Misteri Katedral St. Basil di Lapangan Merah

Wisata
WILLIAM BRUMFIELD
Sejarawan dan pakar arsitektur William Brumfield menggali sejarah salah satu arsitektur paling ikonik di Rusia.

Ahli kimia dan fotografer Rusia Sergey Prokudin-Gorsky terkenal karena foto-foto kekaisaran Rusia pada awal abad ke-20, tetapi ia juga mendirikan bisnis yang memproduksi kartu pos berwarna dan ilustrasi dalam buku. Salah satu publikasi foto-foto berwarnanya adalah album volume besar yang diterbitkan pada tahun 1913, tepatnya perayaan seratus tahun dinasti Romanov. Ilustrasinya termasuk pembuatan ulang lukisan cat air berwarna yang dibuat untuk album yang dipersembahkan kepada Tsar Aleksey Mikhailovich pada tahun 1673. Lukisan tersebut dibuat dalam rangka memperingati penobatan ayahnya, Mikhail Fedorovich, tsar Romanov pertama.

Lukisan cat air tersebut diharapkan menjadi histori gambaran acara khidmat pada 21 Februari 1613, ketika orang-orang bersumpah setia kepada Tsar Mikhail yang baru dipilih di Lapangan Merah. Rincian peristiwa itu adalah bahan diskusi sejarah, meskipun penggambaran kerumunan adalah rekreasi imajinatif si pelukis. Kendati demikian, lukisan tersebut menggambarkan struktur yang ada hingga hari ini, seperti adanya Lobnoye Mesto, sebuah platform batu melingkar yang digunakan untuk proklamasi negara. Awalnya mimbar itu dibangun dari batu bata pada awal abad ke-16, kemudian dibangun kembali dari batu kapur pada tahun 1599 pada masa pemerintahan Boris Godunov dan direnovasi lagi pada abad ke-18.

Sementara itu, latar belakang Lobnoye Mesto adalah tembok Kremlin dengan Spasskaya Bashnya — dalam bahasa Rusia — atau Menara Juru Selamat yang memanjang. Awalnya menara itu disebut Menara Frolov dan juga sebagai "Gerbang Yerusalem" pada abad ke-17. Bangunan itu didirikan pada tahun 1491 oleh arsitek Italia Pietro Antonio Solari. Struktur bata besar yang ada pada konstruksi tersebut berfungsi sebagai dasar untuk superstruktur "Gothick" yang fantastis dan jam yang dibangun pada tahun 1625 oleh arsitek Skotlandia Christopher Galloway. Tak hanya itu saja, di balik dinding Kremlin tersebut juga terdapat lukisan Menara Lonceng Ivan yang Mengerikan dan berbagai katedral Kremlin.

Struktur ikonik

Akan tetapi fitur ikon arsitektur utama dari lukisan cat air itu tentu saja, Katedral St. Basil yang memiliki banyak kubah. Terlepas dari ketenarannya, struktur kompleks ini terus menimbulkan teka-teki. Bahkan, namanya bervariasi: dari "St. Basil" hingga untuk penunjukan resminya dinamakan Katedral Syafaat Theotokos Mahakudus di Parit. Pada abad ke-17, katedral itu juga disebut sebagai "Yerusalem".

Arti penting dari katedral yang melambangkan kemewahan imajinasi Moskow ini tidak hanya terletak pada eksteriornya yang berwarna-warni. Asal-usulnya terbungkus dalam legenda, kebanyakan dari kisah yang berkaitan dengan Ivan IV (Yang Mengerikan), yang menunjuk Katedral Syafaat — pada tahun 1555 — sebagai simbol pengambilalihan ibu kota Tatar di Kazan pada tahun 1552.

Katedral St. Basil terletak di dataran tinggi di atas tepi kiri Sungai Moskva dan dengan demikian memberikan ikon visual di atas ruang besar di jantung kota. Visibilitas struktur ditingkatkan dengan lokasinya di alun-alun utama, yang dikenal pada pertengahan abad ke-17 sebagai Lapangan Merah (atau "indah").

Diberkahi dengan makna

Bisa dikatakan Katedral St.Basil berfungsi sebagai penghubung visual dan simbolis antara Kremlin, pusat kekuatan politik, dan Posad, daerah pemukiman dan perdagangan yang padat di Kitay-Gorod. Wilayah itu membuat Ivan menikmati popularitas yang cukup besar.

Meskipun katedral ini mungkin tampak seperti kumpulan bagian yang kacau, arsiteknya — umumnya dikenal sebagai Barma dan Postnik Yakovlev — menciptakan rencana pembangunan yang sangat logis dengan banyak makna berlapis di dalamnya (sejarawan masih memperdebatkan identitas arsitek, atau apakah ada satu pembangun yang disebut dengan nama berbeda).

Rencana dasarnya terdiri dari menara pusat yang dikelilingi oleh delapan gereja yang berdiri bebas di pangkalan bersama, masing-masing dengan pintu masuknya sendiri. Penyebaran bentuk-bentuk di sekitar menara pusat ini menunjukkan pola gereja-gereja besar yang berselang-seling di empat titik kompas dan gereja-gereja kecil di diagonalnya. Segi delapan di dasar denah diulang di menara pusat, serta di empat gereja segi delapan di titik kompas.

Sisanya, gereja-gereja yang lebih kecil memiliki dasar berbentuk kubus (sebagian tertutup oleh pagar teras katedral abad ke-17), dengan kubah dan gendang bundar yang ditinggikan di atas tiga tingkat atap pelana dekoratif yang dikenal sebagai kokoshniki. Jika dilihat dari sisi barat, katedral dan tangga, mengapitnya ke pintu masuk memproyeksikan desain yang mengesankan sesuai dengan fungsi seremonial yang memuncak di sisi tersebut, menghadap salah satu pintu masuk utama Kremlin — Menara Juru Selamat atau Spasskaya Bashnya.

Sebuah takdir

Asal-usul Katedral Syafaat, yang merupakan nama resmi Katedral St.Basil (disebut juga Katedral Pokrovsky), ternyata serumit bentuknya. Setelah badai menghantam kota Kazan pada 1—2 Oktober 1552, Ivan yang Mengerikan segera memerintahkan untuk membangun sebuah gereja yang didedikasikan untuk Tritunggal Mahakudus. Ia meminta gereja itu didirikan di alun-alun di luar Kremlin di Gerbang Frolov.

Gereja Trinitas yang terbuat dari batu bata, selesai pada tahun 1553 dan terletak di parit di depan Kremlin, segera menjadi tempat ibadah populer dengan kapel kayu yang terpasang (oenjumlahan kapel di sekitar gereja atau biara adalah praktik yang sering dilakukan dalam arsitektur Rusia abad pertengahan).

Ivan bermaksud membangun kembali gereja dalam skala yang mencerminkan pentingnya kekalahannya atas Kazan, yang tidak hanya menghilangkan peninggalan kekuasaan Mongol yang merepotkan, tetapi juga membuka wilayah yang luas untuk kolonisasi dan perdagangan. Alhasil, terjadinya penaklukan pada tahun 1554—1556 dari Astrakhan Khanate, di ujung Sungai Volga di Laut Kaspia, salah satu arteri perdagangan Eurasia terpenting menjadi bagian dari Muscovy (saat itu dunia mengenal Rusia sebagai Kestasaran Moskow).

Selain itu, dan yang lebih penting dari sudut pandang agama, penaklukan khanat Islam timur menandakan kemenangan bagi Ortodoksi Rusia pada saat gereja masih menghadapi tantangan terhadap kekayaannya, institusinya, dan dogmanya. Oleh karena itu, arsitektur ini juga menjadi dedikasi simbolis dari gereja asli kepada Tritunggal.

Monumen ini sebelumnya untuk mengekspresikan kemenangan Ortodoksi dan Muscovy. Akan tetapi, tujuan yang berlapis membuktikan secara fakta, bahwa Katedral Syafaat disponsori oleh Metropolitan Macarius dan tsar. Kemenangan Ivan yang Mengerikan bukan hanya sebuah episode dalam perang perbatasan yang tak berkesudahan, tetapi juga sebagai sebuah peristiwa yang menentukan dalam identitas bangsa yang diberkahi dengan rasa takdir. Oleh karenanya, untuk merayakan gagasan-gagasan tersebut, masing-masing komponen arsitektur Katedral Syafaat diberkahi dengan makna ikonografis dan simbolis.

Dibangun sesuai rencana

Sumbu utama dimulai dengan gereja yang didedikasikan untuk Tritunggal. Gereja Trinitas adalah tempat mahakudus untuk strukturnya berdasarkan dedikasinya pada konsep trinitarian, yang menjadi dasar sistem numerologi katedral. Setiap sumbu, masing-masing diagonal, setiap sisi memiliki tiga menara, yang strukturnya dari tingkat teras dibagi menjadi tiga bagian.

Kubah bawang yang khas muncul dalam pemugaran katedral pada tahun 1586 setelah kerusakan selama bencana kebakaran Moskow tahun 1583. Kubah aslinya tampaknya berbentuk lebih rendah dan terbuat dari lembaran besi yang dilapisi timah monokromatik.

Di tengah poros utama terdapat menara gereja yang menjulang tinggi yang didedikasikan untuk Syafaat Perawan, salah satu hari libur gereja Rusia yang paling dihormati, perayaan perlindungan ilahi yang diperluas ke Rusia. Hari peringatannya, 1 Oktober, bertepatan dengan dimulainya penyerbuan terakhir Kazan. Sampai selesainya Menara Lonceng Ivan yang Mengerikan pada tahun 1600, menara Gereja Syafaat pusat adalah struktur tertinggi di Moskow pada ketinggian 200 kaki.

Menara Gereja Syafaat berhutang banyak pada desain segi delapan menara lonceng Kremlin yang menggambarkan perpaduan antara Renaisans Italia dan desain Moskow di sebagian besar monumen Rusia ini. Dasar menara atas tersebut berbentuk bintang berujung delapan yang muncul dari tingkatan atap pelana hias (kokoshniki). Dekorasi "tenda" menara yang menjulang adalah kombinasi ornamen terakota berlapis kaca dan strip logam bengkok berlapis emas yang naik ke delapan rusuk menara.

Menghormati seorang 'bodoh'

Ada banyak tingkat makna lain dalam ansambel menara yang dikenal sebagai St. Basil. Makna yang paling menonjol adalah dedikasi kepada Basil atau Vasily, seorang "bodoh di dalam Kristus" yang suci yang dipuja oleh orang Moskow dan menjadi nama gereja yang populer. Vasily yang Diberkati (1469—1552) adalah seorang yurodivy Moskow — atau "bodoh di dalam Kristus" — yang dihormati oleh tsar sendiri maupun oleh orang-orang biasa karena kesuciannya, karunia nubuatnya, dan keberaniannya.

Secara kebetulan Basil, atau Vasily, meninggal pada tahun pengambilalihan Kazan, dan sebuah kuil kayu untuk menghormatinya didirikan di sebelah timur Gereja Trinitas yang asli. Kuil itu dipertahankan selama pembangunan Katedral Syafaat, dan pada tahun 1588 diganti di sudut timur laut katedral dengan gereja batu bata kecil yang didedikasikan untuk Vasily yang Diberkati. Terlepas dari ukuran gereja yang sederhana, kultus Basil tumbuh sedemikian rupa sehingga merampas sebutan lain katedral, resmi atau tidak resmi.

Perluasan Katedral Syafaat atau St. Basil berlanjut pada abad ke-17 dengan tambahan penutup teras di sekitar ansambel. Sekitar tahun 1680, menara lonceng yang berdiri sendiri di sudut tenggara katedral dibangun kembali dengan gaya ornamen abad ke-17, menggunakan dekorasi polikromatik dan puncak menara dari ubin keramik. Banyak ornamen dicat di dinding luar, terutama galeri baru yang juga ditambahkan pada akhir abad ke-17. Kubah juga dicat cerah dalam renovasi katedral selama tahun 1780-an.

Sebagai katedral utama di salah satu bagian terpadat di Moskow, Katedral Syafaat — atau Katedral Vasily yang Diberkati — telah berdiri seperti singkapan besar yang disapu gelombang pembangunan kembali dan mempertahankan beberapa modifikasi, tetapi tidak pernah kehilangan bentuk yang merayakan kebangkitan Muscovy — dan Rusia sendiri.

Pada awal abad ke-20, fotografer Rusia Sergey Prokudin-Gorsky mengembangkan fotografi warna untuk proses kompleks. Antara 1903 dan 1916 ia melakukan perjalanan untuk menyaksikan Kekaisaran Rusia dan mengambil lebih dari 2.000 foto dengan proses tersebut, yang melibatkan tiga eksposur di piring kaca. Pada Agustus 1918, ia meninggalkan Rusia dan akhirnya bermukim kembali di Prancis di mana ia dipertemukan kembali dengan sebagian besar koleksi kaca negatifnya, serta 13 album cetakan kontak. Setelah kematiannya di Paris pada tahun 1944, ahli warisnya menjual koleksi tersebut ke Perpustakaan Kongres. Pada awal abad ke-21, perpustakaan mendigitalisasikan koleksi Prokudin-Gorsky dan membuatnya tersedia secara gratis untuk publik global. Beberapa situs Rusia sekarang memiliki versi koleksi tersebut. Pada tahun 1986 sejarawan arsitektur dan fotografer William Brumfield menyelenggarakan pameran pertama foto-foto Prokudin-Gorsky di Perpustakaan Kongres. Selama bekerja di Rusia mulai tahun 1970, Brumfield telah memotret sebagian besar situs yang dikunjungi oleh Prokudin-Gorsky. Rangkaian artikel ini menyandingkan pandangan Prokudin-Gorsky tentang monumen arsitektur dengan foto-foto yang diambil oleh Brumfield beberapa dekade kemudian.

Selanjutnya, bagaimana rupa Katedral St.Basil seabad lalu dan sekarang? Simak selengkapnya.