VIDEO: Rayakan Perpisahan Musim Dingin, Jembatan Sepanjang 54 Meter Dibakar di Desa Rusia

Membakar boneka jerami adalah ritual yang biasa dilakukan pada akhir perayaan Maslenitsa. Tahun ini, alih -alih boneka jerami, sebuah instalasi jembatan kayu sepanjang 54 meter dibakar pada puncak perayaan Maslenitsa di Desa Nikola Levinets, Minggu (1/3).

Maslenitsa adalah perayaan untuk memperingati berakhirnya musim dingin dan datangnya musim semi — meski pada kenyataanya musim dingin masih terus berlanjut. Perayaan meriah yang penuh suka cita ini adalah tradisi kuno yang sudah ada sejak zaman Slavia kuno.

Perayaan Maslenitsa berlangsung selama seminggu penuh dengan memakan panekuk dengan berbagai isian setiap hari, memainkan permainan tradisional, dan diakhiri dengan pembakaran boneka jerami. Boneka yang disebut "Maslenitsa" itu melambangkan musim dingin. Dengan membakar maslenitsa, orang-orang mengucapkan selamat tinggal kepada musim dingin dan menyambut datangnya musim dingin yang hangat. Seiring zaman, sebagaian orang Rusia mengganti boneka jerami dengan bentuk-bentuk lainnya.

Di Nikola Lenivets, sebuah desa dan taman seni yang indah di Oblast Kaluzhkaya (217 km di sebelah barat daya Moskow), berbagai instalasi seni yang tak biasa dan berukuran besar menggantikan boneka jerami pada pada ritual pembakaran Maslenitsa sejak 2001. Dalam beberapa tahun terakhir, sudah banyak benda-benda seni yang telah menjadi abu, di antaranya instalasi benteng, kosmodrom Baikonur, piramida, bahkan sebuah katedral yang akhirnya menuai kontroversi.

Tahun ini, yang menjadi korban adalah jembatan kayu sepanjang 54 meter dan tinggi 20 meter. Instalasi yang terbuat dari batang kayu kering, limbah kayu, palet, jerami dan bahan-bahan lainnya itu mulai dibangun sejak akhir Desember lalu. Sebelum dibakar, semua peserta perayaan melintasi jembatan itu.

Berikut ini adalah bagaimana cara merayakan Maslenitsa sebaik mungkin, termasuk kapan saatnya mencari cinta, cara mendapatkan sisi baik ibu mertua dan apa yang harus dilakukan untuk memastikan musim panas yang hangat.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki