Pemakaman Jenazah Pemenggal Guru Prancis Berlangsung Tertutup di Chechnya

Ilustrasi

Ilustrasi

Aleksandr Schemlyaev/Russian Look/Global Look Press
Video rombongan orang membawa dan mengantarkan keranda mayat yang diklaim berisi jenazah Abdullah Anzorov, 18, pemenggal guru sekolah Prancis Samuel Pati akibat menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di dalam kelas, beredar di jejaring sosial Telegram berbahasa Rusia, Minggu (6/12).

Dalam keterangan tiga video yang dibagikan pertama kali di saluran Telegram yang menentang pemerintah Chechya '1ADAT' dijelaskan, peristiwa itu berlangsung di Desa Shalazhi yang terletak 43 kilometer dari ibu kota Chechnya, Grozny, Rusia, Sabtu (5/12).

Selain itu, keterangan unggahan itu juga menerangkan, sebelum jenazah tiba puluhan petugas keamanan yang terdiri dari polisi dan militer di desa untuk menunggu kedatangan jenazah dan menutup desa itu ketika jenazah tiba. Orang luar tidak diizinkan masuk ke desa, kecuali warga setempat. Semua akses, bahkan jalan-jalan rahasia ke desa itu ditutup dan dijaga ketat. Petugas keamanan pun melakukan patroli keliling desa untuk memastikan tidak ada orang luar yang menyusup.

Masih dalam keterangan yang sama disampaikan, banyaknya orang yang ingin menghadiri pemakaman menyebabkan kemacetan di semua pintu masuk desa. Para pelayat dilarang keras untuk memfilmkan upacara pemakaman. Petugas keamanan berjalan di antara kerumunan dan memeriksa apakah ada yang merekam. Jika ada yang ditemukan merekam, maka telepon yang digunakan akan diambil.

Upacara pemakaman itu, seperti dilansir Baza, dihadiri sekitar 200 orang, yang merupakan kerabat dan keluarga Anzorov. Selain itu, Baza juga melaporkan, pemerintah setempat mengambil tindakan pengamanan khusus dengan mengirimkan 65 petugas keamanan untuk menjaga ketertiban.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Pers Presiden Rusia Dmitry Peskov mengatakan tidak mengetahui kebenaran dari informasi yang beredar.

"Saya tidak memiliki informasi mengenai kebenaran informasi pemakaman itu–apakah pemakaman itu benar-benar berlangsung, bisakah informasi itu dipercaya, dan bagaimana itu terjadi," ujar Peskov kepada wartawan, lansir kantor berita Rusia TASS, Selasa (7/2).

Juru bicara Kremlin itu menegaskan, "satu-satunya hal yang dapat dikatakan dengan pasti, tentu saja, adalah tentang aksi terorisme (yang dilakukan Anzorov–red.) yang tidak tunduk pada apa pun kecuali kecaman dan penolakan yang dalam". Menurutnya, pembunuhan yang dilakukan Anzarov sangat jelas merupakan aksi terorisme yang benar-benar dikutuk dan tidak dapat diterima.

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengutuk aksi pemenggalan guru di Prancis yang dilakukan Anzarov. Namun, ia menegaskan, orang Chechen tak ada hubungannya dengan aksi terorisme itu!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki