Sepuluh Buku Nonfiksi tentang Rusia yang Ditulis Orang Asing

Basic Books, Thomas Dunne Books, Weidenfeld & Nicholson, Yale University Press
Para penulis dari seluruh dunia tertarik pada tanah yang luas dan dingin ini, dan mereka menyelidiki semua hal tentang Soviet dan Rusia dari berbagai sudut. Dalam beberapa kasus, buku-buku ini merupakan bacaan yang sangat mencekam.

1. Serhii Plokhy — Chernobyl

Jika Anda terpikat oleh seri Chernobyl HBO, maka buku ini wajib Anda baca. Ini adalah rekonstruksi menit demi menit dari apa yang sebenarnya terjadi pada malam terjadinya bencana nuklir yang paling merusak di dunia itu.

Serhii Plokhy adalah seorang sarjana Ukraina-Amerika, dan menulis banyak buku sejarah nonfiksi, termasuk buku tentang runtuhnya Uni Soviet The Last Empire, yang memenangkan penghargaan.

2. Svetlana Alexievich The Unwomanly Face of War

Pada 2017, terjemahan  dalam bahasa Inggris dari sketsa tentang Perang Dunia II yang ditulis oleh Svetlana Alexievich, penulis Belorusia pemenang Penghargaan Nobel,  yang telah lama ditunggu-tunggu akhirnya keluar. Buku ini awalnya ditulis pada 1985. Alexievich menuliskan sejarah lisan para perempuan di garis depan, dan buku dokumenter ini adalah monumen untuk keberanian mereka yang tak feminin. Bersiaplah untuk merasa ketakutan dengan apa yang harus diatasi oleh para wanita perempuan itu dan siapkan juga tisu untuk mengeringkan air mata Anda!

3. William Taubman — Gorbachev: His Life and Times

Buku yang dinilai sangat bagus oleh para kritikus ini menceritakan tentang Gorbachev (baca: Gorbachyov), presiden Soviet pertama yang memprakarsai Perestroika, glasnost dan berterima kasih kepada siapa yang meruntuhkan tembok Berlin. 

Buku ini ditulis setelah banyak penelitian dan beberapa wawancara informal yang penulis lakukan dengan Gorbachev. Mantan pemimpin itu sangat tulus dan secara terbuka berbicara tentang keragu-raguan yang dimilikinya. Sebelumnya, Taubman juga menulis buku tentang pemimpin Soviet lainnya — Nikita Khrushschev (baca: Khrushschyov).

4. Eric Haseltine — The Spy in Moscow Station: A Counterspy's Hunt for a Deadly Cold War

Buku yang sering disebut sebagai cerita detektif politik ini mengisahkan Perang Dingin tahun 1970-an yang berisikan persaingan mata-mata Soviet-Amerika, intrik, dan perangkap, tetapi tanpa teknologi modern.

"Jika Anda berpikir The American (seri tentang agen tidur KGB) tidak cukup memukau, maka Anda akan menyukai film thriller nonfiksi yang sangat sentimental ini," tulis Amazon dalam intro-nya.

5. Simon Morrison - Bolshoi Confidential: Secrets of the Russian Ballet from the Rule of the Tsars to Today

Vodka, Tolstoy dan balet adalah tiga simbol stereotip utama Rusia. Simon Morrison memutuskan untuk mengungkap semua misteri di balik tirai panggung balet utama Rusia - Teater Bolshoi.

Skandal seks, bunuh diri, dan intrik ... penggemar film Black Swan akan senang membaca fakta (dan rumor) menarik ini.

6. Simon Sebag Montefiore — The Romanovs: 1613-1918

Ini adalah kisah terlaris dinasti penguasa era kekaisaran Rusia sejak awal 1613 hingga kejatuhannya pada 1917. Penulis memberikan perhatian khusus pada masalah-masalah intim dan percaya bahwa di balik setiap keputusan politik adalah momen yang sangat pribadi. 

Meskipun ini bacaan yang menarik, kami tidak menyarankan untuk memperlakukannya sebagai buku teks sejarah. Montefiore difilmkan sebagai salah satu pakar dalam seri Netflix Last Tsar , yang sangat dikritik karena puluhan kesalahan faktual . (Bersamaan dengan buku ini, Montefiore telah menulis banyak buku tentang berbagai episode dalam sejarah Rusia, termasuk cerita tentang Stalin muda, dan hubungan cinta Ekaterina yang Agung dengna Potemkin).

7. Petra Couvée and Peter Finn — The Zhivago Affair: The Kremlin, the CIA, and the Battle Over a Forbidden Book

Jurnalis dan cendekiawan Petra Couvée dan Peter Finn menghabiskan bertahun-tahun untuk mengungkap kebenaran mengejutkan tentang keterlibatan CIA dalam publikasi berbahasa Rusia pertama novel Boris Pasternak, Doctor Zhivago, di Barat.

8. Julian Barnes — The Noise of Time

Meskipun ini bukan nonfiksi murni, kami tidak bisa mengabaikan buku yang luar biasa ini. Biografi komposer Soviet Dmitry Shosktakovich ini ditulis oleh novelis Inggris yang brilian, Julian Barnes. Sebenarnya, penulis mendasarkan karyanya pada buku karya Solomon Volkov, Dialogues with Shostakovich. Jadi, buku ini terinspirasi oleh fakta. Namun, sedikit fantasi penulis tentang bagaimana karakternya mungkin terasa. Buku ini akan memberi Anda gambaran yang menakutkan dan lengkap tentang bagaimana orang-orang pada 1936 menunggu setiap hari dan malam dalam ketakutan dibawa oleh polisi dan dikirim ke penjara.

9. Robert Stephenson — We Are Building Capitalism!: Moscow in Transition 1992-1997 

Penulis cukup beruntung untuk melihat hari pertama Rusia baru setelah runtuhnya Soviet pada 1991. Ia bekerja di Moskow pada awal 1990-an dan mengambil gambar jalan-jalan dan orang-orang, serta menyaksikan perubahan luar biasa itu secara langsung. Album foto ini, dengan komentar dan cerita penulis, akan memberi Anda pemahaman dan perasaan yang hebat tentang masa yang bergejolak itu.  Beberapa dari fotonya dapat dilihat di sini.

10. Mark Galeotti — The Vory: Russia’s Super Mafia

Vory adalah transliterasi dari kata Rusia воры, yang berarti 'pencuri', dan itu adalah salah satu buku langka tentang Rusia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia. Sarjana Inggris Mark Galeotti menghabiskan bertahun-tahun mempelajari layanan keamanan Rusia dan Vladimir Putin. 

Buku ini mengeksplorasi sejarah mafia Rusia dari awal abad ke-20 hingga 1990-an, dan ia menulis bahwa semua pejabat saat ini juga pencuri. (Ketika membaca buku ini, ingatlah bahwa Galleoti adalah kritikus keras terhadap negara Rusia).

Ngomong-ngomong, buku Galeotti berikutnya adalah We Need to Talk About Putin , di mana ia berbicara tentang “Mengapa Barat salah, dan bagaimana cara memperbaikinya”.

Orang-orang Uni Soviet kerap membanggakan diri mereka sebagai orang-orang yang paling banyak membaca dibandingkan orang-orang di negara mana pun. Mereka tidak hanya membaca buku-buku yang dibeli di toko buku, tapi juga mempertaruhkan kebebasan mereka dengan membaca, menerbitkan, dan mendistribusikan buku-buku yang dilarang — dikenal dengan istilah samizdat.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki