Era Asia?", Konferensi Klub Diskusi Valdai — yang mewadahi para intelektual dan ilmuwan Rusia dan negara lain, para diplomat, pebisnis, serta tokoh masyarakat — berusaha mencari jawaban atas pertanyaan kunci mengenai perubahan yang dihadapi Asia.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

Baca selanjutnya

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki