Enam Tempat di Rusia yang Mirip dengan Negara Lain (FOTO)

Istana Prancis, desa Norwegia, dan masih banyak lagi tempat-tempat di Rusia yang tampak seperti di negara lain.

Dari kejauhan, tempat-tempat ini bisa dengan mudah disalahartikan sebagai kota-kota di Eropa atau Asia. Akan tetapi, begitu Anda mendekat, jelaslah bahwa bangunan dan jalan-jalan itu sebenarnya hanyalah penghormatan kepada arsitektur dunia.

1. Desa Nelayan Norwegia di Ryazanskaya Oblast

Hotel di desa Shumash yang terletak 200 kilometer dari Moskow ini dibangun dengan gaya desa nelayan Norwegia, lengkap dengan mercusuar. Pada awalnya, hotel ini dirancang sebagai resor liburan bagi pencinta alam dan pemancing. Akan tetapi, pembangunannya masih belum selesai. Desa nelayan ini terletak di lokasi yang indah dengan padang rumput di tepi danau. Jadi, mungkin ini adalah proyek konstruksi terindah yang belum selesai di Rusia. Apakah Anda memperhatikan bahwa tidak ada pagar di sini?

2. Istana Lembah Loire di Moskow

Di wilayah Taman VDNKh, Moskow, berdiri sebuah rumah pribadi yang terselip di antara paviliun yang didedikasikan untuk memancing dan pembiakan kelinci. Ini adalah tempat yang tenang dan jarang dicapai oleh wisatawan. Namun demikian, rumah besar itu merupakan bangunan yang cukup menarik: salinan dari salah satu kediaman bangsawan Lembah Loire, Prancis, yang dibangun pada awal 2000-an. Tempat itu telah kosong selama bertahun-tahun sehingga orang Moskow menjulukinya sebagai "istana hantu". Menurut pengelola Taman VDNKh, istana itu didirikan tanpa izin membangun sehingga pengelola perlu membongkarnya.

3. Eropa Abad Pertengahan di Moskovskaya Oblast

Tepat di utara Moskow terdapat tempat yang dapat membuat Anda merasa benar-benar berada di tengah-tengah kota tua Eropa --- jalan sempit, rumah dua lantai yang cantik, balai kota di alun-alun, dan bahkan katedral. Pada kenyataannya, ini semua adalah properti film lama yang dibawa ke taman hiburan yang bernama Kinogorodok ("Kota Film") ini. Pastinya, galeri Instagram Anda akan terlihat menakjubkan jika Anda berfoto di sini!

4. Istana Prancis di Kabarda-Balkaria

Kastil Gotik dengan menara tinggi, gerbang besi besar, dan danau dengan angsa ini terletak di Republik Kabarda-Balkar di Kaukasus Utara. Kastil bernama Chateau Erken ini adalah kilang anggur modern dan tempat populer untuk acara-acara khusus. Ide untuk membangunnya datang ke ahli agronomi lokal pada 1990-an yang berharap Rusia akan mengembangkan industri anggur yang setara dengan negara-negara Eropa. Sebagian besar tanah di sekitar chateau ditempati oleh kebun anggur yang menumbuhkan varietas anggur klasik, seperti Merlot, Chardonnay, dan Cabernet Sauvignon. Pengunjung dapat menguji kualitas anggur lokal di ruang mencicipi di kastil indah ini.

5. Pagoda Jepang di Moskow

Dulunya, ini hanya tempat kosong hingga awal September 2020, ketika sebuah taman kecil yang oleh penduduk setempat disebut Malen'kaya Yaponiya ‘Jepang Kecil’ dibuka di sini. Para tamu disambut di pintu masuk oleh sebuah patung seorang samurai menunggang kuda dan sesosok naga. Di "Rumah Jepang" yang terdapat di dalam taman, Anda dapat membeli berbagai makanan ringan dan suvenir.

6. Belgia dan Belanda di Yoshkar-Ola

Ibukota Republik Mari El, Yoshkar-Ola, tersohor di seluruh Rusia karena memiliki salinan pemandangan dunia yang terkenal. Salah satu tepi perairannya adalah salinan Bruges, Belgia, sementara yang lain adalah salinan Amsterdam. Keduanya dihubungkan oleh jembatan yang merupakan salinan dari Kremlin Moskow. Di sini Anda akan menemukan Menara Spasskaya (menara utama Kremlin Moskow), Piazza San Marco Itali, dan bahkan monumen Putri Monaco Grace Kelly. Semua daya tarik ini dibangun atas prakarsa sang walikota di awal 2000-an, dan penduduk lokal sangat menyukai kawasan "Eropa" mereka sehingga bangunan baru masih ditambahkan ke lingkungan ini.

Bagaimana desa asli Rusia bisa muncul di dekat Berlin? Ini jawabannya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki