Gencar Promosikan Media Rusia, Alexey Volin: Publik Butuh Media Alternatif

Dalam setiap pertemuan, delegasi media Rusia menawarkan berbagai peluang kerja sama dengan media Rusia. Foto: Fauzan Al-Rasyid/RBTH Indonesia

Rusia secara aktif memperkenalkan medianya kepada pemerintah dan pebisnis di Indonesia. Delegasi media Rusia yang tiba pada Minggu (22/3) lalu di Jakarta telah bertemu dengan beberapa pemangku kepentingan di industri media Tanah Air. Pada Selasa (24/3) kemarin, delegasi yang dipimpin Wakil Menteri Telekomunikasi dan Media Massa Federasi Rusia Alexey Volin ini berkunjung ke MNC Corporation, Lembaga Penyiaran Publik TVRI, dan Media Group.

Dalam setiap pertemuan, delegasi media Rusia menawarkan berbagai peluang kerja sama dengan media Rusia. Sementara, pihak Indonesia menjelaskan secara rinci iklim media di dalam negeri berikut dengan tantangan dan peluang industri media dalam negeri.

Volin bersama seluruh anggota delegasi aktif memperkenalkan setidaknya dua media Rusia, yaitu Russia Beyond the Headlines (RBTH) dan Russia Today (RT).

Menurut Volin, publik membutuhkan media alternatif. Dalam kaitannya dengan pemberitaan mengenai Rusia terkait krisis di Ukraina, Volin menyatakan, media di Indonesia kerap hanya mengambil referensi dari media-media Barat.

Hal serupa juga disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin dalam sesi dialog yang dihadiri para delegasi media Rusia, perwakilan media-media di Indonesia, dan pihak Kemenkominfo di Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, pada Senin (23/3). Galuzin menyayangkan media Indonesia yang kurang memperkaya informasi dan perspektif mengenai Rusia dari media Rusia.

"Selama ini, media Indonesia kerap memberitakan Rusia, khususnya terkait konflik di Ukraina, secara tidak berimbang. Sering kali media Indonesia hanya mengacu pada referensi media Barat," kata dubes.

Dalam pertemuan dengan Media Group pada Selasa (24/3) sore kemarin, Volin menyatakan, tidak ada media yang seratus persen berimbang. Namun, media harus bisa membuat publik lebih berpikir, kritis, dan menganalisis, bukan hanya sekedar mempercayai media. Volin juga menyatakan, ketidakseimbangan informasi di media (mengenai Rusia) dikarenakan sifat malas jurnalis untuk memperkaya dirinya dengan berbagai informasi dan perspektif.

"Seorang jurnalis harus bisa mengombinasikan, menyaring, dan menelaah berbagai informasi yang ia terima dari berbagai sumber, bukan hanya menyalinnya begitu saja. Itu tidak boleh dilakukan," kata Volin.

Volin juga menyebutkan, di Indonesia ada banyak jurnalis yang malas. Namun, ia menegaskan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. "Mereka tidak mau bekerja keras sehingga melupakan banyak hal," papar Volin. "Dalam kaitannya dengan Indonesia, bagi mereka memang lebih mudah untuk mengambil informasi dari media-media Barat ternama, daripada melakukan sedikit riset di internet dan mencari berbagai informasi alternatif dari media Rusia. Media Rusia tidak hanya tersedia dalam bahasa Rusia, tetapi juga dalam bahasa Inggris, bahkan kini kami memiliki situs berita yang berisi segala hal mengenai Rusia dalam bahasa Indonesia: RBTH Indonesia," katanya menambahkan.

Volin bersama beberapa pemimpin eksekutif media Rusia tiba di Jakarta pada Minggu (22/3). Hari ini, delegasi Rusia dijadwalkan akan berkunjung Telkomsel dan XL Axiata sebelum bertolak ke Bandung pada sore nanti.

Rusia dan Indonesia Aktif Bahas Kerja Sama Keamanan Internet

Rusia dan Indonesia dilaporkan aktif membahas kerja sama dalam bidang keamanan internet. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Telekomunikasi dan Media Massa Federasi Rusia Alexey Volin selaku pemimpin delegasi dalam sesi konferensi pers di kediaman Duta Besar Rusia di Jakarta, Senin (23/3).

Baca selengkapnya >>>

Alexey Volin: Kebebasan Berekspresi di Rusia, Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Wakil Menteri Telekomunikasi dan Media Massa Federasi Rusia Alexey Volin menjelaskan, Rusia menjamin kebebasan berekspresi bagi seluruh warga negaranya. Menurut Volin, seluruh warga Rusia boleh mengemukakan segala macam idenya di ruang publik, tapi tetap harus bertanggung jawab. 

Baca selengkapnya >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.