Rayakan 70 Tahun Hubungan Diplomatik Rusia-Indonesia, Moskow Hadiahkan Patung Yuri Gagarin

Patung Yuri Gagarin di Taman Mataram, Jakarta Selatan.

Patung Yuri Gagarin di Taman Mataram, Jakarta Selatan.

Pemprov DKI Jakarta/YouTube
Patung perunggu setinggi 2,8 meter itu kini berdiri tegak menghiasi Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia dan persahabatan Jakarta-Moskow, pemerintah Rusia menghadiahkan patung kosmonaut Yuri Gagarin. Dibuat oleh A.D. Leonov pada 2019, patung perunggu setinggi 2,8 meter itu kini berdiri tegak menghiasi Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selama acara peresmian di Balai Kota, hari ini, Rabu (10/3), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan patung manusia pertama di ruang angkasa tersebut menandai persahabatan Indonesia-Rusia yang telah terjalin sejak 1950-an.

Selain itu, di Jakarta ini banyak tanda persahabatan itu. Pertama, ada RS Persahabatan Rusia-Indonesia, kedua Stadion GBK, dan sekarang ada Patung Yuri Gagarin. Ini juga bertepatan dengan 60 tahun sejak kosmonaut Rusia tersebut, di bawah bendera Uni Soviet pada saat itu, mengelilingi orbit bumi.” ujar Anies, seraya menekankan bahwa Jakarta dan Moskow pun telah menjalin kerja sama sister city sejak 2006.

Pada gilirannya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menekankan bahwa peresmian patung Yuri Gagarin merupakan simbol sekaligus bukti bahwa kedua negara memiliki hubungan yang semakin kuat dalam berbagai bidang, baik ekonomi, politik, maupun antarmasyarakat.

“Hubungan Indonesia-Rusia selalu dilakukan dengan prinsip saling menghormati dan menguntungkan. Saat ini, kepercayaan menjadi dasar bagi kita untuk memperkuat hubungan kita, baik dalam segi bilateral, maupun multilateral,” kata dubes Rusia.

Yuri Gagarin melakukan perjalanan ke ruang angkasa pada 12 April 1961 menggunakan wahana Kapsul Vostok-1. Gagarin berada di ruang angkasa selama 108 menit dan satu kali mengelilingi orbit Bumi. Penerbangan tersebut tak hanya menjadi pencapaian utama Uni Soviet di ruang angkasa, tetapi juga torehan dalam sejarah umat manusia.

Dua bulan peluncuran Gagarin ke ruang angkasa, Presiden RI Sukarno secara pribadi menganugerahi sang kosmonaut salah satu penghargaan tertinggi Indonesia, Bintang Adipradana. Penghargaan tersebut diserahkan ketika Sukarno tengah berkunjung ke Moskow.

Indonesia dan Rusia (pada masa itu Uni Soviet) resmi menjalin hubungan diplomatik pada 3 Februari 1950 setelah Mohammad Hatta mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia telah menerima pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan dari Uni Soviet dan siap membangun hubungan diplomatik. 

Kenapa Gagarin harus membawa pistol saat meluncur ke ruang angkasa? Apakah dia bertemu Tuhan di atas sana? Bacalah selengkapnya!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki