OPINI: Apa Itu Impian Rusia?

Legion Media, Russia Beyond
Kita sering mendengar tentang Impian Amerika, tetapi bagaimana dengan Impian Rusia?

Saat mendiskusikan gagasan "Impian Rusia" di dalam tim redaksi Russia Beyond, kami dengan cepat memahami bahwa kami semua memiliki makna yang serupa, meskipun semua orang menggambarkannya dengan cara mereka sendiri. Jadi, inilah tiga pendapat yang sangat berbeda dari tiga anggota tim kami.

1. Georgy, 34

"Semua warga Rusia akan berlibur selama tiga tahun di Kepulauan Canary!"

Frasa ini adalah perwujudan lucu dari Impian Rusia yang dapat ditemukan di Shirly-Myrli ‘Kacau Balau’, sebuah komedi keluaran 1995 tentang era pasca Perestroika yang terlambat. Hanya satu dari karakter film itu, Lucienne, istri protagonis, yang mengatakan secara masuk akal: "Mengapa saya harus peduli dengan Kepulauan Canary ini yang saya inginkan hanyalah memasukkan cucian saya ke mesin cuci!"

Dialog ini, dalam benak saya, adalah gambaran singkat dari Impian Rusia. Sangat bagus untuk memimpikan sesuatu yang besar dan indah, sementara itu masih merupakan impian. Namun, ketika itu mulai menjadi kenyataan, seribu alasan dan pertanyaan yang mengganggu muncul. Apakah menyenangkan berada di Kepulauan Canary? Apa yang bisa dilakukan di sana? Di mana kita berada setelah liburan tiga tahun itu berakhir? Akankah kita kembali ke Rusia atau tidak?

Para budak Rusia memimpikan kebebasan selama berabad-abad. Mereka membuat kerusuhan dan memprotes, beberapa dari mereka bahkan membunuh tuan tanah mereka dan melawan hukum. Tiga puluh tahun setelah perbudakan dihapuskan, para petani Rusia yang dulunya adalah budak (sekitar 9 juta orang) masih memiliki etos kerja yang sama, tetap seperti para budak. Sejarawan memperhitungkan bahwa setelah reformasi perbudakan di Rusia, buruh upah bekerja lebih efektif daripada petani yang dulunya adalah budak. Buruh upah dimotivasi oleh uang dan hukuman jika tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mantan budak, yang sekarang diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, masih bekerja seolah-olah mereka melayani tuan tanah, hanya melakukan pekerjaan minimum dan tidak mengakui bahwa mereka, pada kenyataannya, merampok diri mereka dengan kemalasan mereka.

Karena seorang Rusia membutuhkan mimpi yang berkilau, indah, dan tak terjangkau, tetapi begitu tercapai, impian itu tidak begitu fantastis dan menarik lagi. Mungkin karena seseorang perlu bekerja untuk mendapat hasil? Untungnya, kita selalu memiliki seorang wanita Rusia yang rendah hati, pekerja keras di suatu tempat, yang akan mengatakan: "Hei, sayang, lupakan semua omong kosong ini, kita harus memberi makan anak-anak. Pergi bekerja!"

2. Viktoriya, 23

Menurut saya, Impian Rusia selalu terdiri dari hal-hal kecil, tetapi bisa dilakukan. Mengadopsi anjing, bepergian ke luar negeri, membeli rumah pedesaan kecil, dan sebagainya. Namun, impian-impian itu kerap kali tidak terpenuhi karena dua alasan: 1) Kekurangan uang; 2) Tidak siap untuk perubahan.

Saya memiliki banyak teman yang hanya bermimpi membeli rumah, pindah ke sana, mengadopsi seekor anjing dan menjadi tua dengan anggun. Mereka menemukan seribu alasan yang mencegah mereka melakukannya: “Saya harus menghasilkan lebih banyak uang, jadi saya harus mengganti pekerjaan saya, dan pekerjaan baru itu mungkin jauh dari rumah, dan bagaimana dengan rekan-rekan di sana... Jadi, persetan dengan itu semua?"

Kesimpulannya, mayoritas orang Rusia tidak siap untuk keluar dari zona nyaman mereka sendiri untuk menjadikan impian sederhana dan realistis menjadi kenyataan. Misalnya, menurut survei baru-baru ini , hanya 6 persen orang Rusia berlibur ke luar negeri berlibur pada 2018.

Mungkinkah impian Rusia persis seperti ini bangun dari sofa dan mulai melakukan sesuatu?

3. Daniel, 34

Ketika saya mendengar kata-kata "Impian Rusia", sulit untuk menceraikannya dari konsep Amerika modern. Saya pikir ini terjadi karena untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu, sebuah negara (AS) telah berhasil mengawinkan gagasan kebebasan pribadi dan pengejaran pengayaan dengan kesehatan suatu bangsa. Dengan kata lain, di Amerika, keinginan pribadi Anda untuk memiliki barang adalah identik dengan "jalan" nasional. Itu cara yang sangat kuat untuk membangun identitas nasional.

Rusia berbeda, dan sementara frasa “jalan nasional” terus diulangi kepada kita tanpa henti (Tuhan, keluarga, pengorbanan, pelayanan nasional), konsep “impian nasional” hampir tidak muncul dalam percakapan kecuali dua orang kebetulan berbicara tentang Amerika. Serikat. Mengapa demikian? Karena dalam budaya kita, individu diserap oleh ide nasional, sedangkan ‘impian' tak memiliki kontrol karena mengambil kursi penumpang. Itulah sebabnya, bagi kami, atau bagi saya pribadi, itu adalah ungkapan Amerika.

Proses historis yang menempa mentalitas Rusia telah menyebabkan kurangnya motivasi, yang diperkuat oleh tidak adanya janji kompensasi yang adil atas upaya seseorang. Karena itu, tidak seperti di Amerika, kita hanya memiliki "jalan" nasional, yaitu apa yang seharusnya (secara teoritis) membuat kita semua bahagia secara kolektif pendekatan yang sangat ketimuran.

Namun, karena Rusia terjepit di antara Timur dan Barat secara geografis (dan karena itu — secara budaya), kami juga rentan terhadap ketidakpatuhan dan pemberontakan. Perbedaannya di sini adalah bahwa "pengejaran kebahagiaan" kita dan keuntungan individu tidak identik dengan jalan nasional, tetapi lebih merupakan upaya untuk mengatasi ketidakadilan sistemik dengan melakukan apa pun yang Anda bisa untuk mencapai hasil materialistis yang sama seperti bangsa kapitalis Barat: mobil keren, rumah, dan barang-barang lainnya. Orang Rusia adalah 'penipu'. Kami melakukan semua yang kami bisa untuk mendapatkan sesuatu itu tidak ditulis dalam Konstitusi kami, seperti di Amerika.

Karena itu, bagi saya, konsep "Impian Rusia" yang berbeda dari keinginan manusia normal lainnya untuk pengayaan — tidak eksis. 

Orang Rusia tak suka berbasa-basi dengan orang asing. Mengapa? Ini alasannya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki