Yevrazhka, ‘Perampok’ Paling Menggemaskan dari Timur Jauh

Discover Russia
ELEONORA GOLDMAN
Semua turis yang mengunjungi Chukotka dan Kamchatka di Timur Jauh Rusia terpesona oleh hewan-hewan mungil yang menggemaskan ini. Namun, sekalipun hati rasanya ingin memeluk atau berbagi makanan, sebaiknya jangan Anda lakukan!

Turis mana pun yang menjelajahi gunung-gunung berapi di Kamchatka dan lanskap Chukotka yang menakjubkan sepanjang musim panas berpeluang menemukan hewan ini. Hewan kecil berbulu dengan tinggi rata-rata 30—40 sentimeter dan berat kurang dari satu kilogram ini dikenal sebagai tupai tanah Arktik (Urocitellus parryii). Di Rusia, hewan ini disebut tupai tanah Amerika, atau Beringia, karena ia hidup di Timur Jauh Rusia, serta di Kanada dan Alaska. Namun, ia lebih dikenal dengan julukan populernya, yevrazhka.

1. Perampok yang sopan

Hewan yang kemungkinan besar Anda temui di Timur Jauh bukan beruang atau rubah kutub, melainkan hewan pengerat kecil. Yevrazhka sering disebut sebagai perampok karena mereka bisa menyergap di tempat yang paling tidak terduga dan menunggu manusia muncul. Satu-satunya tujuan mereka adalah mendapatkan makanan. Bagaimanapun, mereka melakukan dengan cara yang sangat sopan: jika Anda berhenti untuk beristirahat di suatu tempat di pegunungan, pertama-tama Anda akan didekati oleh seekor yevrazhka yang lapar. Ia akan menatap Anda dengan mata memelas, seperti tokoh Puss in Boots dalam film “Shrek”, dan yang lain pun akan ikut berkumpul. Kemudian, saat Anda merekam video TikTok Anda, Anda tidak akan menyadari bagaimana semua makanan Anda tiba-tiba hilang! Jangan mudah tertipu dengan penampilan mereka, hewan-hewan ini betul-betul pandai merampok.

2. Tidak takut manusia

Biasanya, hewan liar bersembunyi dari manusia karena mereka merasakan bahaya. Namun, yevrazhka tidak begitu! Di antara semua binatang di Timur Jauh Rusia, yevrazhka adalah yang paling ramah. Hewan ini malah senang mendekati manusia. Ini tentu berbeda dengan dengan anjing, yang sarang-sarangnya kerap mereka jadikan tempat bersembunyi. Turis-turis mengatakan bahwa yevrazhka bahkan “mengelabui” anjing. “Anjing melihat tupai tanah, mengejarnya, yevrazhka bersiul dan berlari ke liangnya, sementara yevrazhka lain keluar dari liang lain, bersiul lagi, anjing melihatnya dan berlari ke arahnya. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana dalam setengah jam mereka membuat beberapa anjing kelelahan dan mereka akhirnya tak lagi berminat menangkap hewan-hewan itu,” kenang seorang turis.

3. Berkicau seperti burung

Suara yevrazhka sangat mirip dengan kicauan burung dan — sejujurnya — terdengar agak aneh, mengingat seperti apa bentuk hewan ini. Biasanya, mereka mengeluarkan suara ketika mereka merasakan bahaya. Dengan demikian, itu semacam sinyal peringatan bagi sesama yevrazhka. Namun, dalam video ini, seekor yevrazhka berkicau seolah-olah ia berkomunikasi dengan manusia.

Ingat: jangan pernah membelai binatang liar — ia bisa menggigit dan mungkin saja mengidap rabies!

4. Suka tidur dan makan

Dua aktivitas favorit yevrazhka adalah tidur dan makan. Mereka tidur hingga delapan bulan dalam setahun. Jadi, satu-satunya waktu Anda dapat menemukan hewan ini adalah selama musim panas kutub yang singkat. Yevrazhka berhibernasi dari September hingga Mei di lubang sedalam tiga meter (dapatkah Anda bayangkan bagaimana rasanya menggali liang sedalam itu di tanah permafrost?). Selama hibernasi, mereka kehilangan sekitar setengah berat badan mereka. Karena itu, begitu mereka bangun, mereka segera pergi mencari makanan. Yevrazhka adalah omnivora — mereka memakan buah beri dan serangga. Hewan pengerat ini juga tidak menolak makanan manusia jika mereka bisa mendapatkannya.

5. Bisa mati karena kebanyakan makan

Bagi wisatawan, memberi makan yevrazhka adalah bagian dari pengalaman unik. Namun, ahli zoologi mengatakan bahwa lebih baik tidak memberi mereka makan sama sekali: jika tidak, hewan ini akan berkembang biak di tempat-tempat wisata alih-alih mencari makanan di alam liar. Seiring waktu, kondisi ini akan menarik predator ke area tersebut sehingga, lama-kelamaan, populasi yevrazhka dapat terus berkurang.

Tupai tanah Arktik memakan apa pun yang berbau harum dan dapat dimakan, tetapi itu belum tentu baik untuk mereka. Mereka mencuri keju, cokelat, dan kacang-kacangan dari turis dan sangat menyukai kue-kue renyah yang manis. Namun, para ahli mengatakan bahwa yevrazhka tidak boleh diberi permen apa pun. Alasannya bukan hanya bahannya, tetapi juga karena yevrazhka bisa mati karena makan berlebihan. Jika Anda merasa sangat sulit menolaknya, berikan saja kacang-kacangan, tetapi hanya yang mentah!

Selanjutnya, seorang fotografer Rusia memotret sejumlah momen kehidupan margasatwa di wilayah Rusia yang paling timur.