Pejabat Rusia Sebut Charlie Hebdo Sebagai 'Antek ISIS'

Pada Kamis (12/11), majalah tersebut kembali mempublikasikan kartun mengenai kecelakaan pesawat jet Rusia A321 di Semenanjung Sinai yang menewaskan 224 orang.

Kartunis yang bekerja untuk majalah Prancis Charlie Hebdo tak punya moral kemanusiaan, demikian disampaikan perwakilan khusus Rusia untuk Hak Asasi Manusia Konstantin Dolgov melalui akun Twitternya.

"Jiwa Charlie Hebdo yang dangkal menunjukkan mereka tak sama dengan jurnalisme ataupun kebebasan bicara, atau bahkan moral kemanusiaan," tulis Dolgov.

Menurut Wakil Kepala Komite Keamanan dan Perlawanan Terorisme Majelis Rendah Duma Rusia Irina Yarovaya, aksi majalah tersebut didesain untuk memelihara terorisme, dan itu 'sungguh memalukan bagi Prancis'.

"Agresi bentuk baru yang ditunjukkan oleh Charlie Hebdo adalah terorisme internasional yang memiliki elemen yang sama dengan sadisme dan bertujuan menghancurkan kesejahteraan dan stabilitas sosial, serta bermuatan politik," tuturnya pada reporter, Kamis (12/11).

"Teknologi penghancuran melalui informasi digunakan dengan basis sistemik saat ini. Majalah ini merupan antek ISIS," lanjut Yarovaya.

 

Pada Kamis (12/11), majalah tersebut kembali mempublikasikan kartun mengenai kecelakaan pesawat jet Rusia A321 di Semenanjung Sinai yang menewaskan 224 orang. Kali ini, gambar berbau seksual ditempatkan di halaman sampul. 

Sementara, Kedutaan Rusia di Paris menyampaikan bahwa mereka menerima banak surat dari masyarakat Prancis yang merasa malu atas tindakan warga setanah-airnya. 

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Baca lebih banyak mengenai Terorisme >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More