Tulis Buku, Jurnalis Jerman Jelaskan Mengapa Barat ‘Gemar’ Salahkan Putin

Menurut Seipel, citra negatif pemimpin Rusia di Barat timbul dari kenyataan bahwa Rusia berkembang ke arah yang berbeda dari apa yang diharapkan Barat.

Menurut Seipel, citra negatif pemimpin Rusia di Barat timbul dari kenyataan bahwa Rusia berkembang ke arah yang berbeda dari apa yang diharapkan Barat.

EPA / Vostock-photo
Seorang jurnalis berkebangsaan Jerman, Hubert Seipel, telah menghadiahkan Presiden Rusia Vladimir Putin sebuah buku yang ia tulis mengenai sang presiden. Dalam sebuah wawancara dengan Sputnik, Seipel menjelaskan mengapa ia memutuskan untuk menulis buku mengenai pemimpin Rusia.

Dalam karyanya, Hubert Seipel mencoba untuk mendapatkan pemikiran orisinal dan niat sang pemimpin Rusia untuk dibagikan kepada para pembaca Jerman.

"Selama beberapa tahun terakhir, citra Putin di Barat telah berubah menjadi proyeksi raksasa kejahatan. Tak peduli hal buruk apa yang terjadi di Rusia — kesalahan salalu dijatuhkan kepada Vladimir Putin. Saya tidak tahu apakah ada politisi lain di dunia yang diproyeksikan seperti itu," kata sang penulis kepada Sputnik." Kita harus menjauhkah citra ini, dan melacak masalah utama — kepentingan. Pada akhirnya, ada kepentingan yang berbeda dan sangat spesifik di balik segala hal."

Menurut Seipel, citra negatif pemimpin Rusia di Barat timbul dari kenyataan bahwa Rusia berkembang ke arah yang berbeda dari apa yang diharapkan Barat. Barat telah lama berhadapan dengan model politik yang menyiratkan pembagian baik dan buruk, hitam dan putih, 'bersama kami atau melawan kami', dan sulit bagi negara-negara Barat untuk menerima (kenyataan) ketika ada negara lain mengambil jalan yang berbeda.

"Rusia telah memilih jalannya sendiri karena latar belakang sejarahnya yang unik. Jika harapan Anda tidak terpenuhi karena adanya kepentingan orang lain, Anda merasa kecewa, dan konflik pun muncul. Fakta bahwa itu adalah tentang harapan ilusi adalah cerita lain," kata Seipel .

"Barat sering berperilaku seperti Gereja Katolik pada abad ke-19, yang percaya bahwa seluruh dunia harus mematuhi gagasan mereka. Setidaknya sampai para misionaris mereka menemui 'batu granit' seperti Rusia," kata sang penulis menyimpulkan.

Buku ini berfokus pada hubungan Vladimir Putin dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, hubungan geopolitik Rusia dan Barat, klaim AS atas supremasi global, kebuntuan di Suriah, konflik di Donbass, jatuhnya jet Malaysia di Ukraina timur, dan sebagainya.

Buku setebal 300 halaman ini dibuka dengan pengantar berjudul "Kekaisaran Kejahatan dan Pengharap Kebaikan" dan ditutup dengan epilog berjudul "Perdamaian Dingin".

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.