Ramzan Kadyrov Bertemu Perwakilan Oposisi Suriah

Pertemuan tersebut dihadiri oleh penegak hukum, politisi, serta tokoh masyarakat dan keagamaan yang merupakan anggota Komite Rekonsiliasi Nasional.

Perdamaian di Suriah hanya bisa dicapai saat masyarakat Suriah berkonsolidasi untuk melawan musuhnya, demikian disampaikan pemimpin Republik Chechnya, Kaukasus Utara, Ramzan Kadyrov pada Minggu (15/11) dalam pertemuan dengan perwakilan oposisi internal Suriah.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh penegak hukum, politisi, serta tokoh masyarakat dan keagamaan yang merupakan anggota Komite Rekonsiliasi Nasional.

"Saya ingatkan bahwa teroris dari 51 negara pernah bersatu hendak menghancurkan Rusia di Chechnya. Tak ada satu negara pun yang membantu Rusia saat itu. Untuk mencapai perdamaian di Suriah, masyarakat harus bersatu dan mengalahkan musuh mereka. Amerika dan Barat melakukan segala cara untuk membuat konflik terus berlangsung," tulis Kadyrov dalam akun jejaring sosialnya.

Ia menyebutkan bahwa delegasi Suriah meminta agar Kadyrov menyampaikan rasa terima kasih Suriah pada pemerintah dan seluruh masyarakat Rusia atas dukungan serta solidaritas mereka. Delegasi Suriah mengaku senang bisa datang ke Chechnya 'untuk melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana tugas memerangi terorisme internasional dan restorasi republik diselesaikan'.

"Mereka menegaskan Damaskus selalu menjadi mitra strategis Rusia dan kini warga Suriah menggantungkan harapan pada Moskow karena sadar bahwa Barat tak melakukan apa-apa untuk memerangi mereka yang telah membunuh para perempuan, lansia, anak-anak, dan kini menghancurkan kota dan desa-desa," kata Kadyrov.

Penyelesaian akhir krisis Suriah hanya bergantung pada masyarakat dari negara itu sendiri, lanjut Kadyrov, dan menambahkan bahwa warga Chechnya yang berperang bersama ISIS tak bisa dianggap perwakilan mereka. "Mereka bukan orang Chechnya," katanya.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Terorisme >>>

 

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More