Pemerintah Chechnya Ancam Hukum Warga yang Bepergian Selama Idul Fitri

Pemandangan Masjid Akhmat-Kadyrov di pusat kota Grosny, ibu kota Republik Chechnya, Rusia.

Pemandangan Masjid Akhmat-Kadyrov di pusat kota Grosny, ibu kota Republik Chechnya, Rusia.

Emile Alain Ducke/Global Look Press
Pemerintah Chechnya mengancam akan menindak tegas warga republik berpenduduk mayoritas muslim itu jika bepergian selama perayaan Idul Fitri.

Menteri Dalam Negeri Republik Chechnya Ruslan Alkhanov mengatakan bahwa Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov dan Mufti Republik Chechnya Salah Mezhiev meminta semua warga Chechnya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di rumah. Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan yang membahas tentang perlindungan ketertiban umum selama liburan Idul Fitri dalam kondisi swakarantina di Kementerian Dalam Negeri Chechnya, sebagaimana dilansir pada Instagram resmi Kementerian Dalam Negeri, Kamis (21/5).

Dalam pertemuan tersebut disebutkan bahwa Kadyrov telah mengumumkan libur Idul Fitri selama empat hari pada 23 – 26 Mei. Sehubungan dengan itu, semua instansi pemerintah tidak ada yang beroperasi selama libur berlangsung, kecuali layanan darurat. Selain itu, pergerakan di salah satu satu subjek federal Rusia itu juga tidak diperbolehkan.

Menurut Alkhanov, masih ada warga yang tidak menganggap serius situasi yang tengah terjadi dan tidak mentaati pemberlakuan swakarantina.

"Karena beberapa warga negara yang tidak bertanggung jawab, kami tidak ingin membahayakan orang lain. Oleh karena itu kami akan menghukum para pelanggar swakarantina," ujar Alkhanov.

Menurut data Kementerian Kesehatan Chechnya yang dikutip TASS, jumlah kasus virus corona (COVID-19) di republik itu telah mencapai 1.005 kasus (92 di antaranya petugas medis), 620 orang sembuh dan 11 meninggal.

Beberapa hari sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin juga meminta seluruh warga muslim Republik Dagestan, yang mayoritas penduduknya juga beragama Islam, agar merayakan Idul Fitri di rumah. Baca selengkapnya di sini!

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki