Sembilan Pilihan Oleh-Oleh Makanan Khas Rusia

Artyom Geodakyan/TASS
Jika Anda bosan membawakan matryoshka atau topi ushanka, cobalah beli makanan-makanan berikut sebagai buah tangan.

Selai Kerucut Pinus

Rusia adalah gudangnya aneka selai. Beberapa di antaranya bahkan mungkin belum pernah Anda dengar, apalagi cicipi. Yang paling “eksotis” mungkin terbuat dari kerucut pinus. Orang-orang biasanya mengumpulkan kerucut pinus selama musim semi dan memakannya pada musim gugur dan musim dingin sebagai penawar lelah, obat sakit tenggorokan, paru-paru basah, dan kurang tidur. Selai, atau varenye dalam bahasa Rusia, bisa dibeli di hampir semua pasar dan pusat-pusat pebelanjaan. Sebuah setoples selai di pasar swalayan Azbuka Vkusa, misalnya, dijual seharga 298 rubel (sekitar 67 ribu rupiah).

Kaviar

Kaviar merupakan salah satu hidangan paling populer di Rusia. Baik kaviar merah maupun hitam di Rusia jauh lebih murah daripada, katakanlah, di Eropa (apalagi jika dibeli di daerah Timur Jauh Rusia). Anda bisa menemukan kaviar di pasar swalayan mana pun di seluruh Rusia. Meski begitu, negara ini membatasi jumlah kaviar yang boleh keluar dari wilayahnya. Tak hanya itu, Anda bahkan harus menyiapkan berkas-berkas tertentu, seperti sertifkat, setruk pembelian, deklarasi, dan sejumlah dokumen lainnya. Untuk kaviar merah dibatasi hingga lima kilogram, sedangkan kaviar hitam dibatasi hingga 250 gram saja. Tanpa dokumen, petugas bea cukai akan menganggapnya sebagai bentuk penyelundupan.

Mungkin opsi termudah adalah membeli kaviar bebas bea di bandara. Namun, jika Anda punya waktu dan mau sedikit bersabar, pergilah ke pasar swalayan Rusia, temui manajer pasar, dan mintalah “dokumen kaviar”.

Opsi terakhir, Anda bisa mengunjungi toko kaviar khusus yang biasa melayani wisatawan dan akan menangani segala urusan birokasi.

Cokelat

Cokelat batangan Alyonka sudah dianggap sebagai simbol Rusia. Cokelat ini bahkan memiliki toko khusus (dengan nama yang sama) yang menjual aneka manisan Rusia yang tak kalah populer, seperti Mishka Kosolapiy, Maska, Lastochka, Belochka, Zolotoy Klyuchik, dan Kedrovy Grilyazh. Semuanya adalah bagian tak terpisahkan dalam kenangan masa kecil orang Rusia. Yang jelas, Anda bisa menemukan cokelat Rusia dengan mudah di pasar swalayan mana pun. Di Pyaterochka, misalnya, sebatang cokelat dijual seharga 79 rubel (sekitar 17 ribu rupiah).

Madu

Banyak negara memproduksi madu, termasuk Indonesia. Namun, Rusia memiliki banyak varietas unik yang hanya dihasilkan di daerah-daerah tertentu. Misalnya, madu kapur dari Bashkiria, madu bunga dari Altai, dan madu gunung dari Pegunungan Ural. Madu biasanya dijual di toko-toko, baik dalam stoples kaca biasa maupun wadah unik, seperti tuesk (wadah kecil dari kulit pohon birch).

Grechka

Sekilas, Anda mungkin melihatnya seperti beras merah, padahal bukan. Grechka memang kurang populer di luar negeri. Biasanya, Anda hanya akan menemukannya di toko-toko khusus produk Rusia. Namun, jika Anda sangat menyukai grechka, sebaiknya belilah langsung di Rusia. Seperti cokelat, grechka pun tersedia hampir di semua toko atau pasar swalayan di Rusia.

Oblepikha

Buah oblepikha segar dapat dinikmati pada akhir Oktober di berbagai pasar dan aneka perayaan. Di Rusia dan negara-negara bekas pecahan Soviet lainnya, oblepikha dianggap sebagai buah yang kaya vitamin A.

Di luar musim gugur, oblepikha juga tersedia dalam bentuk sari buah, sorbet, selai, dan teh. Namun, jika Anda mengunjungi Rusia pada musim gugur, beliliah oblepikha segar alih-alih produk olahannya. Jika tidak, cicipi sari buah dari Azbuka Vkusa seharga 172 rubel (sekitar 28 ribu rupiah).

Pryanik Tula

Sebagai kue rempah paling populer di Rusia, pryanik dijual di mana-mana — dari Tula itu sendiri hingga pasar-pasar swalayan di Moskow. Dahulu, roti jahe ini dikirim untuk dicicipi Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev, yang menyebutkan sebagai roti terenak.

Kini, selai atau susu kental menis sering kali digunakan sebagai isian, dan keduanya biasa menemai perjalanan. Pryanik sering kali djadikan teman minum teh dan sebagai pilihan hadiah (roti jahe raksasa dengan taburan gula).

Daging Rusa

Daging rusa adalah cita rasa khas Siberia dan sekaligus oleh-oleh makanan yang populer untuk para penggemar gourmet, bahkan di Rusia. Baik sosis, keripik, camilan, carpaccio, maupun stroganoff, semuanya dibuat dari daging rusa di Utara Jauh, dan dijual ke seluruh negeri. Daging rusa yang paling laris adalah varian daging rusa kering untuk menemai minum bir. Harganya sekitar 300 rubel (sekitar 67 ribu rupiah) per 35 gram.

Salo

Salo (lemak babi beku) bisa Anda temukan di hampir setiap toko daging di Rusia. Meski begitu, jenis makanan yang satu ini ternyata kurang populer di negara-negara eks Soviet. Di Rusia, salo biasanya diasap, digoreng, diasinkan, ditambahkan ke atas hidangan, dan/atau dikudap dengan roti borodinsky. Jika Anda tertarik, kami sarankan supaya Anda mencicipi sebelum membeli, yang berarti Anda harus pergi ke pasar. Meski begitu, pasar swalayan biasanya juga menawarkan barang yang berkualitas. Yang jelas, perhatikanlah warna salo saat hendak membeli. Salo yang berkualitas tak boleh berwarna kekuningan atau keabu-abuan.

Uni Soviet memiliki hubungan yang rumit dengan permen karet. Suatu kali, permen kunyah itu bahkan nyaris menyebabkan kematian yang fatal. Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki