Putin Minta Warga Muslim di Dagestan Rayakan Idul Fitri di Rumah

Majid Juma di Makhachkala, Republik Dagestan, Rusia.

Majid Juma di Makhachkala, Republik Dagestan, Rusia.

Serguei Fomine/Global Look Press
Kasus COVID-19 di Dagestan merupakan salah satu yang terburuk di antara semua wilayah Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin meminta seluruh warga muslim Republik Dagestan (salah satu subjek federal Rusia yang mayoritas penduduknya beragama Islam) agar merayakan Idul Fitri di rumah. Demikian hal tersebut disampaikan Putin, Senin (18/5).

“Saya tahu hari raya ini sangat penting bagi warga muslim di Dagestan. Mereka berusaha menjaga dan melestarikan tradisi ini. Meski demikian, para ulama pun telah meminta seluruh jemaah untuk merayakan hari raya Idul Fitri di rumah, tak melaksanakan salat Id di lapangan, dan tak berkumpul bersama sanak saudara dalam jumlah besar,” kata sang presiden.

Dagestan merupakan salah satu wilayah Rusia yang paling parah terdampak COVID-19. Secara resmi, ada 3.460 kasus COVID-19 yang tercatat di republik tersebut. Kini, Dagestan berada dalam urutan kelima dalam daftar wilayah yang paling banyak terinfeksi virus corona di seluruh Rusia. Hingga kini, 29 warga Dagestan telah meninggal akibat virus yang hingga kini belum ditemukan obatnya tersebut.

Telat Berobat

Presiden Putin telah menginstruksikan badan-badan federal untuk memberikan bantuan tambahan kepada Dagestan demi memerangi COVID-19, tulis portal berita berbahasa Rusia, Meduza.

Presiden Rusia juga menuntut Kementerian Kesehatan menyiapkan rencana “untuk mengatasi krisis di wilayah ini” dan memberikan bantuan tambahan, termasuk peralatan-peralatan tes, obat-obatan, dan perlengkapan medis lainnnya. Putin juga meminta Kementerian Situasi Darurat (MChS) untuk memulai sanitasi besar-besaran di tempat-tempat umum di republik tersebut. Sementara, Kementerian Pertahanan ditugaskan untuk mendirikan pusat-pusat medis di Dagestan.

Situasi di Dagestan bisa menjadi sedemikian parah gara-gara para penduduk berusaha mengobati sendiri dan terlambat mengunjungi dokter, kata presiden Rusia.

Sejak awal pandemi COVID-19, hampir 700 orang telah meninggal akibat pneumonia di republik tersebut, kata Menteri Kesehatan Dagestan. Jika diakumulasikan, jumlah kasus COVID-19 dan pneumonia di daerah itu telah melebihi 13 ribu orang.

Olahraga adalah satu-satunya tujuan hidup para petarung asal Dagestan. Dukungan keluarga mengalir tanpa henti selama bertahun-tahun, seraya berharap suatu hari nanti mereka dapat memenangkan sabuk kejuaraan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki